Wamenkominfo ajak masyarakat kerja sama atasi sebaran informasi palsu

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama atasi penyebaran informasi palsu di platform media digital yang cenderung meningkat.

“Kita dapat menggunakan pengetahuan dan hubungan yang telah kita peroleh di sini untuk lebih memajukan bidang komunikasi strategis. Bersama-sama, mari kita menciptakan masyarakat global yang lebih terinformasi, terhubung, dan tangguh di era digital ini,” kata Nezar dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Dalam acara International Strategic Communication Workshop Series di Jakarta, Selasa (5/3), Nezar menuturkan hampir seluruh masyarakat di dunia tengah menghadapi ancaman dari penyebaran informasi palsu.

Di Indonesia, pemerintah sudah berupaya untuk meningkatkan kapasitas komunikasi strategis pemerintah dan memperkuat kerja sama antarpemerintah misalnya melalui diskusi, pelatihan dan lokakarya.

Baca juga: Kemenkominfo pakai strategi “gercep” 1×24 jam atasi hoaks Pemilu 2024

Baca juga: Kemenkominfo “take down” 51 konten hoaks selama masa kampanye Pemilu

“Merumuskan solusi dalam menghadapi tantangan gangguan informasi. Pelaksanaan lokakarya akan menjadi wujud nyata kerja sama antarpemerintah dan kesempatan ini untuk diskusi yang substansial dan bermanfaat,” ujarnya.

Wamenkominfo berharap, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memajukan bidang komunikasi strategis.

Mengingat penyebaran informasi palsu di berbagai negara kerap meningkat dalam momentum pemilihan umum.

“Bertepatan dengan pemilu, di beberapa negara, seperti India, Indonesia, dan Amerika Serikat banyak tersebar misinformasi dan disinformasi,” ujar dia.

Sementara itu Wakil Duta Besar Kepala Misi Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Matthew Downing menambahkan saat ini banyak tantangan yang dihadapi pemerintah berkaitan dengan penyebaran misinformasi dan disinformasi selama penyelenggaraan pemilu, termasuk keberadaan AI Generative yang memungkinkan konten informasi diproduksi secara cepat dan masif.

Menurut Matthew guna mengatasi penyebaran misinformasi dan disinformasi, pelaksanaan komunikasi strategis pemerintah memiliki arti penting.

Maka dari itu, Pemerintah Inggris mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya untuk peningkatan kapasitas komunikasi strategis merupakan kelanjutan kerja sama antara Pemerintah Inggris dan Indonesia.

“Kapasitas komunikasi strategis dan respons atas disinformasi perlu terus ditingkatkan agar Pemerintah mampu membangun kredibilitas dan senantiasa memberikan informasi yang terpercaya,” katanya.

Baca juga: Pengamat ingatkan Kemenkominfo modus hoaks pemilu kian beragam

Baca juga: Dua langkah Kemenkominfo tangani hoaks Pemilu 2024 di ruang digital

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *