10 Film Korea Tentang Psikopat Terbaru

Pengalaman menarik dari menonton film adalah kita diperkenalkan kepada berbagai macam karakter yang belum tentu bisa ditemui di kehidupan nyata. Mulai dari karakter yang berkepribadian manis, yang romantis, sampai yang sadis. Setiap karakter dikemas dengan jalan cerita lalu divisualisasikan menjadi film.

Kalau karakter manis dan romantis bisa bikin kita senyum-senyum sendiri. Kalau yang sadis? Aduh, seringkali kita dibikin deg-degan! Namun, di situlah daya tariknya. Bila dikemas dengan cerita yang kuat, film tentang psikopat sadis bisa jadi tontonan yang menarik.

Nah, Tim Bacaterus berhasil mengumpulkan film-film Korea terbaru tentang psikopat yang seru untuk ditonton. Yuk, simak ulasan film-filmnya dalam daftar berikut!

Apa yang akan kalian lakukan apabila rencana liburan kalian naik pesawat berubah jadi arena pertarungan hidup mati karena sebuah virus berbahaya? Rasanya mungkin akan panik sekali ya? Kejadian itulah yang terjadi dalam film Emergency Declaration. Film thriller asal Korea Selatan ini wajib sekali jadi rekomendasi tontonan akhir pekan kalian!

Park Jae Hyeok (Lee Byung Hun) merupakan seorang mantan pilot yang sudah tak lagi aktif di dunia penerbangan karena sebuah insiden yang terjadi beberapa waktu silam. Satu waktu ketika mendapat hari libur, ia mengajak anak perempuannya, Soo Min (Kim Bo Min) untuk berlibur ke Hawaii.

Sesampainya di bandara, mereka bertemu dengan seorang pria muda bernama Ryu Jin Seok (Yim Si Wan) yang memiliki tingkah super aneh. Jae Hyeok mencurigai Jin Seok dan apa yang dikhawatirkan terbukti benar.

Jin Seok ternyata membajak seisi pesawat dengan virus mematikan sehingga seluruh bandara di dunia tidak mau pesawat yang ditumpangi Jae Hyeok dan yang lainnya mendarat dimanapun. Lantas, bagaimanakah nasib para penumpang pesawat tersebut?

Midnight adalah sebuah film thriller psikologis asal Korea Selatan yang naskahnya ditulis sekaligus disutradarai oleh Kwon Oh Seung. Film yang dibintangi oleh Jin Ki Joo dan Wi Ha Joon ini menceritakan tentang usaha seorang gadis tuna rungu yang  dikejar habis-habisan oleh seorang pembunuh psikopat. Duh, ngeri!

Kyeong Mi (Jin Ji Hoo) adalah seorang gadis tuna rungu. Untuk menghidupi dirinya, Kyeong Mi bekerja di salah satu pusat panggilan bahasa isyarat sebagai seorang konselor. Satu waktu, saat dirinya tengah berjalan malam di sebuah gang, ia tidak sengaja menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang psikopat, Do Sik (Wi Ha Joon). Alhasil Kyeong Mi jadi target pembunuhan Do Sik.

Sulit untuk Kyeong Mi untuk mengutarakan sesuatu dengan cepat, seperti membuat laporan atau sebagainya. Hal ini menguntungkan Do Sik karena Kyeong Mi tidak mampu berkomunikasi. Kini Kyeong Mi harus bisa menjaga dirinya sendiri dan melawan balik Do Sik sebelum ia yang dilumat oleh psikopat gila itu.

Mengubah sesuatu sekecil apapun di masa lalu akan berdampak besar untuk masa kini. Hal tersebut yang secara garis besar terjadi di dalam film The Call. Selain kisahnya yang bagus, aktris Park Shin Hye kembali menunjukan kemampuan aktingnya yang baik dan memukau para penontonnya. Wajib masuk list film thriller Korea kalian nih!

Kim Seo Yeon (Park Shin Hye) sedang merawat ibunya yang sakit. Hal itu membuat dirinya harus pulang ke desa dan tinggal di rumah lama mereka. Saat membereskan seluruh barang di rumah, ia menemukan sebuah telepon usang dan iseng memainkannya.

Saat menjelang malam, tiba-tiba ia menerima telepon dari seorang gadis dari masa lalu, Jang Jong Seo (Oh Young Sook) yang meminta pertolongan. Mengikuti instruksi Jong Seo, Seo Yeon pun membantunya untuk mengubah satu hal di masa kini yang ternyata berdampak pada masa lalu.

Sebagai balasannya, Jong Seo pun mengubah satu hal di masa lalu yang ternyata berdampak besar untuk hidup Seo Yeon; tanpa sadar hal itu awal mula dari kehancuran keduanya.

Tinggal seorang diri meski di apartemen dengan keamanan canggih pun tidak membuat kita merasa aman. Ini yang dirasakan oleh tokoh utama dalam film asal Korea Selatan, Door Lock. Film karya sutradara Lee Kwon ini mampu membuat kita para penontonnya sadar betapa pentingnya mawas diri ketika kita tinggal sendirian khususnya para wanita.

Cho Kyung Min (Gong Hyo Jin) adalah seorang wanita yang hidup sendiri di apartemen studio. Ia sendiri bekerja sebagai seorang teller di sebuah bank.

Satu waktu Kyung Min sadar bahwa ada yang aneh dengan dirinya, ia selalu merasa pusing pada pagi hari dan kondisi kamar apartemennya selalu ada yang berubah. Ini membuat wanita itu merasa ada yang janggal.

Benar saja, ternyata kamar apartemennya telah dibobol oleh seorang pria yang merupakan petugas keamanan di apartemen tempat Kyung Min tinggal. Sialnya, petugas keamanan itu sangat terobsesi dengan Kyung Min dan mengincarnya untuk dapat dimiliki. Merasa dalam bahaya, Kyung Min segera melawan balik sebelum ia jadi target penculikan selanjutnya.

Film bergenre drama kriminal karya sutradara Kim Tae Kyun yang rilis di tahun 2018 ini terinspirasi dari sebuah program televisi berjudul Unanswered episode 869 yang menceritakan kejadian nyata sebuah kasus pembunuhan yang tidak pernah diinvestigasi, berikut wujud mayat yang tak pernah ditemukan.

Kim Hyung Min (Kim Yoon Seok) merupakan seorang petugas polisi divisi narkotik. Satu waktu, ia bertemu dengan seorang informan terpercaya bernama Kang Tae Oh (Ju Ji Hoon) untuk membantunya menyelesaikan sebuah kasus.

Namun saat berbincang-bincang, Tae Oh tiba-tiba ditangkap oleh polisi dari divisi pembunuhan atas tuduhan telah menghabisi nyawa kekasihnya sendiri. Tae Oh pun masuk penjara.

Saat di dalam penjara, Tae Oh menghubungi Hyung Min dan bercerita banyak termasuk pengakuan bahwa ia telah membunuh 6 orang lainnya. Hyung Min pun mencoba menemukan keenam mayat yang Tae Oh ceritakan. Namun, apakah pengakuan Tae Oh itu benar adanya atau hanya tipuan belaka?

Bosan dengan film Korea Selatan yang terkenal dengan cinta-cintaannya yang manis keterlaluan? Maka untuk kalibrasi coba tonton film The Witness karya sutradara Jo Kyu Jang. Film bergenre thriller kriminal ini dijamin akan membuat kalian tahan nafas saking serunya. 

Sang Hoon (Lee Sung Min) merupakan pria pekerja biasa. Ia tinggal di sebuah apartemen. Satu malam, ia mendengar teriakan seorang wanita, dan saat menengok keluar, ia melihat bahwa wanita itu sedang dipukul menggunakan palu oleh pria bernama Tae Ho (Kwak Si Yang).

Namun alih-alih melaporkannya, Sang Hoon terlalu kaget dan takut karena melakukan kontak mata dengan Tae Ho. Keesokan harinya Sang Hoon menemukan informasi bahwa wanita yang semalam ia lihat telah tewas terbunuh.

Untuk menginvestigasi kasus ini, pihak kepolisian meminta Detektif Jae Yeob (Kim Sang Ho) untuk mengusut. Meski ditanya, Sang Hoon enggan memberi tahu apa yang terjadi, sampai akhirnya ia dan keluarganya kini masuk dalam target pembunuhan Tae Ho yang baru.

Diadaptasi dari sebuah novel berjudul A Murderer’s Guide to Memorization karya penulis Kim Young Ha, film yang dibintangi oleh Sol Kyung Gu dan Kim Nam Gil sebagai pemeran utamanya ini menceritakan tentang seorang mantan pembunuh berantai penderita Alzheimer yang berjuang melindungi putrinya dari pacarnya yang psikotik.

Byeong Soo (Sol Kyung Gu) memiliki masa remaja yang kelam. Ia membunuh Ayahnya yang sangat abusif. Setelah kejadian itu, Byeong Soo merasa banyak manusia yang patut dibunuh atas kelakuan buruknya. Ia pun mulai jadi pembunuh berantai dan menyembunyikan mayat korbannya di hutan bambu yang jauh jaraknya dari keramaian.

Satu waktu, Byeong Soo mengalami kecelakaan mobil dan menderita Alzheimer. Hal ini membuat dirinya berhenti menjadi pembunuh dan kembali hidup seperti manusia normal pada umumnya.

Naas, sang putri ternyata berpacaran dengan seorang pria psikotik yang berbahaya, dan kini Byeong Soo harus bisa menyelamatkan putrinya dengan pengalaman masa lalunya sebagai pembunuh handal.

Dibintangi oleh Jang Dong Gun, Kim Myung Min, Park Hee Soon dan Lee Jong Suk, film yang penuh kritik atas penggambaran kekerasan terhadap perempuan ini menceritakan tentang usaha petugas kepolisian Korea Selatan untuk mengejar tersangka pembunuhan berantai paling berbahaya.

Kim Gwang Il (Lee Jong Suk) merupakan seorang putra dari pejabat tinggi Korea Utara. Ia diduga melakukan pemerkosaan juga pembunuhan berantai terhadap wanita di seluruh dunia. Hal tersebut membuat pria muda itu masuk dalam daftar pencarian orang yang dilakukan oleh polisi Korea baik Selatan dan Utara juga interpol!

Setelah melakukan pencarian yang super alot, keberadaan Gwang Il pun berhasil ditemukan. Ia akhirnya digiring lewat perencanaan NIS (Badan Intelijen Negara) Korea Selatan juga CIA di Amerika untuk diadili di Korea Selatan.

Namun, Detektif Chae Yi Do (Kim Myung Min) yang mengawal kasus ini menemukan adanya kejanggalan ketika mengetahui seorang agen NIS hendak melindungi Gwang Il. Apakah yang terjadi?

Korea Selatan ternyata unggul juga ya dalam membuat film bergenre thriller? Dari sekian banyak yang rilis di pasar film, ada salah satu film dengan genre tersebut yang bisa kalian saksikan saat waktu luang; judulnya Eyes Closed atau Close Your Eyes karya sutradara Kim Sol Mae dan dibintangi oleh Cha Sun Woo dan Seol In A.

Kisahnya berfokus pada seorang musisi tuna netra jalanan yakni Kim Hyeon Woo (Cha Sun Woo). Meskipun ia tidak mampu melihat, Kim Hyeon selalu bisa membuat semua orang terhibur dengan aransemen musik-musiknya. Salah satu fans-nya adalah seorang gadis muda bernama Park Mi Rim (Seol In A) yang selalu hadir di tiap konser Hyeon Woo.

Satu waktu, Hyeon Woo menggelar sebuah pertunjukan di jalan kota yang terkenal dengan angka kriminalnya. Di saat yang sama, fans berat Hyeon Woo yakni Mi Rim hilang membuat Hyeon Woo khawatir. Rasa khawatirnya menguap menjadi kaget saat polisi memeriksa Hyeon Woo karena dipercaya terlibat dalam kasus hilangnya Mi Rim. Ada apakah gerangan?

Film thriller psikologis karya sutradara Lee Soo Yeon yang tayang di tahun 2017 silam ini dibintangi oleh Cho Jin Woong sebagai pemeran utama. Kisah film ini berfokus pada seorang pekerja rumah sakit yang mencoba mengungkap kasus pembunuhan yang diinformasikan oleh pasiennya sendiri.

Seung Hoon (Cho Jin Woong) adalah seorang dokter. Ia membuka sebuah klinik pertamanya di Seoul namun gagal. Hal ini membuat Seung Hoon harus menutup kliniknya dan kembali bekerja di sebuah rumah sakit.

Satu waktu, Seung Hoon kedatangan seorang pasien yang hendak melakukan pemeriksaan. Saat hendak dibius, pasien lelaki Seung Hoon mulai meracau. Ia membuat pengakuan tentang serangkaian pembunuhan berantai yang telah ia lakukan.

Hal ini sangat meyakinkan Seung Hoon dan ia mencoba untuk melaporkannya kepada pihak berwajib, namun tanpa bukti, Seung Hoon tidak bisa berbuat banyak. Ia harus melakukan investigasi sebelum pasien itu siuman dari efek anestesinya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *