Satgas Pangan Dinilai Perlu Diperkuat Menjaga Stabilitas Harga Beras

ILUSTRASI. Buruh pelabuhan membongkar beras impor asal Thailand dari kapal kargo di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/32024).

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Urusan Logistik (Bulog) melaporkan bahwa harga beras sudah mulai stabil dan normal kembali. Pasalnya, pasokan beras di Pasar Induk Johar Karawang mulai masuk dari Jawa Tengah yang surah masuk masa panen raya.

“Masyarakat tak perlu khawatir kini harga mulai normal dan stabil. Harga beras premium yang kemarin sempat tembus Rp17 ribuan saat ini bertahap mulai turun dan kembali ke harga di kisaran Rp14 ribuan. Begitu juga beras medium harga mulai stabil,” kata Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi dalam keterangannya dikutip Sabtu (2/3).

Bayu mengatakan, pasokan beras mendekati normal menjelang Ramadhan dan Idul Fitri sehingga masyarakat tak perlu risau. Kebutuhan beras Indonesia pada 2024 mencapai 31,2 juta ton, dan sudah terpenuhi hingga Juni mendatang. Menurutnya, pasokan sudah aman untuk enam bulan ke depan.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo menilai Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri perlu diperkuat untuk menjaga momentum ekspektasi turunnya harga beras sejalan dengan mulai bertambahnya pasokan dan panen raya.

Baca Juga: Harga Beras Melonjak, Laju Inflasi Terkerek Signifikan Jelang Bulan Ramadan

“Pengawasan terhadap pangan, seperti distribusi pangan itu harus diawasi oleh negara. Di situ peran satgas pangan. Sekarang ini sudah masuk masa panen, saya minta kepada pemerintah harus ketat mengawasi. Satgas sangat dubutuhkan,” kata dia, Sabtu (2/3).

Satgas Pangan juga perlu memiliki kewenangan mendapat dukungan dari pemerintah dalam melakukan operasi atau penelusuran terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan komoditas pangan strategis untuk kepentingan tertentu.

Firman menambahkan, masuknya beras impor yang bersamaan dengan panen raya juga perlu dikelola dengan baik sehingga distribusi harus diprioritaskan pada daerah yang belum mengalami panen raya.

“Jangan sampai beras beras impor didistribusikan di wilayah wilayah yang memang basis produk pertanian. Jadi harus mengendalikan distribusi impor kepada masyarakat, karena ini masuk masa panen,” ujarnya.

Selanjutnya: Novo Nordisk Indonesia Mendorong Edukasi Terkait Obesitas

Menarik Dibaca: 6 Ciri-Ciri Wajah Terkena Merkuri yang Harus Anda Waspadai, Stop Sekarang!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *