Program Prakerja Dibuka Kembali, Anggaran Rp 5 T, Target Peserta 1,14 Juta Orang

ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program prakerja telah terbukti efektif dalam membantu masyarakat luas untuk mendapatkan pekerjaan juga meningkatkan semangat belajar melalui digitalisasi.

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah membuka lagi program prakerja pada tahun 2024 ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program prakerja telah terbukti efektif dalam membantu masyarakat luas untuk mendapatkan pekerjaan juga meningkatkan semangat belajar melalui digitalisasi.

Di tahun 2023 saja dengan skema normal, angka kepesertaan lebih tinggi 14,29% dari target awal, dampak mengenai peningkatan peluang kerja ini juga dikonfirmasi oleh studi Definit dari ADB dimana angkanya mencapai 95%.

“Pada hari ini, dibuka gelombang baru penerima prakerja. Dengan target peserta sebesar 1,148 juta. Kuota ini akan dieksekusi secara bertahap oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP),” ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/2).

Airlangga yang juga Ketua Komite Cipta Kerja menjelaskan, sejak awal tahun 2024, pendaftaran akun prakerja melalui laman www.prakerja.go.id sudah dibuka. Hal ini penting karena menjadi salah satu syarat untuk gabung gelombang prakerja. Pembukaan gelombang prakerja sendiri akan dilakukan serentak untuk seluruh Indonesia pada pukul 19.00 WIB hari ini.

“Kami berharap kita bisa menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan memanfaatkan sarana yang diberikan pemerintah melalui prakerja, ayo buat akun sekarang di prakerja.go.id. Juga untuk lembaga pelatihan khususnya perusahaan yang memiliki corporate university, mari bergabung dalam ekosistem prakerja, mari berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja kita,” jelas Airlangga.

Head Komunikasi Prakerja Lydia menambahkan, alokasi anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan program prakerja dengan target 1,148 juta adalah Rp 5 triliun. “Anggaran yang dialokasikan Rp 5 triliun,” ujar Lydia saat dikonfirmasi Kontan, Jumat (23/2).

Baca Juga: Program Prakerja Resmi Berlanjut di Tahun 2024

Penyelenggaraan di tahun ini juga ditingkatkan kualitasnya dengan adanya moda pelatihan tambahan yang mendukung fleksibilitas dan aksesibilitas khususnya untuk peserta dari Indonesia Timur yang memiliki perbedaan waktu, yaitu diaktifkannya kembali pelatihan asynchronous.

Adapun untuk dapat menerima beasiswa pelatihan melalui program reguler “Gabung Gelombang Prakerja”, terdapat beberapa syarat diantaranya : 

  • Belum pernah menjadi Penerima Program Kartu Prakerja. 
  • WNI berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 64 tahun.
  • Tidak sedang menempuh pendidikan formal.
  • Sedang mencari kerja, pekerja/buruh yang terkena PHK, atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, seperti pekerja/buruh yang dirumahkan dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro & kecil.
  • Bukan Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, Prajurit TNI, Anggota Polri, Kepala Desa dan perangkat desa dan Direksi/Komisaris/Dewan Pengawas pada BUMN atau BUMD.
  • Maksimal 2 NIK dalam 1 KK yang menjadi Penerima Program Kartu Prakerja.  

Selanjutnya: Pemerintah Pastikian Program Makan Siang dan Susu Gratis Masuk APBN 2025

Menarik Dibaca: Begini Kondisi Sinar UV Berbahaya di Indonesia Pada Sabtu (24/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *