10 Film Terbaru Tentang Suku Kanibal yang Mengerikan

Film mengenai suku kanibal selalu punya jalan cerita yang menarik ditambah dengan banyak adegan mengerikan. Elemen-elemen tersebut membuat film dengan tema ini sangat digandrungi, terutama oleh pencinta film gore.

Meski tidak sebanyak film horor umum dari segi jumlah, film bertemakan suku kanibal berhasil memberikan kengerian yang berbeda saat ditonton. Nah, bila kamu mencari referensi film bertema ini, berikut Bacaterus berikan daftarnya diurutkan dari yang terbaru. Yuk, simak ada film apa saja!

Pada tahun 2009, penulis David Grann merilis sebuah buku biografi epik tentang seorang mayor dari Inggris yang hilang di pedalaman hutan Amazon ketika ia sedang dalam sebuah misi besar. Kisah itu menarik perhatian sutradara James Gray untuk dibuatkan versi filmnya yang berjudul The Lost City of Z yang rilis di tahun 2016 silam.

Mengambil setting tahun 1905, seorang mayor asal Inggris, Percy Fawcett (Charlie Hunnam) yang dikenal ahli dalam keterampilan berburunya, diminta oleh Royal Geographical Society untuk mengamati perbatasan antara Bolivia dan Brasil. Selama menjalankan misi, Percy menemukan tanda-tanda tentang sebuah kota legendaris yang berada di hutan Amazon.

Hal ini menarik perhatian Percy sehingga setelah misi mata-mata selesai, ia fokus dalam misi selanjutnya yakni menemukan kota legendaris tersebut dengan ekspedisi yang didanai oleh John D. Rockefeller Jr.

Sayangnya tak lama setelah Percy masuk Amazon, ia dinyatakan menghilang dan membuat rekan-rekannya yang lain mulai melakukan pencarian. Hutan ini diceritakan menjadi rumah bagi para suku kanibal.

Bone Tomahawk adalah film drama Barat tahun 2015 yang menceritakan tentang seorang sheriff yang berusaha menyelamatkan tawanannya dari klan penduduk asli Amerika yang mengerikan. Film karya sutradara S. Craig Zahler ini dibintangi oleh Kurt Russell sebagai pemeran utamanya bersama dengan aktor Hollywood lainnya.

Dua orang perampok yakni Purvis (David Arquette) dan Buddy (Sid Haig) tak sengaja menemukan sebuah situs pemakaman penduduk asli Amerika yang disembunyikan. Hal ini lantas memicu pengejaran dari suku Troglodytes yang terkenal sebagai suku kanibal. Purvis pun melarikan diri ke sebuah kota kecil bernama Bright Hope.

Sayangnya pelarian itu malah membuat beberapa orang di kota jadi ikut-ikutan dikejar suku kanibal tersebut. Akhirnya sheriff kota, Franklin Hunt (Kurt Russell) mencoba menyelamatkan mereka dari kejaran suku Troglodytes. Tidak sendiri, ia bekerja sama dengan penembak jitu Brooder (Matthew Fox) dan Deputi Chicory (Richard Jenkins).

Ternyata niat baik tidak selamanya akan dibuat mulus ya jalannya? Seperti yang terjadi dalam film The Green Inferno ini, di mana sekelompok muda mudi dengan niat mulia malah jadi harus berhadapan dengan suku kanibal yang siap memangsa mereka.

Film The Green Inferno ini terinspirasi dan menjadi penghormatan pada film-film kanibal Italia pada akhir tahun 1970-an dan awal tahun 80-an. Kisah awalnya dimulai ketika sekelompok mahasiswa berangkat ke hutan Amazon di Peru untuk melakukan protes terhadap perusahaan petrokimia yang mencemari hutan dan membabat pohon secara sembarangan.

Semua aksi itu mereka tampilkan di YouTube dan berhasil. Mereka pun mendapatkan banyak perhatian. Namun sayang begitu mereka hendak kembali; sebuah insiden terjadi. Pesawat yang mereka tumpangi jatuh di pedalaman hutan Amazon, jauh dari titik terdekat keramaian.

Para mahasiswa yang terdiri dari Alejandro (Ariel Levy), Kara (Ignacia Allamand), Justine (Lorenza Izzo) dan yang lainnya pun terjebak di wilayah suku kanibal. Pilihan mereka kini hanya dua: berusaha kabur, atau menjadi bagian dari suku tersebut.

Sejak awal tahun 1990-an, film dengan premis kanibalisme sudah santer di pasar film. Hal ini ternyata masih laku untuk dijadikan bahan film di masa kini; salah satu contohnya Welcome to the Jungle yang tayang tahun 2007.

Mandi (Sandy Gardiner), Colby (Callard Harris), Mikey (Nick Richey), dan Bijou (Veronica Sywak) pergi ke Papua Barat Daya dari pulau Fiji untuk mencari keberadaan putra dari Gubernur New York Nelson Rockefeller, yang menghilang pada tahun 1961, Michael Rockefeller. Apabila berhasil menemukan Michael dan melakukan wawancara, hasilnya akan dijual ke tabloid dengan harga mahal.

Mereka telah melewati banyak tantangan namun berhasil melaluinya. Sampai di satu hutan, keempatnya terlibat cekcok dan mulai mengganggu suku kanibal sekitar. Hasilnya, keempatnya masuk dalam target buruan suku tersebut. Kini mereka harus bisa kabur sebelum satu per satu jadi santapan makan malam di pulau itu.

Untuk para penggemar film dengan pertumpahan darah, maka Wrong Turn bisa jadi bahan rekomendasi tontonan akhir pekan kalian. Film di bawah arahan sutradara Rob Schmidt ini menggambarkan kisah sadis suku kanibal yang melumat manusia dengan cara gamblang dan menyeramkan. 

Kisahnya dimulai dengan sekelompok muda mudi yang tengah dalam perjalanan menggunakan dua mobil berbeda. Sayang, karena salah baca map, kedua mobil itu salah belok dan masuk ke dalam hutan terpencil di wilayah Virginia Barat. Bak jatuh tertimpa tangga, salah satu mobil itu menabrak kawat berduri dan membuat mobil oleng ditabrak mobil lainnya.

Dengan keadaan mobil rusak tak bisa terpakai, mereka pun terdampar. Sebagian besar muda mudi itu memilih untuk berjalan kaki guna mencari bantuan, tanpa mereka sadari, kawat berduri yang mereka tabrak adalah perangkap suku kanibal di wilayah itu. Kini mereka berenam menjadi incaran makan malam para kanibal.

Ternyata selain mampu menjadi agen 007, aktor sekaliber Pierce Brosnan bisa juga memerankan karakter orang serba kesusahan seperti yang ia lakoni dalam film Robinson Crusoe. Kisah dalam film ini diangkat dari novel berjudul sama karya penulis Daniel Defoe mengenai usaha seorang pria untuk bertahan hidup di pulau asing.

Pria bernama Robinson Crusoe (Pierce Brosnan) itu mengalami kecelakaan ketika sedang mengantar kargo antar pelabuhan. Topan menghantam kapalnya dan tenggelam membuat ia terombang-ambing dan terdampar di pulau asing perairan New Guinea.

Ketegangan mulai muncul ketika dirinya menyadari bahwa di lokasi yang sama terdapat suku kanibal yang siap memakan korban. Ingin tahu cerita selengkapnya? Tonton sendiri filmnya, ya!

Cannibal Women in the Avocado Jungle of Death adalah film komedi dibalut sedikit thriller karya sutradara J.F. Lawton yang sekaligus menjadi penulis naskahnya. Film ini menceritakan tentang pemerintah Amerika Serikat yang hendak memastikan persediaan alpukat di negaranya terkendali dengan mengambil pasokan dari hutan yang dijaga oleh para suku dalam.

Suku dalam itu terkenal dengan sebutan Perempuan Piranha yang menjaga hutan alpukat dimana persediaan buah negara AS berada disana. Pemerintah ingin membujuk para Perempuan Piranha tersebut untuk direlokasi. Namun usaha itu sulit mengingat mereka memiliki ritual dimana para lelaki hanya bisa dijadikan santapan mereka.

Akhirnya Pemerintah menunjuk Profesor Margo (Shannon Tweed) untuk melakukan pendekatan antara perempuan dengan perempuan. Tak sendiri, Profesor Margo pun mengajak serta dua rekannya. Dalam perjalanannya tersebut, ketiganya menghadapi berbagai bahaya dan bertemu dengan suku saingan wanita kanibal.

Mampukah Profesor Margo menjalankan misinya hingga berhasil dan pulang dengan selamat?

Film horor eksploitasi kanibal Italia tahun 1981, Cannibal Ferox, ditulis dan disutradarai oleh Umberto Lenzi. Film ini dinilai sangat kejam dan tidak layak tayang bahkan di-banned oleh lebih dari 30 negara. Kisahnya sendiri tentang usaha sekelompok muda-mudi untuk mempelajari tentang mitos kanibalisme yang berakhir petaka.

Rudy (Danilo Mattei) dan Gloria (Lorraine De Selle) bersama teman mereka Pat (Zora Kerova) merupakan anggota antropolog. Mereka ingin mempelajari tentang suku kanibal asli di pedalaman hutan Kolombia. Namun saat sampai di hutan tersebut, mereka malah menemukan suku asli tersebut dijadikan budak bagi para kelompok mafia narkoba.

Kebingungan, ketiganya tetap melanjutkan ekspedisi mereka. Sampai satu waktu, para suku asli kanibal yang merasa lelah dijadikan budak mulai melakukan perlawanan. Hal tersebut tidak disadari kelompok pengedar tersebut. Begitu pertumpahan darah dimulai, ketiga antropolog itu jadi ikut terlibat dalam siksaan sadis dari para suku kanibal tersebut.

Nampaknya perjalanan ke hutan pedalaman seperti Amazon memang harus super hati-hati ya? Masalahnya apabila kita tak sengaja ‘mengganggu’ suku asli sana yang terkenal akan sifat kanibalnya, maka kita harus terima akibatnya; jadi santapan mereka. Hal ini yang jadi fokus utama dalam film Cannibal Holocaust yang tayang di tahun 1980 silam.

Kisahnya dimulai saat seorang kru film dokumenter asal Amerika hilang di pedalaman hutan hujan Amazon. Hal ini jelas membuat para kru lain mencoba untuk menyelamatkannya; namun karena keterbatasan mereka tentang hutan tersebut, akhirnya mereka meminta bantuan dari ahlinya, yakni seorang antropolog bernama Harold Monroe (Robert Kerman).

Harold Monroe memimpin misi penyelamatan sedangkan kru lain mengambil rekaman sebagai dokumentasi mereka. Naas, misi tersebut ternyata dianggap ‘mengganggu’ para suku asli. Hasilnya, nasib Harold dan yang lain ada di tangan suku asli tersebut yang merupakan kelompok kanibal. Apakah Harold bisa membujuk para suku tersebut untuk tidak menyantap mereka?

Kembali datang dari Italia, Last Cannibal World adalah film eksploitasi kanibalyang mengudara di pasar film pada tahun 1977. Film karya sutradara Ruggero Deodato ini menceritakan tentang upaya seorang pria untuk menyelamatkan diri dengan cara kabur dari hutan yang berisikan kelompok kanibal yang siap melumat dirinya hidup-hidup.

Kisahnya dimulai dengan sebuah ekspedisi yang dilakukan oleh dua anggota dari sebuah perusahaan minyak yakni Rolf (Ivan Rassimov) dan Robert (Massimo Foschi) ke sebuah hutan di pulau Mindanao. Naas, saat mendarat, pesawat mereka rusak parah. Mereka pun mencari bantuan ke kamp sebelumnya yang tiba lebih awal.

Betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui para anggota lain sudah tewas membusuk. Keduanya lantas yakin bahwa ini merupakan ulah suku dalam yang kanibal.

Rolf dan Robert pun mencoba melarikan diri dengan mendayung rakit ke pusat keramaian terdekat, sialnya perahu malah pecah membuat keduanya terpisah dan harus menghadapi suku kanibal yang tersebar dimana-mana hanya seorang diri.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *