10 Film Indonesia Terbaru yang Tayang di Netflix

Menonton film di bioskop merupakan salah satu hiburan yang menyenangkan. Namun, menonton film melalui layar ponsel atau komputer juga tak kalah seru. Kamu bisa menonton berbagai film favoritmu dari rumah karena saat ini ada banyak aplikasi streaming film dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding tiket sekali nonton di bioskop. Salah satu aplikasi tersebut adalah Netflix.

Tren menonton film melalui situs atau aplikasi streaming saat ini semakin berkembang pesat. Alhasil, Netflix sampai berani merilis film orisinalnya sendiri yang tak kalah jempolan kualitasnya dibandingkan film bioskop. Nah, berikut deretan film Indonesia terbaru dari berbagai genre yang bisa kamu tonton khusus di Netflix.

Laras Susanto (Shenina Cinnamon) adalah siswi berprestasi yang mendapatkan beasiswa dari sekolahnya. Dia berasal dari keluarga sederhana yang harus menjaga nilai dan citranya di sekolah supaya tetap bisa pertahankan beasiswanya. Di balik kecemerlangannya itu, dia memiliki sebuah blog rahasia yang berisi fantasinya yang liar tentang David.

David (Emir Mahira) adalah pemain sepak bola yang populer di sekolahnya. Dia menjadi pemeran utama dalam blog rahasia Laras yang diam-diam menyukai David. Suatu hari seluruh sekolah menjadi heboh saat hasil blog rahasia Laras terbongkar. Semua siswa di sekolah membaca tulisannya tentang David dan sekejap saja citranya menjadi hancur.

Di sisi lain, Laras sangat panik karena selain beasiswanya akan dicabut, dia mungkin akan dikeluarkan dari sekolahnya. Saat itu masa depan Larah sedang dipertaruhkan. Bagaimanakah nasib Laras? Akankah dia dikeluarkan dari sekolahnya? Lalu bagaimana reaksi David saat tahu dia menjadi objek fantasinya Laras?

Film yang berlatar belakang sekolah ini sempat menjadi kontroversi karena menampilkan adegan-adegan 18+. Tapi kisah ceritanya sebenarnya memiliki pesan moral yang mengajarkan agar kita bisa bertanggung jawab dengan apa yang kita perbuat dan supaya kita lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial.

Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso menarasikan sebuah kasus pembunuhan yang menghebohkan Indonesia. Film dokumenter ini menguak misteri kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas akibat meminum es kopi Vietnam beracun pada tahun 2016.

Tersangka dari kasus ini merupakan teman dekat Mirna sendiri yaitu Jessica Wongso. Dia dihukum 20 tahun penjara karena terbukti sebagai pelaku pembunuhan. Film ini menampilkan kronologi kejadian sejak Mirna tiba di Olivier Cafe bersama Hani untuk bertemu Jessica, hingga meninggal dunia setelah menyeruput es kopi Vietnam.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti CCTV dan sikapnya yang dinilai mencurigakan. Namun, pengacaranya, Otto Hasibuan, menyoroti banyaknya kejanggalan. Meski banyak bukti mengarah pada Jessica, tapi gerak gerik keluarga Mirna juga tampak mencurigakan. Alhasil, kita dibuat ragu apakah Jessica benar-benar pelakunya?

Dengan diangkatnya kasus ini oleh Netflix, masyarakat kembali dibuat berspekulasi. Baik keluarga Mirna maupun Jessica memiliki kesempatan untuk dicurigai. Hanya saja dalam perspektif film dokumenter ini, keluarga Mirna terlihat lebih berkuasa dibanding Jessica.

Menjadi bagian dari trilogi kisah Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, film arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko yakni Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti mengulas kisah dari sudut pandang Narendra (Jourdy Pranata, Oka Antara, Donny Damara).

Kita akan dibawa pada kisah penyesalan Narendra yang memiliki ilmu parenting yang berantakan sehingga tidak pernah bisa akur dengan anak-anaknya. Salah satunya adalah Angkasa (Rio Dewanto).

Narendra bahkan tidak bisa membantu memberi nasihat saat Angkasa dan istrinya, Lika (Agla Artalidia) tengah bertengkar. Narendra pun teringat bagaimana dulu, ia dan sang istri, Ajeng (Yunita Siregar), mengalami hal serupa dan bagaimana mereka melaluinya.

Untuk mampu membantu Angkasa, Narendra sadar untuk bisa memperbaiki hubungannya terlebih dulu dengan Angkasa. Ia pun secara rendah hati meminta maaf pada Angkasa dan mengakui kesalahannya. Rekonsiliasi keduanya pun berhasil. Narendra kembali mendapatkan statusnya sebagai Ayah oleh Angkasa, yang kini berhasil berdamai dengan sang istri berkat sang Ayah.

Selain merupakan film aksi pertama Putri Marino, The Big 4 pernah ada di puncak daftar film yang paling banyak ditonton di Netflix seluruh dunia, mengalahkan Guillermo del Toro’s Pinocchio yang sebelumnya berada di puncak prtama.

Fokus film ini berada pada seorang polisi dan empat pembunuh bayaran yang bekerja sama dalam mengusut suatu kasus pembunuhan. Dina (Putri Marino) baru saja dilantik menjadi seorang polisi saat ayahnya meninggal karena dibunuh di rumahnya sendiri.

Saat ayahnya sudah tiada, Dina menemukan beberapa rahasia sang ayah, salah satunya adalah kenyataan bahwa ayahnya memiliki empat anak asuh yang dirawat sejak kecil. Mereka adalah sebuah tim dari pembunuh bayaran yang kini sudah pensiun.

Empat anak asuh tersebut terdiri dari Topan (Abimana Aryasatya) alias si pemimpin, Jenggo si sniper (Arie Kriting), Alpha si garang (Lutesha), dan Pelor si umpan (Kristo Immanuel). Dina pun berusaha menemui empat saudara tirinya tersebut bekerjasama dengan mereka untuk mencari tahu dalang dari pembunuhan ayahnya.

Suryani (Shenina Cinnamon) mencari sebuah kebenaran atas masalah yang menimpa dirinya. Kejadiannya dimulai saat pesta perayaan kemenangan grup teaternya di rumah Rama (Giulio Parengkuan), sang penulis naskah dari teater tersebut.

Foto selfie Suryani yang sedang mabuk berat di pesta malam itu tersebar luas di media sosial, dan seluruh siswa sekolahnya pun heboh. Dia kehilangan beasiswanya karena hal ini, bahkan orang tuanya pun mengusirnya karena merusak nama baik keluarga.

Suryani yang yakin kalau dia adalah korban pelecehan, ingin mencari tahu siapa dalang yang mengambil foto dia saat dia sedang tidak sadar. Setelah diusut ternyata dia bukan korban pertama, masih ada korban lain yang akhirnya turut bicara dan membantu Suryani. Siapakah kira-kira pelakunya?

Digadang-gadang sebagai salah satu film Indonesia terbaik, Penyalin Cahaya dirilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan. Dalam Festival Film Indonesia 2021, film ini bahkan telah memenangkan Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik dan masih banyak lagi.

Berlatar tahun 2030, Salina (Amanda Rawles), Tarda (Asmara Abigail) dan Ulfah (Maizura) tergoda untuk bergabung dengan organisasi misterius The Light. Organisasi ini konon bisa mewujudkan mimpi anggotanya dan memberikan masa depan yang cerah.

The Light dipimpin oleh pria karismatik bernama Ali Khan (Chicco Jerikho) dan istrinya, Sofia (Ayushita). Namun setelah bergabung dengan The Light, ketiga gadis ini tahu kalau organisasi ini memiliki sisi gelap yang mencurigakan.

Kecurigaan mereka sedikit demi sedikit mulai terbukti hingga membuat mereka berusaha kabur dari organisasi ini. Sebenarnya rahasia apa yang disimpan oleh organisasi ini?

A World Without ini diperankan oleh deretan pemeran dengan akting yang berkualitas namun sayangnya film ini menuai banyak kritik. Dimulai dari cerita yang tidak mencapai klimaks, konflik yang biasa saja dan detail lain yang dirasa kurang greget.

Akhirnya, muncul film original Netflix Indonesia yang worthy untuk ditonton karena kisah romantisnya, yang walau sederhana, namun dikemas cukup apik. Tak hanya itu, nuansa Bali yang diangkat juga menambah keramahan film ini bagi masyarakat Tanah Air. Alhasil, A Perfect Fit wajib masuk dalam jajaran film romantis Indonesia yang sayang untuk dilewatkan.

Film ini mengisahkan tentang seorang fashion blogger asal Bali bernama Saski (Nadya Arina) yang dijodohkan dengan seorang bangsawan Bali bernama Deni (Giorgino Abraham). Pernikahan mereka didasarkan atas hutang budi karena keluarga Deni telah membiayai Ibu Saski selama sakit.

Suatu hari, Saskia bertemu dengan Rio (Refal Hadi) di sebuah toko sepatu di mana Rio adalah pengrajinnya. Dari pertemuan pertama itu, Rio langsung jatuh cinta pada Saskia. Dan setelah beberapa pertemuan, muncul benih-benih cinta di antara keduanya.

Meskipun awalnya mereka sudah dijodohkan dengan orang yang berbeda, tapi takdir ternyata berkata lain. Pada akhirnya setelah terjadi beberapa konflik, mereka berdua kembali bertemu dan menjalin hubungan dengan bahagia.

Ali (Iqbaal Ramadhan) memberanikan diri pergi ke New York untuk mencari ibunya, Mia (Marissa Anita), yang meninggalkannya saat kecil untuk mengejar mimpi menjadi penyanyi. Berbekal foto dan surat dari sang ibu, Ali memulai perjalanannya.

Di New York, Ali bertemu dengan empat wanita Indonesia yang baik hati: Party (Nirina Zubir), Biyah (Asri Welas), Ance (Tika Panggabean), dan Chinta (Happy Salma). Mereka membantu Ali mencari Mia dengan senang hati.

Namun, kenyataan pahit menanti Ali. Mia ternyata sudah menikah lagi dan memiliki anak. Ali pun kecewa dan disuruh kembali ke Indonesia. Apakah yang akan Ali lakukan setelah mendengar kabar menyakitkan ini? Temukan jawabannya dengan menonton film ini sampai akhir, ya!

Selai ditulis oleh Gina S Noer, peraih piala FFI 2019 untuk Penulis Skenario Terbaik, Ali & Ratu-Ratu Queens juga dibintangi oleh deretan aktor dan aktris ternama Indonesia. Film ini menghadirkan kisah yang menyentuh tentang keluarga, pencarian jati diri, dan persahabatan.

Film bergenre drama ini merupakan adaptasi dari serial televisi atau lebih dikenal dengan istilah ‘sinetron’ yang diproduksi oleh Multivision Plus pada tahun 1998 hingga 2005, sebanyak tujuh musim.

Ceritanya sendiri mengisahkan tentang seorang gadis bernama Yura Puspita (Clara Bernandeth). Dia tinggal dengan ayahnya, Gerry Hartono (Nugie), ibu tiri bernama Indah Besari (Kinaryosih), dan adik tirinya bernama Nisa (Allya Syakila).

Meskipun Yura sering di sia-siakan oleh ibu tirinya, dia memiliki sahabat yaitu Oka (Kevin Ardilova) dan Christian (Giorgino Abraham) yang sudah melamar dia. Sayangnya Christian harus pergi sementara waktu ke Amerika.

Konflik dimulai saat Yura diperkosa oleh Bobi Sadewo, pengusaha kaya raya yang dijodohkan untuknya. Yura putus asa dan ingin bunuh diri, tapi berhasil diselamatkan Oka. Saat itu keadaan jadi semakin rumit karena Yura meminta Oka untuk menikahi dia. Lalu bagaimana nasib Christian yang seharusnya menikah dengannya?

Jatmiko (Bhisma Mulia) adalah seorang pemilik kafe yang dilanda patah hati. Di tengah kesedihannya, sahabatnya Kopet (Erick Estrada) dan adiknya Anjani (Fransisca Saraswati Puspa Dewi) selalu setia menemani.

Suatu hari, seorang gadis cantik bernama Saras (Denira Wiraguna) datang ke kafenya. Kedekatan mereka berawal dari Jatmiko yang membantu Saras menyelesaikan skripsinya. Setelah lulus, Saras kembali ke Surabaya dan berjanji akan bertemu lagi dengan Jatmiko untuk merayakan ulang tahunnya.

Di hari ulang tahun Saras, Jatmiko datang ke Surabaya. Namun, dia dikejutkan dengan kehadiran kekasih Saras. Jatmiko pun pulang dengan rasa kecewa dan patah hati. Beruntung, ia memiliki sahabat dan adik yang selalu ada untuknya. Film ini menunjukkan bagaimana Jatmiko mengatasi patah hati dan menemukan kebahagiaannya kembali.

Sobat Ambyar adalah film pertama dan terakhir yang dibintangi oleh “The Godfather of Broken Heart”, Didi Kempot. Film ini menjadi sebuah persembahan spesial bagi para penggemar Didi Kempot juga pencinta film Indonesia.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *