MIND ID Sebut Digitalisasi Smart Mining Hemat 15% dan Kurangi Risiko Kerja

Jakarta: Mining Industry Indonesia (MIND ID) mendorong pelaksanaan digitalisasi smart mining dalam proses pertambangan di Indonesia. MIND ID membeberkan sejumlah keunggulan pelaksanaan smart mining.
 
“MIND ID membuat arsitektur roadmap untuk pelaksanaan smart mining operation di lingkungan grup MIND ID,” kata Direktur Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo dalam Webinar MIND ID dengan tema “SMART Operation: Optimalisasi Teknologi 4.0 untuk Industri Pertambangan yang Berkelanjutan,” di Jakarta, Kamis, 22 September 2022.
 
Perusahaan pertambangan yang masuk dalam grup MIND ID, terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan PT Timah Tbk. MIND ID memulai pembuatan roadmap dengan mengidentifikasi semua instrumen yang nantinya bisa digerakkan secara otomasi.
 
“Kemudian bagaimana perangkat-perangkat itu nanti bisa dikendalikan melalui satu proses logic diagram atau dengan menggunakan sistem smart mining dari sisi operasinya, kemudian bagaimana mengelola ini semua dalam satu bentuk production management,” ujarnya.
 
Dilo menjelaskan pihaknya berkomitmen menjadikan digitalisasi menjadi salah satu cara meningkatkan operational excellence. Hal ini sejalan dengan masterplan kluster minerba, yakni “Kepemimpinan dalam teknologi” dan juga tertuang dalam RJPP MIND ID yaitu “Improve cost competitiveness with Digital.”
 
Sejauh ini, lanjut Dilo, pihaknya sudah mengimplementasikan sistem digitalisasi proses bisnis dan terintegrasi di dalam system ERP (Finance Consolidation). Kemudian mengimplementasikan data analytic yang disebut MIND ID Control Tower sebagai central dashboard untuk menganalisa data production, operation, supply chain management, komersial, keuangan sampai human capital.
 
Lebih lanjut, MIND ID juga menggunakan SuperApps untuk semua aplikasi dan sistem untuk menunjang kegiatan strategic holding. Kemudian untuk meningkatkan keamanan informasi Mind ID juga melakukan standarisasi keamanan berstandard internasional yaitu ISO 270001 (Sistem Managemen Keamanan Informasi).
 
“Harapannya dengan mengimplementasikan digitalisasi di smart mining ini bisa mendapatkan efisiensi yang cukup signifikan bahkan mencapai 15 persen dari sisi cost of operation. Kemudian bisa meningkatkan produktivitas, menurunkan risiko terjadinya kecelakaan kerja termasuk di dalamnya juga bisa menurunkan biaya-biaya investasi,” ujarnya.
 
“Kemudian juga meningkatkan sistem bisnis analisisnya sehingga dalam mengambil sebuah keputusan baik dari sisi bisnis ataupun operasi, itu berbasis smart digitalization. Nah, ini yang nantinya akan kita integrasikan bukan hanya bisa digunakan untuk kepentingan MIND ID tapi juga bisa digunakan untuk kepentingan stakeholder. Misalnya, nanti sistem informasi kita integrasikan dengan Simbara (Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara), sehingga harapannya pada saat pemerintah ingin meningkatkan pendapatan dari sektor pajak juga nanti bisa menggunakan infrastruktur teknologi yang memang di-develope oleh MIND ID,” ujarnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.