Sinopsis & Review Agak Laen, Kisah Pembunuhan Dibalut Komedi

Agak Laen

PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Untuk urusan film komedi segar, maka percayakan pada Ernest Prakasa! Ia mampu membuat kisah simple menjadi sangat menarik untuk diikuti, bahkan untuk waktu yang lama sekalipun. Kali ini, ia kembali merilis karya terbarunya bersama Dipa Andika yang di tahun 2022, sukses juga memproduksi film Ngeri-Ngeri Sedap bersama Bene Dion sebagai sutradaranya.

Kali ini Bene Dion tidak nyemplung lagi sebagai pengarah film; ia bergabung dengan Boris Bokis, Indra Jegel, dan Oki Rengga sebagai pemeran utama dalam film Agak Laen. Film ini menceritakan tentang kasus pembunuhan tak berencana di sebuah rumah hantu tempat para pemeran utama bekerja, dan usaha mereka ‘melenyapkan’ mayat tersebut.

Sinopsis

Agak Laen_Poster (Copy)

Boris (Boris Bokis), Jegel (Indra Jegel), Bene (Bene Dion), dan Oki (Oki Rengga) merupakan empat sekawan. Oki yang baru saja keluar dari penjara karena kasus narkoba, berhenti dari pekerjaannya di pasar malam karena sudah tidak kuat dengan tekanan pekerjaan. Namun, ketika melihat kondisi kesehatan ibunya yang makin memburuk, keputusan ini membuat Oki cemas akan masa depannya.

Melihat Oki putus asa, Boris, Jegel dan Bene mengajak Oki untuk ikut dalam usaha mereka yakni menjadi hantu di rumah hantu pasar malam. Tak berpikir panjang, ia pun menyetujuinya. Mereka berempat jadi hantu untuk menakut-nakuti pelanggan pasar malam. Boris jadi kuntilanak, Jegel jadi pocong, Bene jadi suster ngesot, dan Oki jadi tuyul. 

Sayang, mereka tidak mampu membuat rumah hantu itu seram; wahana pun jadi tidak laku. Pengelola pasar malam, Jongki (Arie Keriting) juga meminta mereka pindah, selain karena tidak laku, mereka pun tidak bisa membayar uang sewa lahan wahana. Keempatnya kini pening memikirkan cara supaya rumah hantu mereka jadi ramai. 

Sampai satu waktu, ide gila Oki datang. Ia menggadaikan sertifikat tanah milik Ibunya. Hal ini awalnya ditentang oleh Boris, Jegel, dan Bene. Namun karena terdesak, mereka pun setuju untuk menggadaikan sertifikat tanah tersebut. Begitu uangnya di dapat, Oki dan yang lain merenovasi rumah hantu jadi lebih seram.

Usaha mereka berhasil! Begitu wahana kembali dibuka, pelanggan pertama mereka adalah seorang caleg, Basuki (Arief Didu). Pria itu sebenarnya bukan ingin benar-benar menikmati wahana rumah hantu, namun ia ingin sembunyi dari sang istri yang curiga kalau ia berselingkuh dengan seorang wanita bernama Intan (Indah Permatasari).

Awalnya Basuki enggan masuk ke rumah hantu mengingat ia memiliki riwayat penyakit jantung, namun karena sudah kepepet, ia pun melakukannya. Sementara Intan lari ke wahana lain. Begitu masuk ke rumah hantu, Basuki tidak sengaja menjatuhkan obat jantungnya di loket; dan bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya bukan? 

Basuki kena serangan jantung dan tewas setelah ditakut-takuti oleh Boris, Jegel, Bene, dan Oki. Keempat sekawan itu panik bukan main; mereka juga terlalu takut untuk lapor polisi karena pasti akan ditangkap.

Bukannya mencari jalan keluar lain, mereka malah mengubur Basuki di rumah hantu tersebut, tanpa mereka sadar ada bukti lain yang tertinggal. Mereka bahkan mengusir Intan yang sempat masuk ke rumah hantu untuk mencari Basuki.

Kini rasa bersalah menghantui keempatnya. Rumah hantu dibiarkan tidak beroperasi, membuat penjaga loket, Marlina (Tissa Biani), kebingungan. Boris cs sangat takut untuk pergi ke wahana mengingat ada mayat di sana.

Sadar kalau mereka harus bekerja supaya bisa hidup dan membayar banyak hutang, Boris cs melawan rasa takut dan pergi bekerja. Anehnya selama di wahana, hal mistis terjadi, membuat rumah hantu itu jadi semakin menyeramkan. Bahkan mereka dibuat ketakutan hingga lari tunggang langgang bersama pengunjung lain yang datang ke sana.

Rasa seram yang muncul akibat kemarahan arwah Basuki itu ternyata menguntungkan mereka! Hal itu terjadi setelah seorang pengunjung mengunggah video rumah hantu dan mendadak viral di sosial media!. Ini membuat semua orang ingin pergi mengunjungi wahana rumah hantu Boris cs.

Supaya selalu seram, mereka berempat kerap membuat roh Basuki marah. Caranya dengan buang air kecil di makam Basuki. Dengan begitu, arwah Basuki akan brutal menakut-nakuti semua orang di dalam rumah hantu.

Hasilnya mengejutkan! Rumah hantu mereka laku keras dan menghasilkan banyak uang. Bahkan hutang gadai sertifikat rumah Ibu Oki, DP gedung untuk Bene menikah, hingga hutang judi Jegel lunas!

Satu waktu, berita kehilangan soal Basuki pun akhirnya rilis di media. Polisi yang dikepalai oleh AKP Tohar (Bukie B. Mansyur) mulai melakukan penyelidikan bersama anggotanya. Mengetahui hal ini, Intan panik bukan main karena dia adalah orang terakhir yang bersama Basuki. Boris cs, pun tidak kalah ketakutan.

Keempatnya berunding untuk memindahkan mayat Basuki ke tempat lain. Bersamaan dengan itu, Intan datang memergoki mereka. Intan tahu kalau Basuki sudah tewas dan dikubur di dalam rumah hantu. Boris dan yang lain akhirnya berusaha membungkam Intan dengan memberikan sejumlah uang untuk Intan kabur ke luar kota.

Di saat yang sama, petugas kebersihan dengan disabilitas, Obet (Sadana Agung Sulistya) mendengar percakapan mereka dan hendak memberitahu pada polisi. Sayang, belum sempat berkata apa-apa, Obet yang ketakutan malah jatuh dari atas wahana bianglala karena melihat keempatnya mendatangi Obet untuk membungkamnya dengan uang juga.

Kini masalah jadi semakin pelik. Polisi akhirnya mencurigai Boris, Jegel, Bene dan Oki. Setelah menangkap Intan, polisi mengejar keempatnya yang tengah memindahkan mayat Basuki ke makam milik Ibu Oki. Akankah polisi berhasil menangkap empat sekawan ini?

Tak Berbekas

Agak Laen_Memorable (Copy)

Film ini sukses secara komersial dan menuai banyak ulasan positif. Muhadkly Acho pintar dalam meramu filmnya bersama dengan Ernest dan Dipa. Meski demikian, film ini tidak akan se-memorable film Ngeri-Ngeri Sedap; mengingat tidak ada plot yang membekas di hati selain jadi hiburan saja. 

Beberapa plot yang ‘menyentuh’ untuk Bacaterus adalah ketika Oki ditampar oleh kenyataan bahwa dirinya merasa gagal sebagai anak dan tidak bisa membahagiakan ibunya yang sedang sakit. Bagian ini mungkin yang paling bisa diingat jelas, sementara plot lainnya dipenuhi gelak tawa dan full guyon.

Komedi Puncak

Agak Laen_Komedi Puncak (Copy)

Kehadiran para komedian dari stand-up comedy benar-benar membuat film ini jadi segar. Sepanjang film; bahkan dari menit pertama saja, para pemain mampu membuat penontonnya terhibur. Apalagi ketika puncak masalah mulai timbul. Seru sekali melihat keempat sohib itu panik tapi tetap jenaka menghadapinya.

Standing ovation untuk Muhadkly Acho yang sekaligus menjadi penulis naskah dari kisah Boris, Jegel, Bene, dan Oki. Ia menyusun semua dengan apik, bahkan cukup berani untuk memasukan kejadian nyata yang dialami para pemainnya, seperti Arie Kriting yang tersandung kasus ‘guna-guna’, hingga masalah agama yang santer belakangan ini.

Kisah Menarik

Agak Laen_Kisah Menarik (Copy)

Sepertinya film dengan premis seperti ini jarang dibuat, ya? Hampir semua film Indonesia dengan tema ‘bunuh-bunuhan’ selalu dikemas dengan genre aksi, thriller atau horor. Namun Agak Laen bisa membuktikan bahwa komedi pun bisa ‘masuk’ dalam premis tersebut. Kisahnya yang menarik tidak akan membuat kita bosan, bahkan ingin lebih!

Secara keseluruhan, Bacaterus memberi skor 4/5 untuk film Agak Laen. Pastikan kalian tonton filmnya ya! Karena memang sebagus itu. Dijamin Lelah kerja kalian, sedih, gundah gulana pasti hilang deh! Semoga Ernest Prakasa bisa terus berkarya ya dalam menelurkan banyak film komedi berkualitas yang sarat pesan seperti yang sudah ia lakukan selama ini.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *