Percepatan pemerataan konektivitas dan talenta kunci digitalisasi Aceh

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan percepatan pemerataan konektivitas dan penciptaan lebih banyak talenta menjadi kunci dari kesuksesan mendigitalisasi Provinsi Aceh.

Terkait dengan pemerataan konektivitas, Nezar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan Kementerian telah mempercepat pembangunan konektivitas jaringan internet untuk daerah-daerah yang masih tergolong blankspot (tidak terjangkau sinyal telekomunikasi) di Aceh.

“Memang itu hal yang paling dasar terutama soal infrastruktur yang berkaitan dengan konektivitas yang ada di Aceh,” ujar Nezar.

Baca juga: Anjuran ATSI kurangi BHP jadi insentif 5G dinilai realistis

Kementerian Kominfo terus berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Pemerintah Provinsi untuk memetakan titik di Aceh yang masih dalam kondisi blankspot. Komunikasi intens telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo dan Nezar mengatakan bahwa direktorat tersebut telah diminta untuk melakukan percepatan pengurangan blankspot area bisa ditindaklanjuti.

“Kalau tidak salah, sekitar 100 lokasi blankspot,” kata Nezar.

Apabila blankspot itu termasuk dalam kategori daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) maka penugasan pembangunan infrastruktur digital akan diberikan kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo. Sementara apabila blankspot masuk dalam kategori wilayah komersil, maka koordinasi akan dilakukan dengan dengan penyelenggara layanan telekomunikasi seluler agar pelaku usaha dapat segera memfasilitasi akses konektivitas di daerah tersebut.

Selain menyiapkan infrastruktur yang diharapkan semakin mudah diakses, Kementerian Kominfo juga berupaya menyukseskan digitalisasi nasional termasuk di Aceh dengan cara mencetak talenta-talenta digital. Pencetakan talenta digital dilakukan agar masyarakat dapat lebih optimal dalam memanfaatkan konektivitas digital yang telah disediakan.

Salah satu kalangan yang ditargetkan untuk menjadi talenta digital ialah mahasiswa dari perguruan tinggi. Nezar mengajak para mahasiswa untuk bisa terbuka menerima edukasi terkait perkembangan teknologi masa kini.

“Gunakan kesempatan ini untuk belajar memperluas cakrawala tentang perkembangan sains dan teknologi tentunya terutama soal digital,” kata Nezar memberikan pesan.

Digitalisasi memungkinkan setiap orang menjalin koneksi melampaui batas teritorial wilayah. Oleh karena itu, digitalisasi menekankan arti penting pendidikan dan penguasaan kompetensi dasar sebagai bekal dalam bekerja.

Perkembangan dunia digital membutuhkan penguasaan teknologi yang mumpuni sehingga bisa menciptakan inovasi-inovasi baru.

Baca juga: BAKTI Kominfo targetkan 2025 semua desa miliki konektivitas digital

Baca juga: Dirjen IKP nilai penetrasi internet di Indonesia kian meningkat

Baca juga: Lelang frekuensi hasil dividen digital ASO diadakan pada 2024

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2024

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *