Sinopsis & Review Black Swan, Obsesi Mengambil Alih Realita

Manusia memiliki keinginan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Keinginan yang kuat akan tumbuh menjadi obsesi. Obsesi bisa menjadi pedang bermata dua untuk seseorang.

Bisa menjadi baik kalau obsesi yang kita miliki memacu kita untuk berkembang menjadi lebih baik. Bisa juga buruk, kalau kita menghalalkan segala cara demi mewujudkan obsesi itu. 

Biasanya obsesi terbentuk tanpa kita sadari. Dimulai dari keinginan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari ini. Di film Black Swan, seorang wanita sangat ingin menjadi balerina yang sukses.

Keinginan itu tumbuh menjadi obsesi yang justru membawanya ke dalam masalah personal. Simak lebih jauh dalam sinopsis dan review filmnya berikut.

Sinopsis

black-swan-2_

Nina Sayers adalah seorang perempuan muda yang tinggal di New York. Dia tergabung dalam sebuah perusahaan balet. Thomas Leroy, instruktur balet, berniat membuka musim baru dengan menampilkan pertunjukan bernama Swan Lake karya Tchaikovsky. Balerina utama, Beth MacIntyre, dipaksa melepaskan perannya. Masalahnya, usia Beth dianggap sudah terlalu tua.

Thomas mengadakan audisi untuk mencari pemeran utama dalam Swan Lake. Swan Lake mengharuskan seorang balerina memerankan dua karakter. Dua karakter itu adalah White Swan Odette dan Black Swan Odile. White Swan merupakan perwujudan dari karakter yang innocent dan rapuh. Black Swan merupakan kebalikannya, sensual sekaligus gelap.

Nina mengikuti audisi untuk mendapatkan peran utama di pertunjukan Swan Lake. Thomas terkesan dengan penampilan Nina. Nina tampil sempurna memerankan Odette. Hanya saja, karakter Odile sama sekali nggak berhasil diperankan oleh Nina.

Keesokan harinya, Nina meminta Thomas untuk memberinya peran. Thomas mencium Nina secara paksa. Nina balik menggigit bibir Thomas lalu pergi.

Pada malam harinya, Nina melihat jajaran pemain Swan Lake. Dia terkejut karena melihat namanya sebagai pemeran utama. Para balerina di perusahaan balet berpesta. Beth yang sedang mabuk, menuduh Nina menggunakan cara curang untuk mendapat peran utama. Cara yang dimaksud adalah dengan memberi imbalan berupa seks.

Keesokan harinya, Nina mendapat kabar bahwa Beth sudah meninggal karena ditabrak mobil. Thomas berpendapat bahwa Beth melakukan bunuh diri. Nina mengunjungi Beth di rumah sakit. Dia melihat kaki Beth yang cedera parah. Cedera itu menyebabkan Beth nggak bisa menjadi balerina lagi. Untuk seorang balerina, kaki adalah segalanya.

Ketika sedang latihan, Thomas meminta Nina memperhatikan balerina baru, Lily. Lily memiliki tubuh yang nyaris sama persis dengan Nina. Selain itu, Thomas mengatakan bahwa Lily memiliki hal yang nggak dimiliki Nina. Lily dianggap memiliki karisma gelap dan liar. Oleh karena itu, dia digadang-gadang bisa menjadi Odile. 

Baca Juga:

Kehadiran Lily membuat Nina merasa terancam. Nina mulai merasakan halusinasi. Dia bahkan menemukan luka goresan di punggungnya. Suatu malam, Lily mengajak Nina untuk pergi minum. Nina sudah diperingatkan oleh sang ibu, Erica, supaya menolak. Nina malah mengiyakan ajakan Lily. Lily memasukkan ekstasi ke minuman Nina.

Lily dan Nina berada di bawah pengaruh obat-obatan. Mereka mencoba menggoda dua orang pria. Mereka kemudian pulang ke rumah Nina. Erica beradu argument dengan Nina. Menurut Erica, Lily membawa pengaruh buruk.

Nina bersikeras membawa Lily ke dalam kamar. Mereka berdua pun berhubungan seks. Keesokan paginya, Nina terlambat untuk mencoba kostum pertunjukan Swan Lake.

Nina menemui Lily untuk membicarakan kejadian di malam sebelumnya. Lily membantah semua pernyataan Nina. Nina merasa Lily disiapkan untuk menjadi penggantinya. Nina semakin tenggelam dalam halusinasi.

Dia mulai sulit membedakan realita dan halusinasinya. Sementara itu, malam pertunjukan semakin mendekat. Bisakah Nina mempertahankan posisinya untuk peran utama? 

Obsesi dan Logika

black-swan-3_

Black Swan merupakan psychological thriller yang kelam. Plotnya banyak menghadirkan kejutan. Itu semua dilengkapi dengan pendalaman karakter Nina yang sangat solid. Dia diceritakan hidup berdua dengan ibunya, Erica.

Mereka hidup di apartemen sederhana. Erica dulu adalah seorang balerina. Dia mengincar peran yang sama. Sayangnya, ketika mendapatkan peran itu, dia hamil. 

Kegagalan Erica membuatnya mendorong Nina untuk mewujudkan impian masa mudanya. Hal itu membuat Erica menjadi ibu yang terlalu protektif.

Nina terjebak dalam obsesi sang ibu. Balet menjadi satu-satunya cara dia untuk mengekspresikan perasaannya. Tapi tekanan dari sang ibu untuk mendapat peran utama Swan Lake membuat kondisi Nina memburuk.

Kondisi psikologis Nina yang memburuk juga disebabkan oleh kehadiran Lily. Lily merupakan kebalikan dari sosok Nina. Hal itulah yang membuat Nina merasa posisinya sebagai pemeran utama terancam. Obsesi menjadi Odette sekaligus Odille pun mengambil alih pikiran Nina. Akhirnya, dia mengalami berbagai halusinasi.

Tempo Terjaga dari Awal sampai Akhir

black-swan-4_

Black Swan bukanlah tipikal film yang langsung memacu temponya. Ia terlebih dahulu membangun cerita. Sampai di pertengahan film, temponya terasa datar.

Tapi hal itu nggak membuat film membosankan. Konflik dimunculkan perlahan, sejalan dengan pengenalan karakter Nina. Baru di pertengahan sampai akhir, tempo terasa begitu konsisten dilengkapi dengan banyak kejutan.


Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.