Buat Program Pemantauan Penanaman Padi, Periset Indonesia Terima Space Achievement Award

Jakarta: Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil memperoleh APRSAF Space Achievement Awards dari Forum Agensi Antariksa Regional Asia-Pasifik (APRSAF) 2022. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk capaian dari kontribusi yang diberikan dalam mendukung program APRSAF.
 
Penghargaan diberikan kepada tim yang dipimpin M Rokhis Komaruddin dari Pusat Riset (PR) Penginderaan Jauh Organisasi Riset (OR) Penerbangan dan Antariksa dan Rizatus Shofiyati dari PR Geospasial OR Kebumian dan Maritim BRIN. Penghargaan diberikan bersamaan dengan pertemuan APRSAF ke-28 di Hanoi, Vietnam pada 18 November 2022.
 
Rokhis menjelaskan Space Achievement Awards diperoleh melalui keberhasilan program pemantauan penanaman padi yang ia dan tim bentuk. Dia menyebut program ini juga mendapat dukungan dari JAXA Jepang dan Universitas Tokyo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Program ini merupakan salah satu aktivitas dari inisiatif Space Application For Environment (SAFE) yang berhasil di Indonesia. Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari dukungan BRIN, Kementerian Pertanian, JAXA, dan Universitas Tokyo,” kata Rokhis dikutip dari laman brin.go.id, Kamis, 24 November 2022.
 
Periset Penginderaan Jauh ini menjelaskan pemantauan pertumbuhan tanaman padi merupakan hal krusial. Melalui pemantauan ini dapat diketahui perkembangan tanaman.
 
Pemantauan ini juga akan memprediksi potensi gangguan seperti banjir, kekeringan, dan hama penyakit serta dampak pada pertumbuhan padi. Teknologi penginderaan jauh dapat membantu hal tersebut sehingga pertumbuhan padi dapat dipantau berkala.
 
“Saat ini telah dilakukan pemantauan dengan data terra/aqua modis untuk pertumbuhan padi 8 harian dan menggunakan data sentinel 1 untuk pemantauan 15 harian. Sistem ini juga sudah dimplementasikan di Kementerian Pertanian dengan nama Siscrop 2.0. Lewat Siscrop tersebut, pengguna dapat memantau data pertumbuhan padi mulai dari tingkat provinsi, hingga tingkat kecamatan,” papar Rokhis.
 
Aplikasi tersebut saat ini menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan dari institusi terkait. Rokhis juga menyebut tidak menutup kemungkinan perusahaan swasta seperti perusahaan asuransi atau produsen pupuk dapat memanfaatkan aplikasi tersebut.
 
Sebab, dalam aplikasi tersebut disajikan juga proyeksi jumlah estimasi kapasitas produksi dan provitas serta estimasi kebutuhan pupuk. “Ke depan kami berencana untuk meningkatkan program ini terutama dalam hal akurasi dan juga penyampaian informasi,” papar dia.
 
Rokhis juga menjelaskan mengenai aktivitas SAFE di Indonesia. SAFE merupakan salah satu inisiatif dari APRSAF yang diinisiasi mulai 2008. Rokhis menyebut setidaknya ada lima kegiatan SAFE di Indonesia yang telah berhasil.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *