Penutupan Perdagangan: IHSG Merekah, 255 Saham Cuan

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu sore terpantau parkir di area hijau. Indeks acuan saham Indonesia mampu merekah seiring menguatnya pasar modal global, meski tak ditampik risiko pembalikan arah masih ada di antaranya perang Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut serta potensi resesi ekonomi global.
 
IHSG Rabu, 23 November 2022, perdagangan sore ditutup di posisi 7.054, menguat 0,33 persen atau setara 23 poin ketimbang pembukaan pada pagi tadi di 7.030. Volume perdagangan hari ini sebanyak 24 miliar lembar saham senilai Rp11 triliun. Sebanyak 249 saham menguat, sebanyak 255 saham turun, dan sebanyak 199 saham stagnan.
 
Di sisi lain, Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB) karena proyeksi penjualan Best Buy meredam kekhawatiran inflasi yang tinggi akan menyebabkan musim belanja liburan suram. Sementara rebound harga minyak membantu mengangkat saham energi.
 

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 397,82 poin atau 1,18 persen menjadi 34.098,10. Indeks S&P 500 bertambah 53,64 poin atau 1,36 persen menjadi 4.003,58. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 149,90 poin atau 1,36 persen menjadi 11.174,41.
Indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi dalam 2,5 bulan. Sementara itu sektor energi melambung 3,18 persen setelah dua sesi penurunan karena Arab Saudi mengatakan OPEC+ bertahan dengan pengurangan produksi.
 

Best Buy Co Inc melonjak 12,78 persen sebagai saham dengan kinerja terbaik di indeks S&P 500, setelah pengecer itu memperkirakan penurunan penjualan tahunan yang lebih kecil daripada yang diumumkan sebelumnya, dan menyatakan keyakinan peningkatan dalam penawaran dan diskon akan lebih menarik pelanggan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan Best Buy membantu meningkatkan indeks ritel S&P 500 1,21 persen. Sebaliknya, Dollar Tree Inc jatuh 7,79 persen sebagai komponen S&P 500 dengan kinerja terburuk, yang juga membatasi kenaikan indeks ritel karena pengecer diskon itu memangkas perkiraan laba tahunannya untuk kedua kalinya.
 
Investor tengah memperhatikan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menegaskan penurunan inflasi tetap penting bagi bank sentral. Presiden Fed Kansas City Esther George menilai bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi dan menahannya lebih lama untuk mendinginkan inflasi.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *