Ikut Rupiah, IHSG Juga Anjlok!

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG bergerak pada rentang 7.172 sampai dengan 7.219. IHSG melemah setelah kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang bisa mengganggu prospek ekonomi indonesia.
 
IHSG minus 0,56 persen ke level 7.178 pada penutupan perdagangan Jumat, 23 September 2022. Volume perdagangan sebesar 20,1 miliar lembar. Dalam setahun, IHSG sudah melemah 18,18 persen. Hampir semua sektor melemah. Sektor yang melemah paling dalam adalah energi, properti dan teknologi. Sementara sektor saham yang menguat adalah transportasi serta konsumer nonsiklikal.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga bergerak turun pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Pelemahan terjadi karena investor semakin khawatir bahwa pengetatan kebijakan agresif Federal Reserve dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 23 September 2022, indeks Dow Jones Industrial Average turun 107,10 poin atau 0,35 persen menjadi 30.076,68. Kemudian S&P 500 melemah 31,94 poin atau 0,84 persen menjadi 3.757,99. Indeks Komposit Nasdaq turun 153,38 poin, atau 1,37 persen, menjadi 11.066,81.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor konsumen dan keuangan masing-masing turun 2,16 persen dan 1,66 persen, memimpin penurunan. Perawatan kesehatan dan kelompok layanan komunikasi memperoleh keuntungan sederhana.

Rupiah melemah

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat kian melemah. Rupiah masih enggan bergerak di bawah level Rp15 ribu-an per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bloomberg mencatat mata uang rupiah berada pada level Rp15.037 per USD atau melemah 14,5 bps atau 0,10 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 23 September 2022. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah berada pada level Rp 15.035 per USD atau melemah lima bps atau 0,03 persen.
 
Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat menjelaskan melemahnya rupiah masih terpengaruh oleh kebijakan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin. The Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) lagi dan mengisyaratkan kenaikan yang lebih besar pada pertemuan mendatang.
 
Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen. Bank sentral turut meningkatkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari tiga persen menjadi 3,5 persen dan 4,5 persen menjadi lima persen.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.