20 Film Indonesia Terbaru yang Wajib Ditonton di 2024

Kualitas dunia perfilman tanah air semakin meningkat dengan pesat. Setiap bulan, film-film nasional baru bermunculan dengan kisah, pengambilan gambar, dan kemampuan akting pemeran yang tak kalah dengan produksi internasional. Bahkan, beberapa judul film Indonesia telah berhasil meraih perhatian jutaan penonton.

Jika kamu salah satu penggemar film-film Indonesia, Bacaterus akan memberikan ulasan tentang judul-judul film terbaru yang baru saja mempercantik layar kaca tanah air. Agar tidak ketinggalan informasi mengenai film-film nasional terkini, mari simak daftarnya berikut ini!

Judul film ini terdengar tidak asing, bukan? Ya, benar! Film ini merupakan spin-off dari film Dealova yang sangat populer di tahun 2005. Meski punya formulasi yang sama, kisahnya dikemas dalam versi yang modern dengan tokoh-tokoh baru yang diperankan aktor muda seperti Givina Lukita, Pradikta Wicaksono dan Harris Illano Vriza. Film ini berputar pada kisah cinta dari karakter mereka.

Seorang anak SMA bernama Libby (Givina Lukita) memiliki ambisi besar untuk menjuarai kompetisi basket antar sekolah. Demi mengasah kemampuannya, ia nekat meminta bantuan Tama (Harris Illano Vriza), mantan atlet basket yang terkenal ketus dan suka bikin ulah.

Namun, Ibunya ternyata melarang Libby bermain basket, sehingga Libby harus berpura-pura menjadi anggota cheerleaders untuk terus memainkan hal yang disukainya itu. Dan untuk mewujudkan mimpinya, Libby bersekongkol dengan Abi (Pradikta Wicaksono), sahabatnya, bahkan berpura-pura menjalin hubungan asmara dengan Abi.

Di tengah perjuangannya meraih prestasi, Libby malah terjebak dalam cinta segitiga. Abi, yang sebenarnya memiliki perasaan padanya, harus bersaing dengan Tama yang juga mulai menunjukkan perhatian pada Libby.

Di balik profesinya yang sakral, seorang pemandi jenazah menyimpan rahasia kelam, dan film Pemandi Jenazah menyoroti fenomena ini. Film arahan Hadrah Daeng Ratu ini membawa kita mengikuti kisah dari Lela (Aghniny Haque), seorang gadis yang mewarisi tugas mulia memandikan jenazah di desanya.

Awalya tugas ini Lela lakukan bersama ibunya, Bu Siti (Djenar Maesa Ayu), yang sudah lama menggeluti profesi tersebut. Namun, ketika sang ibu ditemukan tewas, hanya tersisa Lela yang bertugas menggantikan pekerjaan itu.

Kehidupan Lela berubah drastis saat ia melihat ibunya, Bu Siti, yang meninggal secara mendadak pada suatu malam. Ketika memandikan jenazah sang ibu, Lela menemukan keanehan di tubuh Bu Siti. Lebih anehnya lagi, setelah kematian Bu Siti, kasus kematian pun terjadi silih berganti di kampung tempat tinggal Lela. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pemandi Jenazah diangkat dari kisah nyata dan ditulis oleh Lele Laila. Lebih dari sekadar film horor, film ini mengajak kita merenungkan makna kematian dan sisi spiritual yang tersembunyi di balik ritual memandikan jenazah.

Lahir dari keluarga bermasalah membuat Ali Topan (Jefri Nichol) menemukan kedamaian dengan geng motornya. Meski tampak seperti anak berandalan, nyatanya Ali adalah siswa yang cukup pintar di sekolah. Namun, kehidupan Ali berubah ketika ia bertemu dengan seorang gadis bernama Karenina (Lutesha) yang juga karap dipanggil Anna.

Berbeda dengan Ali yang punya hidup “bebas,” kehidupan Anna sebagai putri dari keluarga konglomerat sangatlah terkekang. Namun karena sering bertemu, Ali dan Anna perlahan mengembangkan perasaan khusus, bahkan akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Sayang, perbedaan kelas sosial membuat hubungan mereka tidak direstui, terutama oleh orangtua Anna. Dari kekecewaan inilah Ali dan Anna berusaha untuk “kabur” dari kekangan orang tua mereka dengan melakukan perjalanan penuh tantangan melintasi pulau Jawa menggunakan motor demi mencari masa depan yang mereka inginkan.

Meski secara keseluruhan mengisahkan perjalanan cinta antara dua pemeran utamanya, film Ali Topan juga menarasikan banyak isu sosial yang kerap terjadi di masyarakat, termasuk untuk menyuarakan kebebasan penuh tanggung jawab pada para anak muda.

Kehadiran Pasutri Gaje memang cukup ditunggu oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi para penggemar webtoon karya Annisa Nisfihani yang menjadi bahan adaptasi. Tak hanya itu, cast bertabur bintang dan pengarahan dari Fajar Bustomi semakin menjamin menariknya film ini.

Premi Pasutri Gaje sebenarnya sangat sederhana, mengisahkan tentang pasangan Pegawai Negeri Sipil yang berusaha mempertahankan hubungan pernikahan mereka agar tetap harmonis di tengah banyaknya badai yang mendera.

Adimas (Reza Rahadian) dan Adelia (Bunga Citra Lestari) selalu tegar walau banyak dihadapkan dengan masalah sulit, misalnya ayah Adel yang tampak masih belum setuju dengan pernikahan mereka. Ada juga tuntutan untuk memperoleh keturunan padahal mereka sudah mencoba berkali-kali.

Cerita Pasutri Gaje tak hanya realistis menampilkan permasalah yang mungkin dialami banyak pasangan suami istri, namun penyampaiannya yang dikemas dalam humor yang pas dijamin membuat siapa pun yang menontonnya terhibur.

Umbara brothers sekali lagi membuktikan kapasitasnya dalam menghasilkan film-film horor berkualitas di Indonesia. Kali ini, mereka mengangkat kisah urband legend hantu Herlina yang populer di Lamongan, Jawa Timur, ke layar kaca dalam film berjudul Munkar.

Disutradarai oleh Anggy Umbara, filmnya mengeksplorasi sisi lain kehidupan di pondok pesantren, di mana meski kegiatannya belandaskan agama, tak mustahil kejadian menyimpang terjadi di lingkungan akademis tersebut. Anggy bersama penulis naskah, Evelyn Afnilia, menitikberatkan isu perundungan dalam kisahnya.

Dikisahkan Herlina selalu menjadi korban perundungan teman-temannya di pesantren. Karena tak kuat menahan perlakuan teman-temannya, gadis itu pun berusaha kabur dari pondok. Nahas, saat kabur ia malah tertabrak truk dan meninggal dunia.

Anehnya, beberapa hari setelah dinyatakan tewas, Herlina kembali dalam keadaan sehat ke pesantren. Tapi di sinilah kengerian dimulai, Herlina yang sekarang tampak berbeda mulai menebarkan teror di pesantren sebagai pembalasan atas tindakan teman-temannya dulu.

Hadir dengan genre komedi dan sedikit sentuhan horor, Agak Laen diambil dari nama podcast yang dijalankan oleh empat pemeran utamanya yakni Bene Dion, Indra Jegel, Boris Bokir dan Oki Rengga. Kalau kamu penggemar podcast tersebut, pasti senang melihat kuartet Agak Laen resmi merilis film mereka sendiri.

Dalam film ini, mereka berperan sebagai empat orang sahabat yang memiliki permasalahan ekonomi masing-masing. Boris, Bene, dan Jegel sebenarnya menjalankan sebuah usaha bersama, yakni menjadi penjaga sebuah rumah hantu di pasar malam. Tapi usaha ini mulai sepi dan terancam bangkrut.

Datang dengan ide brilian, Oki yang baru keluar dari penjara pun mengusulkan untuk merenovasi rumah hantu mereka dan membuatnya menjadi lebih “realistis”. Namun, masalah datang ketika salah seorang pengunjung terkena serangan jantung dan tewas di dalam rumah hantu mereka.

Karena terdesak, keempatnya memutuskan untuk mengubur jasad sang pengunjung di rumah hantu tersebut. Dan ketika polisi mulai menyelidiki, Oki cs melakukan berbagai cara konyol untuk menutupi kejadian sebenarnya.

Tak sedikit penggemar yang penasaran dengan kelanjutan kisah Dilan setelah akhirnya resmi berpisah dengan Milea. Rupanya lembaran kisah cinta sang mantan panglima geng motor asal kota Kembang yang super romantis ini berlanjut, terutama ketika ia akhirnya bertemu dengan seorang gadis bernama Ancika.

Ancika Mehrunisa Rabu adalah siswi SMA berusia 17 tahun yang terpaut usia cukup jauh dari Dilan, yang di tahun 1995 ini, sudah menjadi seorang mahasiswa. Pertemuan pertama keduanya di ulang tahun Kakek Ancika tidak meninggalkan kesan baik pada Ancika yang tidak suka dengan rumor tentang Dilan sebagai mantan anggota geng motor.

Anehnya setelah pertemuan ini, keduanya jadi kerap bertemu dalam berbagai situasi dan tanpa sadar, Acika serta Dilan pun perlahan jadi membangun hubungan pertemanan. Sejak awal sudah tertarik, Dilan berusaha dengan berbagai cara untuk menaklukkan hati pujaan hati barunya itu yang memiliki kepribadian jauh berbeda dari sang mantan kekasih.

Meski secara umur lebih muda, Ancika ternyata memiliki sifat yang sangat dewasa dan mandiri. Yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa Ancika tidak suka dengan konsep berpacaran. Lalu, akan seperti apa cara Dilan untuk mendapatkan hati Ancika?

Mengusung genre thriller, kisah Sehidup Semati sangat menyentil isu sosial yang melekat pada masyarakat Indonesia, yakni pandangan tentang lebih rendahnya derajat perempuan dibandingkan laki-laki. Ide brilian ini rupanya sudah ditulis oleh Upi Avianto sejak 13 tahun silam, namun baru terealisasikan saat ia bertemu dengan produser dari rumah produksi Starvision.

Kita juga akan kembali menyaksikan kepiawaian akting Laura Basuki yang sebelumnya sukses dengan film bertema sama, yakni Sleep Call. Di film ini, ia berperan sebagai seorang istri bernama Renata yang rumah tangganya tengah diguncang karena keanehan perilaku suaminya.

Renata selalu ditanamkan stigma bahwa kodrat seorang istri adalah untuk mengabdi dan menjaga keutuhan rumah tangga. Dan karena itulah ketika suaminya, Edwin, mulai menunjukkan perilaku abusive, Renata memilih pasrah karena tak mau rumah tangganya rusak.

Namun, kesabaran Renata sudah mencapai puncak ketika mencurigai suaminya berselingkuh dengan wanita yang dikabarkan hilang akhir-akhir ini, Ana. Meski sang suami terus menyangkal, Renata mencoba untuk membuktikan hal tersebut. Sayang, usahanya ini malah membuat Rena dihantui oleh teror tentang Ana dan kemarahan dari Edwin yang semakin menggila.

Menyajikan genre drama dan triller yang berkutat pada konflik cinta segitiga dalam rumah tangga, film Suami yang Lain berhasil disutradarai oleh John de Rantau. Ini menjadi film pertamanya yang mengangkat tema perselingkuhan serta prahara rumah tangga.

Kisah dalam film Suami yang Lain berputar pada pasangan suami istri, Danan Dimitri (Morgan Oey) dan Olivia Sastranegara (Acha Septriasa). Setelah 6 tahun menikah, pasangan ini belum juga dikaruniai keturunan. Hal ini pun membuat masing-masing keluarga mendesak mereka agar memiliki keturunan.

Merasa tak sanggup lagi menahan tekanan keluarga, juga karena pernikahannya mulai terasa hambar, Olivia pun meminta cerai pada sang suami. Danan sendiri tak mau hal itu terjadi, hingga akhirnya ia mengajak Olivia untuk pergi ke Jepang dalam rangka honeymoon.

Sayang, honeymoon mereka jadi terganggu ketika Danan harus kembali ke tanah air secepatnya karena urusan pekerjaan, meninggalkan Olivia sendirian di Jepang. Dari sinilah Olivia yang kesepian bertemu dengan pria bernama Jordy Anwar (Omar Daniel), dan perselingkuhan pun terjadi.

Sebagai seorang istri, Siti Raham sangat setia mendampingi Buya Hamka yang tengah berjuang menyatukan para ulama dan pihak militer di Sumatera Utara. Kesabarannya pun semakin diuji ketika sang suami harus masuk ke dalam bui karena tuduhan palsu melawan pihak pemerintah.

Siti Raham tak pernah menunjukkan kesedihannya, padahal hatinya sangat hancur ketika melihat Buya Hamka harus mendapatkan banyak fitnah bertubi-tubi. Namun, inilah yang menguatkan Buya Hamka. Cintanya pada Raham dan agama, membuat Buya Hamka pantang mundur untuk melanjutkan perjuangannya demi kemerdekaan dan berdakwah.

Hamkan & Siti Raham Vol.2 merupakan sekuel dari film Buya Hamka. Film ini merupakan film kedua dari trilogi Buya Hamka dan melanjutkan perjuangan Hamka untuk berdakwah sekaligus memperjuangkan kesatuan masyarakat Indonesia.

Meski harus dipenjara karena tuduhan palsu terlibat dalam pemberontakan presiden Soekarno, Buya Hamka tetap bertahan. Ia bahkan berhasil menuliskan buku yang paling berpengaruh dalam Pendidikan Islam, yakni Tafsir Al Azhar, yang ditulisnya selama dalam jeruji besi.

Terlahir di keluarga dengan pengajaran agama yang baik, Saleh, Fajar, Tyas dan Azizah selalu dididik dengan ketat oleh bapak mereka yang merupakan ustad terpandang di desa. Bila salah satu dari mereka melakukan hal-hal yang dilarang agama, Bapak tak akan segan untuk memberikan hukuman pada mereka.

Pada suatu malam, saat Saleh dan ketiga adiknya dalam perjalanan menuju kota untuk mengantar Tyas mengikuti kontes bernyanyi, mereka terseret arus sungai yang deras dan menghilang akibat hujan. Setelah beberapa hari, Saleh, Fajar dan Azizah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Tyas berhasil selamat dengan kondisi yang sangat kritis.

Diambang kematian, Tyas terbangun dan menemukan dirinya berada di sebuah tempat yang sangat menyeramkan. Inilah neraka yang sering sang ayah ceritakan. Dari sekian banyak pemandangan menyeramkan yang dilihatnya, Tyas tidak menduga kalau ia akan melihat Saleh, Fajar dan Azizah disiksa dengan sangat kejam.

Siksa Neraka merupakan film penutup arahan Anggy Umbara di tahun 2023. Film ini dipromosikan secara besar-besaran sepanjang tahun yang menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah. Film adaptasi dari komik populer tahun 70-an ini memiliki kualitas CGI yang cukup baik dan kisahnya sangat relate dengan kepercayaan umat muslim.

Raina (Luna Maya) memutuskan untuk pindah dari Jakarta ke Semarang bersama adiknya, Fey, untuk mengelola Hotel Ambar Mangun, hotel warisan sang ayah yang selama ini dikelola oleh kakek serta neneknya. Namun, pada suatu malam Raina mendengar sebuah tangisan dari kamar yang larang dimasuki di lantai tiga hotel.

Karena penasaran, Raina malah membuka pintu kamar tersebut dan melihat sesosok wanita berambut putih, berkulit putih, dan berpakaian putih mengucapkan suatu frasa misterius. Celakanya, ternyata seseorang yang membuka pintu kamar itu akan tewas mengenaskan dalam tiga hari di tengah malam.

Menyadari bahwa nyawanya terancam, Raina pun mencari bantuan kakek, nenek, adiknya dan mantan pacarnya, Ardo (Christian Sugiono), untuk menyelamatkan dirinya. Bisakah ia terbebas dari takdir mengerikan ini?

Kisah horor berbalut adegan gore yang disuguhkan film Panggonan Wingit dijamin akan membuat penontonnya ngeri. Menariknya lagi, narasi film ini ternyata diambil dari kisah nyata yang terjadi di salah satu hotel tua yang terletak di kota Semarang.

Sebagai seorang penulis skenario film, Bagus sangat ingin menuliskan cerita yang menarik. Sebuah ide pun muncul di benaknya setelah ia bertemu dengan seorang teman lamanya semasa sekolah, Hana. Meskipun tahu bahwa Hana baru saja menjadi janda, pertemuan itu membuat Bagus jatuh hati pada wanita tersebut.

Bagus mencoba memenangkan hati Hana dengan menuliskan skenario film bergenre romantis yang mengangkat kisahnya sendiri bersama Hana. Ia bahkan menggambarkan setiap sisi kehidupan para karakternya, termasuk kehidupan Hana yang menjadi muram setelah kehilangan suaminya.

Meskipun Bagus meyakini bahwa Hana akan tersentuh oleh kisah tersebut, ternyata dugaannya salah. Hana merasa marah besar karena Bagus tidak sepenuhnya memahami perasaan dan pengalaman yang tengah dihadapi olehnya. Lalu, mampukah Bagus memenangkan pujaan hatinya tersebut?

Dalam dunia film romantis Indonesia, duet Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir dianggap legendaris. Chemistry mereka yang tak tertandingi kembali hadir dalam film ini, mengobati kerinduan penonton akan aksi keduanya di trilogi Get Married. Selain itu, film ini juga memilih menggunakan format hitam-putih, memberikan nuansa yang berbeda pada kisahnya.

Sultan (Vino G. Bastian) dan adik perempuannya, Bilqis (Anya Geraldine), tidak menyangka bahwa mendiang ayah mereka meninggalkan hutang sebesar 300 juta yang harus dilunasi. Tak mau ibu mereka yang punya penyakit jantung dan gampang stres, Mamah Diah, tahu akan hal ini, keduanya mencoba berbagai pekerjaan untuk dapat mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Sampai suatu hari, saat Bilqis bekerja di sebuah panti pijat, ia melihat bagaimana para orang kaya bisa mendapatkan uang yang sangat banyak dalam waktu singkat hanya dengan bermain saham. Hal ini pun diberitahukannya pada Sultan, yang berhasil membuat sang kakak tertarik untuk melakukannya juga.

Namun, mempelajari ilmu tentang saham bukanlah hal yang mudah, keduanya melakukan berbagai upaya untuk menggali informasi tentang saham, mulai dari menjadi penangkap bola golf hingga memberikan obat tidur pada seorang miliarder hanya untuk tahu saham mana yang nilainya akan melonjak.

Kesulitan ini juga ditambah dengan kehadiran adik bungsu mereka, Aji (Alzi Markers), yang datang ke Jakarta untuk minta dibiayai kuliah. Lantas, berhasilkah Sultan dan Bilqis mendapatkan saham yang bagus dan bisa menutupi hutang ayah mereka?

Film ini merupakan sekuel dari Petualangan Sherina pertama yang dirilis pada tahun 2000. Sherina kini telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang jurnalis terkenal.

Di tengah persiapannya untuk meliput event besar World Economic Forum yang akan digelar di Swiss, Sherina harus menelan pil pahit karena secara tiba-tiba ia dipindahtugaskan untuk meliput kegiatan pelepasan orang utan di OUKAL—Orang Utan Kalimantan—sesuai perintah atasannya.

Setibanya di sana, Sherina dikejutkan dengan kehadiran Sadam, teman masa kecilnya yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Sadam yang merupakan Program Manager di OUKAL pun dengan sukacita mendampingi Sherina untuk peliputan tersebut. Tak lama, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, di mana OUKAL akhirnya melakukan pelepasliaran orang utan kembali ke alam.

Naas, sekelompok penjahat lalu menculik anak orang utan bernama Sayu, atas suruhan pasangan suami istri Syailendra dan Ratih, yang gemar mengoleksi satwa liar dan langka hanya untuk dijadikan ajang pamer. Sherina dan Sadam pun akhirnya memulai kembali petualangan mereka untuk menyelamatkan Sayu dan menangkap para penjahat tersebut.

Dengan kisah yang lebih relate dengan kehidupan orang dewasa, Petualangan Sherina 2 sukses membuat para penonton film pertamanya bernostalgia dan merasa sangat terhubung dengan para karakternya. Jika kamu ingin ikut mengenang memori masa lalu bersama Sherina dan Sadam, juga ingin sing along lagu-lagu dalam film Sherina yang ikonik, jangan sampai ketinggalan menonton Petualangan Sherina 2!

Dina (Laura Basuki) merupakan seorang pramugari yang terkenal di maskapainya karena kinerjanya yang baik. Namun begitu ia terlilit hutang dari pinjaman online ilegal, hidupnya menjadi buntu, ia terjebak dalam keadaan super sulit. Pamornya sebagai pramugari teladan pun perlahan tergerus membuat semuanya jadi tak terkendali.

Sedih bukan main dalam tekanan hidup yang hebat, Dina mencoba untuk menghibur dirinya lewat aplikasi kencan Sleep Call. Ia berharap ia bisa bertemu dengan seseorang yang bisa mengerti dirinya dan menemani Dina saat ia sedih sehingga ia tidak merasa terlalu sendirian lagi. Apa yang ia harapkan pun dengan cepat didapat.

Dina berkenalan dengan seorang pria bernama Rama (Juan Bio One) lewat aplikasi tersebut. Di mata Dina, Rama merupakan pria baik hati nan ramah, berbicara dengannya merupakan candu. Namun tidak lama keadaan berubah. Rama mulai menjadi sosok misterius yang meneror hidup Dina.

Dina segera mengetahui bahwa ada yang tidak beres pada pria yang ia sangka bisa menjadi teman hidupnya. Kini beban hidup Dina jadi semakin berat dengan hadirnya Rama.

Bu Prani (Sha Ine Febriyanti) mendadak menjadi buah bibir masyarakat luas ketika video perselisihannya dengan seorang pengunjung di pasar viral di media sosial. Sikap Bu Prani dalam unggahan video tersebut dinilai tidak pantas, apalagi dilakukan oleh seseorang yang berprofesi sebagai seorang guru BK. Berbagai hinaan, kecaman, dan komentar negatif pun mulai menyerang Bu Prani.

Tidak sampai di situ, satu persatu keluarga Bu Prani turut menjadi sasaran netizen. Setiap tingkah laku dan tindakan yang dilakukan oleh Bu Prani dan keluarganya selalu menjadi bahan gunjingan dan terus dicari-cari kesalahannya. Kehidupan Bu Prani yang dulu harmonis bersama keluarga, kini sudah tak damai lagi. Ia bahkan terancam diberhentikan dari pekerjaannya akibat peristiwa ini.

Konflik yang diangkat dari film ini mencerminkan fenomena yang sedang ramai terjadi di masyarakat kita, di mana kehidupan seseorang bisa berubah drastis hanya karena satu unggahan yang viral di media sosial.

Cerita dimulai dengan Aqilla yang sedang hamil dari pernikahan yang tidak direstui oleh sang ibu. Suatu hari, suami Aqilla meninggal dunia karena kecelakaan, dan tidak lama berselang Aqilla pun melahirkan anaknya. Namun, Aqilla diberi tahu oleh sang ibu bahwa anaknya meninggal dunia saat dilahirkan.

Tujuh tahun berlalu, Aqilla baru mengetahui bahwa anaknya masih hidup. Anak laki-laki itu rupanya dititipkan oleh sang Ibu kepada Arif dan Yumna, sepasang suami-istri yang sejak lama menginginkan buah hati. Keduanya sangat menyayangi anak itu seperti anaknya sendiri dan menamainya Baskara. Mereka pun meninggalkan Jakarta dan memulai kehidupan baru bersama Baskara di kota Solo.

Setelah mengetahui hal ini, Aqilla pun pergi ke Solo untuk bertemu Baskara yang sangat ia rindukan. Konflik semakin memuncak ketika Aqilla ingin membawa Baskara untuk tinggal bersamanya di Jakarta. Namun di sisi lain, Baskara sudah hidup bahagia dan sangat mencintai Arif dan Yumna yang ia anggap sebagai orang tua kandungnya.

Lantas, siapakah yang akan dipilih oleh Baskara? Pastikan kamu menyiapkan tisu sebelum menyaksikan film yang penuh haru ini, ya!

Setelah kematian sang Ibu, Nadia dan Yoga kerap mengalami hal-hal mistis yang aneh dan menyeramkan. Curiga dengan perilaku sang ayah, Yoga lalu mencari tahu tentang kebiasaan aneh yang dilakukan ayahnya setiap malam Selasa Kliwon. Anehnya, setelah berhasil mengintip ritual yang dilakukan ayahnya, hidup Yoga menjadi tidak tenang.

Satu dekade berlalu, Yoga yang beranjak dewasa terus dihantui rasa panik dan ketakutan hingga membuat adiknya, Nadia, mengajaknya untuk berobat ke psikiater.

Yoga yang putus asa akhirnya membawa Nadia untuk menyaksikan ritual aneh yang dilakukan ayah mereka. Dan terungkap, bahwa Bapak Suyatno memang melakukan ritual pesugihan yang meminta tumbal satu nyawa setiap 10 tahun sekali.

Kini 10 tahun berlalu semenjak kematian sang Ibu, nyawa Yoga terancam sebagai korban selanjutnya. Meskipun ia berusaha sekuat tenaga untuk melawan, namun naas, nasib Yoga harus berakhir tragis seperti ibunya. Kini, nasib Nadia yang sedang berada di ambang kematian sebagai calon tumbal selanjutnya. Akankah Nadia bisa selamat?

Film ini sendiri dikabarkan diangkat dari kisah nyata seorang gadis asal Jawa Timur bernama Nadia, yang dijadikan tumbal oleh ayah kandungnya sendiri. Di bawah garapan tangan dingin sutradara Azhar ‘Kinoi’ Lubis, film ini tentunya tidak boleh kamu lewatkan!

Akram dan Sikka (Haico Van Der Veken) tinggal di Labuan Bajo dan sudah berteman sejak lama. Sikka yang baru saja pulang dari studinya di Belanda, akhirnya bertemu kembali dengan Akram, sahabat masa kecilnya. Keduanya lantas menghabiskan waktu bersama dan melepas kerinduan bertahun-tahun. Sikka dan Akram pun tidak bisa menutupi bahwa mereka saling mencintai.

Namun, hubungan mereka tidak direstui oleh ayah Sikka. Sang ayah bahkan mengumumkan rencana pernikahan Sikka dengan orang lain dan meminta uang mahar yang sangat tinggi, sebagai tradisi dari orang Manggarai, di Labuan Bajo. Akram pun mencoba berbagai upaya untuk mendapatkan restu dari Ayah Sikka. Apakah usaha Akram akan berbuah manis?

Walau mengusung tema romansa, namun Lembaga Sensor Film menyatakan bahwa film ini boleh disaksikan oleh semua usia. Alasannya tidak lain, karena film ini turut menampilkan banyak informasi budaya dan keindahan alam yang ada di Labuan Bajo.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *