15 Film Romantis Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Film romantis memang pilihan tepat untuk ditonton bersama pasangan. Genre ini mampu membangkitkan emosi juga bisa dijadikan bahan evaluasi untuk mempererat hubungan dengan orang tersayang. Film-film ini juga tak melulu punya ending yang manis, beberapa bahkan punya akhir menyedihkan serta pahit.

Dunia perfilman Indonesia pun tak mau kalah dalam menghadirkan film-film romantis yang berkualitas. Tak hanya menyajikan kisah cinta yang menarik, film-film ini juga mampu menyentuh perasaan penonton dengan akting yang memukau dan alur cerita yang menyentuh.

Dalam artikel ini, Bacaterus berhasil mengumpulkan deretan film romantis Indonesia terbaik sepanjang masa yang wajib ditonton. Adakah film favoritmu? Cari tahu, yuk!

Ada Apa dengan Cinta? karya sutradara Rudi Soedjarwo menjadi film romantis Indonesia pertama yang mencuri perhatian anak muda di era 2000-an. Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo ini menceritakan tentang sekelumit masalah cinta dua siswa SMA. Tidak hanya sukses secara komersial, film ini juga menelurkan soundtrack legendaris!

Kisahnya berpusat pada Cinta (Dian Sastrowardoyo), gadis remaja 17 tahun yang punya kehidupan nyaris sempurna. Satu waktu, saat lomba puisi, Cinta yang biasanya menang tergeser oleh siswa bernama Rangga (Nicholas Saputra) yang introvert dan tidak pandai bersosialisasi. Berkat hal tersebut keduanya saling berkenalan meski awalnya sepet.

Cinta dan Rangga jelas dari background berbeda dari segi apapun. Namun itu yang membuat keduanya saling cinta. Mereka berdua bahkan menghadapi banyak rintangan bersama, mulai dari penolakan, persahabatan, hingga kekerasan. Hingga sampai pada satu waktu, Rangga harus menyelesaikan studi di Amerika. Bagaimanakah kisah Cinta dan Rangga selanjutnya?

Sempat menggemparkan Indonesia pada tahun 2022, film Noktah Merah Perkawinan menyoroti konflik realistis yang mungkin terjadi di sebuah kehidupan rumah tangga. Film yang merupakan remake dari sinetron populer berjudul sama yang tayang tahun 1990an ini lahir dari tangan Sabrina Rochelle Kalangie selaku sutradara dan penulis.

Noktah Merah Perkawinan memulai kisahnya ketika hubungan Ambar (Marsha Timothy) dan suaminya, Gilang (Oka Antara), mulai memasuki masa-masa kritis setelah sebelas tahun menikah. Mereka sering bertikai tanpa pernah membereskan masalah, yang rupanya ditengarai oleh campur tangan kedua orang tua mereka dalam urusan rumah tangga.

Gilang yang bekerja sebagai arsitek lanskap pun bertemu dengan Yuli, yang menjadi kliennya saat mengerjakan sebuah proyek lanskap taman. Pertemuannya yang beruntun dengan Yuli memberikan Gilang kenyamanan baru, padahal Yuli sendiri merupakan salah satu murid dari kelas lokakarya keramik tempat Ambar bekerja.

Yuli pun demikian. Walau sudah memiliki kekasih dan persis mengetahui siapa Gilang sebenarnya, ia tidak bisa membendung perasaan terhadap suami gurunya tersebut.

Tahun 1979, Indonesia sudah dihebohkan dengan rilisnya film kisah cinta remaja paling beken di saat itu. Kisahnya bagus, dan penokohannya pun terkenal hingga masa kini. Film yang dimaksud berjudul Gita Cinta dari SMA yang dibintangi oleh Rano Karno dan Yessi Gusman. Kisahnya meliputi muda mudi yang berjuang untuk hubungan mereka yang kompleks.

Rano Karno berperan sebagai Galih, sementara Yessi Gusman berperan sebagai Ratna. Mereka merupakan teman di SMA. Keduanya rupawan, pintar baik di bidang akademis dan nonakademis; membuat mereka terkenal sebagai bintang sekolah. Galih sangat mencintai Ratna, begitupun sebaliknya.

Namun sayang, Ayah Ratna yang memiliki garis keturunan Jawa tidak merestui hubungan anak gadisnya dengan Galih, pria Sunda. Namun Galih tidak putus asa, ia terus mencoba dan menjalankan hubungan diam-diam dibantu oleh teman-teman mereka juga kakak Ratna. Apakah Galih bisa terus bersama dengan Ratna meski hadangan begitu berat ada di depan mereka?

Berlatarkan tahun 1930-an, Zainuddin (Herjunot Ali) yang berasal dari Makassar mengunjungi kampung halaman ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di sana, dia bertemu dengan kembang desa kebanggaan Batipuh, Hayati (Pevita Pearce). Dua sejoli ini pun segera jatuh cinta. Namun, adat dan tradisi yang kuat menghalangi cinta mereka.

Zainuddin yang miskin dan bukan keturunan Makassar-Minang membuat ia tidak diakui dalam masyarakat matrilineal Minang. Sementara Hayati adalah seorang wanita bangsawan Minang, sehingga hanya boleh menikah dengan orang yang memiliki ikatan darah dengan keluarga Minangkabau yang terhormat.

Keluarga Hayati pun menolak lamaran Zainuddin dan memilih Aziz (Reza Rahadian), pria kaya yang dikenal dermawan. Zainuddin lalu pergi meninggalkan ranah Minang dan pindah ke Jawa. Bertahun-tahun kemudian, Zainuddin telah menjadi seorang penulis terkemuka dengan karya-karya yang populer di seluruh nusantara.

Suatu hari, Zainuddin bertemu Hayati dan suaminya, Aziz. Terkuaklah fakta bahwa selama ini hidup Hayati tidak bahagia. Aziz orang yang kasar, dan orang tua Aziz tidak menyukai Hayati.

Hayati pun ternyata masih mencintai Zainuddin. Namun, karena rasa sakit hatinya, Zainuddin menolak menerima Hayati kembali, dan itu menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya karena Hayati karam bersama kapal Van Der Wijck.

Habibie mengejar mimpinya untuk menjadi ahli pesawat terbang dengan melanjutkan pendidikannya di Jerman. Di tahun 1962, Habibie yang tengah pulang ke tanah air bertemu dengan Ainun, teman masa sekolahnya yang kini berprofesi sebagai dokter. Keduanya lantas saling menaruh hati, dan akhirnya menikah.

Habibie lalu membawa Ainun ke Jerman untuk menemaninya bekerja hingga meraih gelar doktor. Karir Habibie sebagai insinyur di Jerman pun cukup sukses dan cemerlang. Hingga beberapa tahun kemudian, Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soeharto memanggil Habibie untuk pulang.

Di sepanjang perjalanan karirnya di tanah air, Habibie sempat menduduki jabatan Menristek, Wakil Presiden, hingga menjadi Presiden ketiga Republik Indonesia. Di balik itu semua, ada sosok Ainun yang menemani jatuh bangun perjuangannya. Namun, tak lama setelah Habibie berhenti dari masa jabatannya, Ainun divonis mengidap kanker ovarium dan menghembuskan napas terakhirnya di tahun 2010.

Film ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata Presiden Indonesia ke 3, BJ Habibie beserta sang istri, Hasri Ainun Habibie. Di sepanjang film berdurasi 118 menit ini, kita akan melihat kisah cinta yang sangat inspiratif dan penuh haru. Film ini sukses besar, dan berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di antaranya Piala Citra untuk beberapa kategori.

Di dunia penerbangan, ada istilah “Critical Eleven” yang merujuk pada 11 menit paling kritis dalam penerbangan: 3 menit pasca lepas landas dan 8 menit sebelum mendarat. Istilah ini diadaptasi dalam kisah cinta Ale dan Anya, yang bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney dalam film ini.

Pertemuan ini menciptakan kesan mendalam, khususnya dalam 11 menit kritis tersebut, yang menentukan jalannya hubungan mereka. Saat pertama kali bertemu, dimana Anya langsung terpikat  pada Ale dalam 3 menit pertama. Mereka lalu menghabiskan waktu selama penerbangan dengan percakapan dan tawa, sampai puncaknya pada 8 menit terakhir sebelum berpisah.

Pertemuan itu ternyata juga menanamkan keyakinan dalam hati Ale untuk mendapatkan hati Anya. Setelah pertemuan itu, keduanya pun memutuskan untuk bersama, melangkah ke jenjang pernikahan.

Namun, kehidupan pasca pernikahan mereka di New York menghadirkan tantangan, termasuk kehamilan Anya dan sebuah insiden yang menguji hubungan mereka. Mereka harus menghadapi ego dan keraguan, serta kehadiran seseorang dari masa lalu Anya.

Dilan 1990 merupakan film yang diadaptasi dari novel populer berjudul sama karya Pidi Baiq. Film ini menyajikan narasi romantis dari dua sejoli yang berlatar di tahun 1990an.

Milea (Vanesha Prescilla) baru saja pindah dari Jakarta ke sebuah sekolah di Bandung. Suatu pagi, seorang siswa bernama Dilan (Iqbaal Ramadhan) mengajak Milea berkenalan. Gaya perkenalan Dilan yang tidak biasa membuat Milea tertarik dengan siswa yang terlihat ‘tengil’ itu.

Dilan bisa dibilang sangat unik, romantis, dan juga cerdas. Sayangnya, ia juga terkenal sebagai murid yang nakal dan merupakan ketua geng motor yang cukup dikenal di Bandung pada waktu itu.

Di sisi lain, Milea sudah memiliki pacar di Jakarta, yaitu Beni. Namun, sifat Beni yang terlalu posesif dan kasar membuat Milea memutuskannya. Setelah itu, Milea dan Dilan semakin dekat hingga akhirnya resmi berpacaran. Walau begitu, hubungan mereka tidak selalu lancar. Lika liku hubungan Milea dan Dilan bisa kamu saksikan secara lengkap di film ini. Tonton sekarang juga!

Mengisahkan kehidupan seorang mahasiswa Indonesia yang tinggal di Kairo, pria tersebut bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq (Fedi Nuril). Fahri sedang mengejar gelar masternya di Al-Azhar, pria ini dikenal sebagai sosok yang ramah, sopan dan baik hati.

Tanpa Fahri sadari, ternyata para wanita yang ada di dekatnya telah jatuh cinta padanya. Mulai dari Maria (Carissa Putri) gadis yang tinggal dalam gedung flat yang sama dengannya, Nurul (Melanie Putria) teman sekolahnya, hingga Noura (Zaskia Adya Mecca). Hingga suatu hari, sang guru mengatakan bahwa Fahri sudah siap menikah, dan menyarankannya untuk taaruf.

Pada awalnya Fahri merasa dirinya belum layak, karena ia berasal dari keluarga sederhana dan belum memiliki pekerjaan tetap. Tapi berkat dukungan dari para sahabat, Fahri akhirnya melakukan taaruf dengan gadis pilihan gurunya, Aisha (Rianti Cartwright), wanita pemberani yang menarik hatinya. Keduanya pun menikah dan memulai hidup bersama.

Tidak lama berselang, berbagai ujian pun datang, mulai dari keluarga Nurul yang meminta Fahri untuk menikahi putrinya, hingga Fahri yang dituduh memperkosa Noura. Balada rumah tangga Fahri dan Aisha pun makin bergejolak. Lantas, bagaimana akhir kisah Fahri dan Aisha? Dipenuhi dengan kisah haru, kamu disarankan untuk menyiapkan tisu sebelum menyaksikan film ini!

Teman Tapi Menikah mengisahkan kisah persahabatan antara Ditto dan Ayu yang berujung menjadi cinta. Ayu yang tomboy ternyata telah menarik hati Ditto, namun Ditto tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya karena Ayu hanya menganggapnya sebagai sahabat.

Mereka sudah berteman sejak zaman SMP dan Ditto selalu ada untuk mendengarkan kisah cinta Ayu yang berliku. Bahkan ada waktu di mana mereka sempat double date, tapi perasaan Ditto pada Ayu selalu tidak pernah berubah.

Banyak cara yang Ditto lakukan demi selalu berada dekat Ayu, tapi semua usahanya itu dianggap biasa saja oleh sang sahabat. Perasaan Ditto pun makin tak menentu ketika pada suatu hari Ayu bercerita akan menikah dengan pacarnya. Akankah Ditto menghentikan rencana Ayu dan mengungkapkan perasaannya selama ini?

Film ini merupakan film adaptasi buku karya Ayudia Bing Slamet dan suaminya yang menceritakan perjalanan kisah cinta mereka mulai dari teman hingga akhirnya menikah. Kini Ayudia telah menikah dengan sahabatnya yang dikenal dengan nama Ditto Percussion.

Dua remaja SMA, Nathan (Jefri Nichol), dan Salma (Amanda Rawles), memiliki karakter yang sangat berbeda. Nathan dikenal sebagai siswa yang nakal, sementara Salma adalah siswi yang berprestasi.

Namun, Nathan mulai jatuh cinta pada Salma ketika dia membantu Salma lolos dari hukuman karena terlambat ke sekolah. Meski Salma berusaha menjaga jarak, Nathan tetap mengejarnya dengan terang-terangan.

Seiring berjalannya waktu, Salma pun mulai luluh dengan perhatian Nathan. Di sisi lain, Nathan juga berusaha memperbaiki dirinya demi Salma. Sayangnya hubungan mereka terganggu ketika orang tua Salma tidak menyetujui hubungan ini. Nathan dan Salma pun harus mencari jalan keluar atas permasalahan yang mereka hadapi.

Dear Nathan adalah salah satu film adaptasi novel karya Erisca Febriani yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para penggemar film romantis remaja. Film ini menjadi salah satu film remaja romantis yang sangat digandrungi pada masanya.

Heart adalah film arahan Hanny Saputra yang sempat menjadi film romantis penuh haru yang sangat booming saat pertama dirilis. Film ini menarasikan kisah pengorbanan, persahabatan, dan cinta segitiga, juga menghadirkan akting yang kuat dari para pemeran utamanya.

Dikisahkan Rachel dan Farel sudah bersahabat sejak kecil, mereka sering bermain basket bersama. Namun, persahabatan mereka diuji ketika Farel jatuh cinta pada Luna, gadis cantik yang baru mereka kenal. Rachel yang tomboi dan cuek pun berusaha membantu Farel untuk meluluhkan hati Luna, padahal dirinya sendiri menyukai sang sahabat.

Perasaannya yang semakin dalam malah tanpa sadar membuat Rachel rela mengubah penampilannya menjadi feminin, seperti Luna. Sayangnya, Farel malah memandang Rachel aneh.

Saat Farel berhasil menjalin hubungan dengan Luna, Rachel pun frustasi. Ia berlari kencang sampai mengalami sebuah kecelakaan. Di saat bersamaan, kondisi kesehatan Luna juga semakin menurun. Gadis ini ternyata mengidap penyakit serius yang berhubungan dengan hatinya. Akan seperti apa kisah cinta segitiga ini berakhir?

Kisah Eiffel… I’m in Love berpusat pada Tita, seorang gadis remaja yang memiliki ibu sangat protektif. Tita bahkan tidak diizinkan untuk pergi jalan-jalan ke mal bersama teman-teman sekolahnya tanpa diantar oleh sopirnya. Dan jika ingin pergi ke mal, ia harus ditemani ibunya.

Suatu hari, teman ibu Tita datang dari Perancis bersama anak laki-lakinya yang seumuran dengan Tita, yakni Adit. Kemudian Tita tahu bahwa orang tuanya berencana untuk menjodohkan Tita dengan Adit. Tita tentu merasa bingung karena pada saat itu sebenarnya dia sudah memiliki pacar, yaitu Ergi.

Singkat cerita, ternyata Ergi ketahuan berselingkuh. Adit pun berusaha menghibur Tita dengan mengajaknya nonton ke bioskop. Saat itu, Tita sudah mulai memiliki perasaan untuk Adit karena ternyata Adit perhatian dan baik. Namun ketika Tita mulai menyukai Adit, ternyata Adit harus kembali ke Perancis. Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta antara Tita dan Adit?

Film Eiffel…I’m in Love telah meraih banyak penghargaan, termasuk Most Favorite Movie di MTV Indonesia Movie Award pada tahun 2004. Pemeran utamanya, Samuel Rizal, juga meraih penghargaan Best Actor di ajang yang sama.

Antologi Rasa merupakan film drama romantis asal Indonesia yang rilis di tahun 2019, di bawah arahan sutradara kondang Rizal Mantovani. Film yang dibintangi oleh Carissa Perusset, Refal Hady, Atikah Suhaime, dan Herjunot Ali sebagai bintang utamanya ini menceritakan tentang kisah cinta pelik yang terjadi antara mereka berempat.

Keara (Carissa Perusset), Ruly (Refal Hady), Denise (Atikah Suhaime), dan Harris (Herjunot Ali) merupakan empat sahabat yang bekerja di bidang yang sama. Kedekatan mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun ternyata mengubah sudut pandang masing-masing; dari hanya sebatas teman sampai di tahap ingin memiliki sebagai pasangan.

Keara sangat yakin cinta sejatinya itu adalah Ruly, ia berjuang untuk mendapatkan pria tampan itu meski dirinya tahu Ruly punya perasaan dengan Denise. Konyolnya, Ruly pun tahu kalau Denise sudah menikah, namun ia tetap menyukainya. Bak benang kusut, Harris menaruh perasaan pada Keara. Lantas bagaimana keempatnya menghadapi problematika percintaan ini?

Diangkat dari kisah nyata, film arahan film arahan Rudi Soedjarwo ini bercerita tentang kerusuhan berdarah di Mako Brimob pada 2018. Kisahnya berfokus pada Adji (Nicholas Saputra) dan Nani (Arie Tatum), pasangan muda yang sedang menikmati indahnya rumah tangga. Kebahagiaan mereka pun semakin lengkap saat Nani diketahui sedang mengandung anak pertama.

Namun di balik senyum bahagia Nani, tersirat rasa cemas dan khawatir tatkala suaminya pergi bekerja. Sebenarnya Adji adalah anggota dari satuan khusus anti teroris di kepolisian, sehingga tugasnya cukup berbahaya. Apalagi ada banyak berita tidak mengenakkan tentang polisi yang tewas saat bertugas.

Suatu hari, Nani menonton siaran televisi mengenai aksi kerusuhan di Mako Brimob. Para teroris ganas itu melakukan penyerangan dan penyekapan terhadap para polisi yang berada di lokasi. Namun, Nani tidak tahu kalau salah satu korbannya adalah sang suami. Dan setelah mengetahui kabar mengenai Adji, dunia Nani pun mulai runtuh.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *