Jokowi Salurkan Bantuan Cadangan Beras di Tangerang Selatan

ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Seskab Pramono Anung (kiri) dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo (Kedua kiri) berbincang dengan penerima bantuan beras di Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/2/2024). Presiden menyerahkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah 10 kilogram kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk meringankan masyarakat akibat naiknya harga beras. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt.

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Joko Widodo ikut bagian dalam pembagian bantuan pangan berupa cadangan beras pemerintah (CBP) di Tandon Ciater, Serpong, Tangerang Selatan pada Senin 19 Februari 2024. Bantuan ini diberikan kepada 22.000 masyarakat penerima manfaat bantuan pangan. 

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya. “Hari ini kurang lebih 1.000 lebih akan menerima bantuan beras 10 kilogram, tapi seluruh penerima bantuan ini nanti kurang lebih 22.000. Dan ini akan diberikan selama enam bulan berturut-turut,” ujar dia.

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo juga mengatakan, tujuan pemerintah memberikan bantuan beras ini karena harga beras mengalami kenaikan. “Karena kita tahu harga beras di seluruh negara di dunia ini sekarang sedang naik, tidak hanya di Indonesia saja. Kenapa naik, karena ada perubahan iklim, perubahan cuaca, sehingga banyak yang gagal panen,” terang dia.

Baca Juga: Antisipasi Inflasi Jelang Lebaran, Airlangga Rapat Bersama Zulhas

Bantuan beras ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat, dan akan diberikan secara bertahap selama enam bulan. “Januari, Februari dapat lagi, Maret dapat lagi, siapa yang tidak setuju, April dapat lagi, Mei dapat lagi, Juni dapat lagi, yang tidak setuju angkat tangan?,” tanya Jokowi.

Nanti setelah Juni, Jokowi menyebut akan tergantung APBN. “Kalau mencukupi kami lanjutkan lagi,” kata Presiden.

Benyamin berharap, pemberian bantuan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat untuk kembali kuat pasca pandemi. Untuk itu, salah satu langkah yang dilakukan dengan menjaga konsumsi masyarakat. “Laju pertumbuhan ekonomi masyarakat di Tangerang Selatan saya harap semakin naik angkanya seperti sebelum Covid-19 di 7,2%. Sekarang sudah di angka 5%,” terang dai. 

Salah satunya caranya adalah menjaga konsumsi, supaya menekan inflasi, menjaga stabilitas harga pangan. “Oleh karena itu kegiatan ini sangat membantu dalam kaitan pertumbuhan ekonomi dan daya beli,” kata Benyamin.

Apalagi kata Benyamin, harga beras di pasaran saat ini tengah menguat. Sehingga langkah-langkah cepat harus dilakukan untuk menekan itu semua.

“Saat ini, di pasaran harga beras kurang lebih Rp 11.000 – Rp 15.000. Saya sudah bekerja sama dengan daerah penghasil beras karena Tangerang Selatan bukan penghasil beras,” kata Benyamin. Karena itu, efek dari fluktuasi harga cukup terasa. 

Baca Juga: Agar Harga Pangan Tak Berfluktuasi, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Pemerintah

Untuk itu, Benyamin mengaku akan melakukan intervensi lewat operasi pasar dengan cadangan beras pemerintah, Bulog dan lain sebagainya untuk menekan harga, menstabilkan harga sepanjang stok di pasar kita langka. “Kami sudah melakukan bazar-bazar murah,” jelas dia.

Pemkot Tangsel juga melakukan upaya stimulan kepada masyarakat soal pangan lewat Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang ada di Tangerang Selatan. Sehingga cakupan kerjasamanya semakin luas dan persoalan inflasi dapat ditekan. “Intinya menekan pengeluaran rumah tangga, supaya inflasi dan konsumsi mereka terjaga,” kata Benyamin.

Benyamin juga menekankan soal data penerima manfaat, agar semakin tepat sasaran. Apalagi kondisi perekonomian masyarakat bisa saja mengalami perubahan tiap waktunya.

“Makanya saya tiap bulan melakukan cleansing data bersama BPS, Bappeda, Dinas Sosial, Camat serta Lurah. Artinya ada yang sudah naik dari garis kemiskinan, tidak masuk kriteria, dan tidak perlu lagi masuk ke dalam daftar,” jelas Benyamin. Dia menekankan, ini memerlukan peran dari ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang diperlukan untuk memastikan permasalahan data menjadi tepat. 

Sehingga kebersamaan dari tingkat bawah hingga pusat dapat terjaga. “Berbagai kegiatan dapat kami lakukan bersama. Menyambut Ramadan, kami banyak melakukan bazar,” ujar Benyamin. 

Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Komoditas Pangan Kompak Naik

Saat Lebaran, Tangsel akan melakukan intervensi dengan APBD. “Kami akan mengadakan pasar murah untuk seluruh komoditi, di Kawasan Pertanian Terpadu. Apalagi sebentar lagi akan panen bawang merah dan sebagainya,” ucap Benyamin.

Oleh karena itu, Benyamin mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik terhadap ketersediaan pangan di pasaran. “Saya pastikan dengan kepala pasar terlebih dahulu untuk memastikan stok itu benar-benar terjaga. Kalau memang ada kelangkaan, komunikasi mereka dengan dinas teknis,” ujar dia. Benyamin ingin masyarakat tidak mengalami kesulitan konsumsi

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menambahkan, distribusi beras cadangan pemerintah di seluruh Indonesia ini sudah dimulai sejak 15 Februari 2024. “Semuanya berjalan seperti yang kami rencanakan sebelumnya. Hari ini, ada 1.064 KPM (keluarga penerima manfaat) daerah Tangerang Selatan,” kata Arief, Senin (19/2).

Selain di Tangerang Selatan, penyaluran bantuan ini dipastikan juga akan dilakukan di daerah lain di Indonesia. “Kami memastikan seluruh wilayah Indonesia, setelah ini Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Bali, dan wilayah lainnya akan dilakukan hal yang sama. Target kami tahun ini Januari hingga Juni,” ucap Arief.

Baca Juga: Jelang Puasa, Badan Pangan Pastikan Stok Beras Bulog Masih Ada 1,4 Juta Ton

Terkait kenaikan harga beras, Arief menjelaskan hal itu terkait tingginya harga gabah. “Saya tadi diskusi dengan Pak Bayu (Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi) selama harga gabah Rp 8.000, maka harga beras itu dua kali lipatnya ditambah  Rp 1.000. Kalau harga gabah Rp 7.000, maka harga berasnya Rp 15.000,” ucap Arief.

Untuk itu, Pemerintah akan bekerja menstabilkan harga beras. Saat ini, pemerintah tengah berupaya menyeimbangkan NTP (nilai tukar petani) antara di hulu dan hilir. “Jadi, pemerintah hari ini sedang menyeimbangkan antara NTP khusus tanaman pangan yang angkanya 116,16% di tingkat petani dengan harga di hilir. Ini perlu waktu dan akan ada keseimbangan baru. Bulan puasa Insya Allah turun,” kata dia.

Selain itu Arief juga memastikan menjelang Ramadan, ketersediaan beras di masyarakat aman. “Dirut Bulog juga diperintahkan untuk memastikan jelang bulan Puasa ini beras tersedia,” kata dia.

Dirut Bulog juga memastikan jika stok hari ini ada 2,4 juta ton. Ini harus terus didorong oleh Bulog untuk masuk ke pasar induk, pasar tradisional, bahkan sampai masuk ke pasar ritel modern. Jadi hari ini ritel modern juga mulai terpenuhi. “Seminggu terakhir harus terus diisi. Kita berharap panen bulan Maret nanti bisa di atas 3 juta ton, sekitar 3,5 juta ton,” ujar Arief.

Baca Juga: Realisasi Impor Beras Bulog hingga Minggu (18/2) Mencapai 507.000 Ton

Selanjutnya: Trafik Broadband Telkomsel Naik 8,4% Selama Momen Pemilu Serentak 2024

Menarik Dibaca: Tips untuk Meningkatkan Nilai Kredit Personal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *