Nilai Impor Diramal Meningkat, Surplus Neraca Perdagangan Barang Diprediksi Menyempit

ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/2/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/01/02/2024

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai impor Indonesia meningkat pada Januari 2024, bila dibandingkan dengan Januari 2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia pada awal tahun ini sebesar US$ 18,51 miliar, atau naik 0,36% YoY.

Peningkatan impor didorong oleh impor non migas yang naik 1,76% YoY, dengan utamanya disumbang kenaikan impor komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) dengan andil 2,5%%. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, peningkatan impor mesin dan peralatan mekanis tersebut untuk kebutuhan industri.  Ini juga sebenarnya sehubungan dengan impor barang modal yang naik. Impor barang modal pada awal tahun ini tercatat US$ 3,26 miliar atau naik 10,16% YoY. 

Amalia mengungkapkan, ini merupakan salah satu indikasi positif dari impor terhadap aktivitas perekonomian. 

Baca Juga: Harga Turun, Ekspor Batubara Indonesia di Awal Tahun Ini Menyusut

“Karena kalau peningkatan impor tersebut biasanya dikaitkan dengan naiknya aktivitas investasi,” kata Amalia saat menjawab pertanyaan Kontan.co.id, Kamis (15/2) di Jakarta. 

Melihat data tersebut, Ekonom Bank Danamon Irman Faiz juga melihat bahwa peningkatan impor pada awal tahun 2024 sejalan dengan menguatnya aktivitas ekonomi Indonesia.  Salah satunya, tercermin dari ekspansi aktivitas industri manufaktur yang terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Januari 2024 yang sebesar 52,9. 

Selain peningkatan aktivitas industri, peningkatan impor secara keseluruhan juga didorong oleh aktivitas pemilu. 

“Pemilu mendorong impor barang konsumsi. Ada peningkatan permintaan pangan selama pemilu,” kata Faiz kepada Kontan.co.id.

Ini pun tercermin dari impor barang konsumsi pada bulan Januari 2024 yang sebesar US$ 1,77 miliar, atau tumbuh 11,03% YoY. 

Ke depan, Faiz yakin kenaikan impor akan berlanjut. Bukan melulu melambangkan hal yang negatif, justru peningkatan impor ke depan menunjukkan aktivitas ekonomi yang menguat. 

“Impor diyakini meningkat, seiring stabilnya pertumbuhan permintaan dalam negeri,” tambahnya. 

Baca Juga: BPS Catat Nilai Ekspor Menurun pada Awal 2024 Jadi US$ 20,52 Miliar

Hanya konsekuensinya, surplus neraca perdagangan akan menyempit. Selain potensi impor yang meningkat, ekspor juga diperkirakan akan melemah akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan perekonomian global. 

Kondisi ini juga akan mendorong pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) menjadi 1,0% produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2024.  Angka tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan CAD pada tahun 2023 yang sebesar 0,4% PDB. 

Selanjutnya: New Honda BR-V N7X Edition Diluncurkan, Mobil Keluarga yang Stylish

Menarik Dibaca: Sehari Usai Pemilihan Umum, IHSG Menunjukkan Keperkasaannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *