10 Film Horor Indonesia Terbaru dan Terseram di 2024

Film horor sering disebut sebagai pengganti kardio atau olahraga ringan karena diyakini bisa membakar kalori sekaligus memacu adrenalin. Makanya tak heran kalau horor jadi salah satu genre film yang diminati oleh banyak orang, terutama di kalangan anak muda.

Di Indonesia sendiri, minat terhadap film horor cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyak film genre horor yang dilahirkan insan perfilman Indonesia hampir setiap bulannya. Bahkan, banyak film horor klasik yang kembali di-remake untuk memberikan tingkat ketegangan yang lebih intens, sehingga lebih bisa dinikmati penonton di era modern.

Lantas, ada film horor Indonesia terbaru apa saja yang rilis di tahun ini? Langsung saja simak daftar berikut!

Mak Lampir adalah sosok yang cukup populer di Indonesia. Tak banyak yang tahu bahwa sosok ini merupakan legenda asal Sumatera Barat dari seorang putri bernama Siti Lampir Maemunah yang rela mengorbankan wajahnya demi menghidupkan kembali orang yang dicintainya. Namun, karena usahanya tidak terbalas, Mak Lampir berubah menjadi sosok yang jahat.

Dalam Lampir sendiri, Kenny Gulardi berusaha menyajikan formula berbeda dari sosok Mak Lampir. Kerjasamanya dengan Gandhi Fernando dalam membuat naskah cerita membuat sosok Mak Lampir dalam film ini jadi sangat haus akan wajah yang rupawan dan keabadian.

Awal kisah filmnya dimulai ketika sepasang kekasih, Wendy dan Angga, berniat untuk mengabadikan momen indah sebelum pernikahan mereka digelar. Keduanya berencana untuk melakukan foto pre-wedding sekaligus bersenang-senang dengan teman-teman dekat mereka di sebuah vila kuno.

Sayangnya, momen indah ini berubah ketika mulai banyak terjadi kejadian aneh di vila tersebut. Rupanya vila tersebut dihuni oleh sosok Mak Lampir yang tengah mencari tumbal demi mempertahankan kecantikannya, dan kini, tumbal yang diincarnya adalah Wendy.

Umbara brothers sekali lagi membuktikan kapasitasnya dalam menghasilkan film-film horor berkualitas di Indonesia. Kali ini, mereka mengangkat kisah urband legend hantu Herlina yang populer di Lamongan, Jawa Timur, ke layar kaca dalam film berjudul Munkar.

Disutradarai oleh Anggy Umbara, filmnya mengeksplorasi sisi lain kehidupan di pondok pesantren, di mana meski kegiatannya belandaskan agama, tak mustahil kejadian menyimpang terjadi di lingkungan akademis tersebut. Anggy bersama penulis naskah, Evelyn Afnilia, menitikberatkan isu perundungan dalam kisahnya.

Dikisahkan Herlina selalu menjadi korban perundungan teman-temannya di pesantren. Karena tak kuat menahan perlakuan teman-temannya, gadis itu pun berusaha kabur dari pondok. Nahas, saat kabur ia malah tertabrak truk dan meninggal dunia.

Anehnya, beberapa hari setelah dinyatakan tewas, Herlina kembali dalam keadaan sehat ke pesantren. Tapi di sinilah kengerian dimulai, Herlina yang sekarang tampak berbeda mulai menebarkan teror di pesantren sebagai pembalasan atas tindakan teman-temannya dulu.

Akhirnya film horor berlatarkan kereta kembali hadir mewarnai jagat perfilman Indonesia. Setelah film Kereta Hantu Manggarai, rasanya belum ada lagi film horor dari tanah air yang berlatarkan tempat di dalam transportasi umum.

Formulasi film horor yang didominasi oleh tema pemujaan setan, pembalasan dendam dan klenik, seolah mengaburkan pandangan kita terhadap keragaman film horor. Namun, di tahun 2024, atmosfer ini kembali dihadirkan oleh Raam Punjabi selaku sutradara dalam film Kereta Berdarah.

Cerita Kereta Berdarah dimulai ketika Purnama (Hana Malasan) mengajak adiknya, Kembang (Zara Leola), untuk berlibur ke sebuah resort alam. Hal ini ia lakukan dalam rangka merayakan kesembuhannya dari kanker. Untuk sampai di sana, mereka menaiki Kereta Sangkara yang khusus melayani perjalanan ke resort tersebut.

Awalnya tidak ada yang aneh dari perjalanan mereka, namun ketika kereta melewati terowongan, mulai banyak gerbong kereta yang hilang secara misterius. Tak hanya itu, beberapa penumpang juga mulai berubah menjadi makhluk aneh dan menebarkan teror pada penumpang lainnya.

Diklaim sebagai film horor aksi terbaik di awal tahun 2024, Pemukiman Setan wajib jadi tontonan buatmu penggemar kisah horor yang ingin merasakan angin segar. Apalagi film ini lahir dari kolaborasi Charles Gozali dan dan Gea Rexy, yang sebelumnya sukses dengan film Qodrat, sehingga kekuatan ceritanya tidak perlu diragukan lagi.

Poros kisahnya berawal pada Alin, seorang gadis yang terpaksa merampok bersama tiga sahabatnya untuk membayar hutang ayahnya yang sudah meninggal. Alin, Ghani, Fitrah dan Zia merencanakan perampokan di sebuah rumah tua yang dikabarkan memiliki banyak barang antik mahal.

Misi perampokan mereka pun hampir berhasil, sampai Ghani mencoba menolong seorang gadis yang tampak tak berdaya dan tekurung di rumah tersebut. Nahas, keputusan untuk menolong sang gadis malah menjadi awal mula teror bagi mereka. Rupanya, gadis itu merupakan adalah seorang dukun sakti.

Meski tema tentang dunia perdukunan bukanlah hal yang baru dalam indutsri film horor tanah air, Pemukiman Setan lebih menyoroti koneksi antara leluhur dan keturunan yang masih kental diyakini oleh banyak masyarakat Indonesia.

Meski dilanda kemalangan karena istrinya, Mirna, terus-menerus mengalami keguguran, Anwar bersyukur masih bisa hidup berkecukupan dengan keluarga kecilnya. Putrinya, Tari, juga penuh kasih sayang merawat Mirna.

Namun, ketika akhirnya Mirna meninggal dunia, Tari menaruh curiga terhadap keanehan yang dialami sang ibu. Dokter tak pernah menemukan penyakit apapun pada diri Mirna, padahal tiga tahun ke belakang tubuh sang ibu semakin kurus dan rambutnya semakin rontok. Keluarganya juga selalu diteror oleh makhluk misterius.

Kecurigaan Tari pun tertuju pada Suban, adik dari Anwar yang tiba-tiba muncul dan meminta pembagian warisan rumah keluarga. Awalnya, Tari menganggap perebutan warisan ini adalah hal yang biasa, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti gerak-gerik Suban yang semakin lama semakin aneh.

Setelah diselidiki, Tari pun mulai berprasangka bahwa Suban adalah orang yang menaruh santet pada ibunya selama ini. Apakah tuduhan tersebut benar adanya?

Kiprah film horor di Indonesia memang tiada habisnya. Bahkan, remake dari kisah horor jadul selalu laku keras di pasaran. Karena inilah banyak sineas mulai menggali kembali kekayaan industri film horor Tanah Air.

Di awal tahun 2024, sutradara kondang Hanung Bramantyo resmi merilis film horor bertajuk Trinil: Kembalikan Tubuhku yang dibuat ulang berdasarkan sandiwara radio horor terkenal pada tahun 1980an. Film ini juga menandakan comeback Hanung dalam menggarap film horor setelah 17 tahun vakum.

Dalam film ini, dikisahkan sepasang suami-istri tengah menerima warisan dari orang tua mereka berupa perkebunan teh luas yang berlokasi di Jawa Tengah. Rara berniat untuk mengurus kebun teh tersebut, sementara suaminya, Sutan, melanjutkan pekerjaannya sebagai perawat di rumah sakit.

Anehnya, sejak fokus membenahi kebun teh baru miliknya, Rara kerap mengalami kejadian mistis. Puncaknya adalah ketika muncul sosok hantu tanpa tubuh yang meneror dan meminta Rara serta Sutan untuk mengembalikan raganya.

Terlahir di keluarga dengan pengajaran agama yang baik, Saleh, Fajar, Tyas dan Azizah selalu dididik dengan ketat oleh bapak mereka yang merupakan ustad terpandang di desa. Bila salah satu dari mereka melakukan hal-hal yang dilarang agama, Bapak tak akan segan untuk memberikan hukuman pada mereka.

Pada suatu malam, saat Saleh dan ketiga adiknya dalam perjalanan menuju kota untuk mengantar Tyas mengikuti kontes bernyanyi, mereka terseret arus sungai yang deras dan menghilang akibat hujan. Setelah beberapa hari, Saleh, Fajar dan Azizah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Tyas berhasil selamat dengan kondisi yang sangat kritis.

Diambang kematian, Tyas terbangun dan menemukan dirinya berada di sebuah tempat yang sangat menyeramkan. Inilah neraka yang sering sang ayah ceritakan. Dari sekian banyak pemandangan menyeramkan yang dilihatnya, Tyas tidak menduga kalau ia akan melihat Saleh, Fajar dan Azizah disiksa dengan sangat kejam.

Siksa Neraka merupakan film penutup arahan Anggy Umbara di tahun 2023. Film ini dipromosikan secara besar-besaran sepanjang tahun yang menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah. Film adaptasi dari komik populer tahun 70-an ini memiliki kualitas CGI yang cukup baik dan kisahnya sangat relate dengan kepercayaan umat muslim.

Raina (Luna Maya) memutuskan untuk pindah dari Jakarta ke Semarang bersama adiknya, Fey, untuk mengelola Hotel Ambar Mangun, hotel warisan sang ayah yang selama ini dikelola oleh kakek serta neneknya. Namun, pada suatu malam Raina mendengar sebuah tangisan dari kamar yang larang dimasuki di lantai tiga hotel.

Karena penasaran, Raina malah membuka pintu kamar tersebut dan melihat sesosok wanita berambut putih, berkulit putih, dan berpakaian putih mengucapkan suatu frasa misterius. Celakanya, ternyata seseorang yang membuka pintu kamar itu akan tewas mengenaskan dalam tiga hari di tengah malam.

Menyadari bahwa nyawanya terancam, Raina pun mencari bantuan kakek, nenek, adiknya dan mantan pacarnya, Ardo (Christian Sugiono), untuk menyelamatkan dirinya. Bisakah ia terbebas dari takdir mengerikan ini?

Kisah horor berbalut adegan gore yang disuguhkan film Panggonan Wingit dijamin akan membuat penontonnya ngeri. Menariknya lagi, narasi film ini ternyata diambil dari kisah nyata yang terjadi di salah satu hotel tua yang terletak di kota Semarang.

Terinspirasi dari film horor Turki berjudul Siccin (2020), film Sijjin menceritakan tentang seorang perempuan jahat bernama Irma (Anggika Bolsterli) yang jatuh hati pada sepupunya sendiri, Galang (Ibrahim Risyad). Padahal Galang sendiri telah berkeluarga dan memiliki anak.

Irma yang buta akan cinta tidak ingin ada wanita lain di hidup Galang, sehingga ia menempuh jalur santet untuk menghabisi nyawa istri Galang.

Santet itu berhasil, keluarga Galang mulai porak poranda. Gangguan mistis, kesurupan, hingga kematian terjadi di keluarga sang sepupu. Irma senang bukan main karena harapannya terwujud, tanpa ia sadari bahwa kekuatan yang ia minta terlalu besar dan kini iblis pun meminta nyawa Irma untuk dijadikan persembahan.

Setelah kematian sang Ibu, Nadia dan Yoga kerap mengalami hal-hal mistis yang aneh dan menyeramkan. Curiga dengan perilaku sang ayah, Yoga lalu mencari tahu tentang kebiasaan aneh yang dilakukan ayahnya setiap malam Selasa Kliwon. Anehnya, setelah berhasil mengintip ritual yang dilakukan ayahnya, hidup Yoga menjadi tidak tenang.

Satu dekade berlalu, Yoga yang beranjak dewasa terus dihantui rasa panik dan ketakutan hingga membuat adiknya, Nadia, mengajaknya untuk berobat ke psikiater.

Yoga yang putus asa akhirnya membawa Nadia untuk menyaksikan ritual aneh yang dilakukan ayah mereka. Dan terungkap, bahwa Bapak Suyatno memang melakukan ritual pesugihan yang meminta tumbal satu nyawa setiap 10 tahun sekali.

Kini 10 tahun berlalu semenjak kematian sang Ibu, nyawa Yoga terancam sebagai korban selanjutnya. Meskipun ia berusaha sekuat tenaga untuk melawan, namun naas, nasib Yoga harus berakhir tragis seperti ibunya. Kini, nasib Nadia yang sedang berada di ambang kematian sebagai calon tumbal selanjutnya. Akankah Nadia bisa selamat?

Film ini sendiri dikabarkan diangkat dari kisah nyata seorang gadis asal Jawa Timur bernama Nadia, yang dijadikan tumbal oleh ayah kandungnya sendiri. Di bawah garapan tangan dingin sutradara Azhar ‘Kinoi’ Lubis, film ini tentunya tidak boleh kamu lewatkan!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *