Sinopsis & Review Noktah Merah Perkawinan, Runtuhnya Rumah Tangga

Banyak pasangan yang berpikir, pernikahan adalah akhir dari perjuangan cinta mereka. Kenyataannya, pernikahan adalah awal dari kehidupan baru bersama dengan pasangan. Noktah Merah Perkawinan menjadi bukti, bahwa nikah itu tidak selalu indah dan mudah untuk dijalani.

Contohnya seperti rumah tangga Marsha Timothy dan Oka Antara yang berada di ujung tanduk. Pasangan ini menunjukkan, bahwa retaknya rumah tangga tidak hanya terjadi karena faktor eksternal. Bahkan sikap diam yang disebut emas, sama saja dengan makian dalam rumah tangga tidak sehat ini.

Meski terkesan simpel, siapa sangka film adaptasi sinetron tahun 90-an ini begitu relate. Bahkan, Sabrina Rochelle Kalangie bisa membuatnya begitu dekat dengan kehidupan pasangan zaman sekarang.  

Lalu, apa yang terjadi pada pernikahan Marsha Timothy dan Oka Antara? Benarkan Sheila Dara Aisha sebagai orang ketiga adalah penyebab utamanya? Biar enggak penasaran lagi, kamu bisa membaca sinopsis dan ulasan filmnya hanya di Bacaterus.

Baca juga: 9 Film Indonesia tentang Perselingkuhan dan Orang Ketiga

Sinopsis

review noktah merah perkawinan_Sinopsis_

Apa yang membuat saya ingin menikah dengan Gilang? Dan lucunya, saya tidak ingat alasannya apa. 

Ambar

Hari itu, Yuli (Sheila Dara Aisha) sudah membuat janji bertemu dengan tantenya yang bernama Kartika (Ayu Azhari). Di hadapan sang tante yang berprofesi sebagai penasihat pernikahan, Yuli mengutarakan perasaan yang mengganggunya.

Ia mengisahkan bagaimana dirinya bisa masuk dalam kemelut rumah tangga orang lain sebagai orang ketiga. Inilah rumah tangga Ambara (Marsha Timothy) dan suaminya Gilang (Oka Antara).

Jika dilihat sekilas, siapa pun tidak akan menyangka bahwa rumah tangga ini sedang dilanda masalah. Sudah satu bulan, keduanya terjebak dalam silent treatment pasca pertengkaran hebat.

Masalah ini bermula ketika Ambar merasa kesal lantaran sang suami tidak pernah berbagi masalah dengannya. Ambar muak ketika Gilang menyembunyikan permasalahan ibunya yang selalu meminta uang untuk menghidupi sang kakak di Jerman.

Alih-alih membicarakan masalah ini dengannya, Gilang malah menceritakan hal ini kepada ibu kandungnya. Sontak, hal ini membuat sang mertua kerap menyindirnya sebagai sosok istri yang membebani suaminya.

Tak hanya itu, Ambar juga merasa tersinggung karena ibu mertuanya kerap mengkritik caranya mendidik anak. Ambar berpikir untuk meminta bantuan seorang penasihat pernikahan karena berharap langkah ini akan memperbaiki hubungan dan komunikasi mereka.

Gilang menolak mentah-mentah ide ini karena merasa bisa menyelesaikan masalah ini berdua saja. Gilang mengakui kesalahannya dan berniat untuk menjauhi ibu dan mertuanya. Tapi bagi Ambar, hal tersebut bukanlah jalan keluar terbaik, karena masalah mereka lebih fundamental; tidak bisa terbuka satu sama lain.

Baca Juga:

Dari sinilah, Yuli masuk dalam kemelut rumah tangga Ambar dan Gilang. Murid Ambar di kelas lokakarya ini malah jadi sumber masalah baru yang memperkeruh suasana.

Pertemuan Yuli dengan Gilang bermula ketika Ambar meminta Yuli untuk mengantar kedua anaknya ke rumah sang ibu. Karena memiliki ketertarikan yang sama terhadap tanaman, Gilang yang seorang arsitek berakhir membantu Yuli menyelesaikan proyek taman di kafe milik kekasihnya.

Sering bertemu dan bercengkerama, secara tidak sadar Gilang dan Yuli saling kagum dengan kepribadian masing-masing. Gilang merasa nyaman saat menghabiskan waktu bersama Yuli.

Selayaknya seorang istri pada umumnya, insting Ambar membuatnya peka akan hubungan suami dengan muridnya itu. Ambar tidak tahu apa yang harus dilakukannya karena tidak ingin anak-anak mengetahui kondisi orang tuanya. Apalagi Ambar tahu, putra sulung mereka stres karena pernah melihat mereka bertengkar.

Ambar bertanya kepada penasihat pernikahannya, apa yang membuatnya tahu kapan harus berjuang dan kapan harus berhenti. Apakah karena sekedar tidak merasa bahagia, ia boleh melepaskan pernikahan ini? Pasalnya, Ambar tidak tahu lagi harus berbuat apa. Ia merasa suaminya tidak pernah mau membiarkannya masuk dalam hidupnya.

Selama 10 tahun pernikahan, Ambar merasa dirinya tidak pernah menjadi bagian dari hidup sang suami. Puncaknya, malam itu Ambar tidak sengaja memergoki sang suami bersama Yuli bersama di kantor Gilang.

Saat itu juga, Ambar meminta cerai dari Gilang. Suasana semakin memanas ketika Yuli mengakui perasaannya di hadapan Ambar, bahwa ia jatuh cinta kepada Gilang.

Realita Rumah Tangga Banyak Pasangan

review noktah merah perkawinan_Realita Rumah Tangga Banyak Pasangan_

Saya tahu bahwa Noktah Merah Perkawinan diadaptasi dari sinetron populer berjudul sama tahun 90-an. Namun, saya mengagumi kerja sama Titien Wattimena sebagai penulis cerita original dan Sabrina Rochelle Kalangie dalam film ini. Mereka bisa meremajakan berbagai konflik rumah tangga tahun 90-an ke tahun 2022.

Saya yakin ada banyak hal yang diubah, selain itu mereka terlihat sangat detail dan melakukan riset mendalam. Pasalnya, masalah yang ada dalam film ini bukanlah masalah dramatis layaknya sinetron. Justru, film ini hanya memberikan tiga konflik saja.

Pertama soal komunikasi, kepercayaan dan keterbukaan satu sama lain. Faktor eksternal seperti campur tangan orang tua hingga orang ketiga, semua ini tidak akan terjadi jika Ambar dan Gilang memiliki tiga faktor tadi.


Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *