Pemimpin GM bahas kerja sama dengan Samsung dan LG

Jakarta (ANTARA) – Pimpinan perusahaan otomotif raksasa Amerika Serikat, General Motors (GM) Co., bertemu dengan para pemimpin afiliasi Samsung Group pada Rabu (7/2) untuk membahas kerja sama berkenaan dengan baterai kendaraan listrik (EV) dan komponen listrik mobil menurut sumber-sumber industri.

Menurut sumber-sumber yang dikutip oleh Kantor Berita Yonhap, Pemimpin dan CEO GM Mary Barra, yang tiba di Seoul sehari sebelumnya, bertemu dengan Kepala Samsung SDI Co. Choi Yoon-ho, CEO Samsung Display Co. Choi Joo-sun, dan CEO Samsung Electro-Mechanics Co. Chang Duck-hyun di bagian selatan Seoul pada pagi hari.

Ini merupakan kunjungan resmi pertama Barra ke Korea Selatan sejak menjadi ketua dewan direksi GM pada tahun 2016.

Barra dan para eksekutif Samsung dilaporkan membahas kerja sama dalam pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik patungan antara Samsung SDI dan GM serta melakukan pembicaraan perihal tampilan dan modul kamera kendaraan.

Baca juga: General Motors lampaui ekspektasi kinerja pada 2023
Baca juga: Samsung perpanjang kontrak dengan Qualcomm untuk dukungan Snapdragon

Samsung SDI dan GM sedang membangun pabrik EV di negara bagian Indiana, Amerika Serikat.

Kedua perusahaan berencana memulai operasi komersial pabrik dengan kapasitas tahunan lebih dari 30 gigawatt per jam pada 2026. Baterai-baterai tersebut akan dipasok untuk kendaraan listrik GM di masa depan.

Barra selanjutnya juga bertemu dengan CEO LG Electronics Cho Joo-wan dan CEO LG Energy Solution Kim Dong-myung untuk membahas proyek bersama yang sedang berlangsung di sektor baterai dan komponen otomotif serta cara untuk meningkatkan kerja sama menurut para pejabat.

LG telah lama menjadi pemasok baterai dan bagian otomotif lainnya untuk GM. Usaha patungan mereka di Amerika Utara, Ultium Cells LLC, memiliki fasilitas produksi baterai yang beroperasi di Ohio.

Pabrik kedua mereka di Tennessee akan memulai produksi komersial tahun ini, sementara pabrik ketiga di Michigan dijadwalkan untuk produksi massal setelah 2025. Demikian menurut siaran Kantor Berita Yonhap pada Rabu (7/2).

Baca juga:
Honda dan GM kerja sama kembangkan teknologi mobil berbasis hidrogen
LG bangun pabrik pengisian baterai EV di AS

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *