Sinopsis & Review The Reader, Kisah Cinta si Pembaca

Orang bilang, cinta akan membuatmu mau melakukan apa saja. Mungkin ungkapan itu benar adanya bagi pasangan dalam film The Reader ini. Demi seseorang yang dicintai, sang pria rela membacakan begitu banyak buku untuknya. Begitu pula si wanita yang berusaha membaca dan menulis untuk membalas surat si pria. 

Kisah cinta yang terdengar sangat mengharukan ya? Penasaran dengan cerita selengkapnya? Kamu bisa membaca sinopsis dan review dari film The Reader berikut ini. 

Sinopsis 

the reader-1_
  • Tahun Rilis: 2008
  • Genre: Romance / Drama
  • Produksi: The Weinstein Company / Senator Film
  • Sutradara: Stephen Daldry
  • Pemeran: Kate Winslet, David Kross, Ralph Fiennes

Dikisahkan pada tahun 1958, Michael Berg (David Kross) adalah anak berusia 15 tahun yang sakit di perjalanan pulang ke rumahnya.

Ia ditolong oleh seorang wanita berusia 36 tahun bernama Hanna Schmitz yang bekerja sebagai kondektur di trem. Setelah tiga bulan beristirahat total dan pulih, Michael kembali mencari Hanna untuk mengucapkan terima kasih. 

Namun pertemuannya kembali dengan Hanna memunculkan perasaan jatuh cinta. Setelah beberapa kali bertemu, Hanna pun seolah menerima kehadiran Michael hingga mereka berulang kali melakukan hubungan seks di apartemen Hanna.

Namun ada hal unik dalam hubungan mereka. Sebelum berhubungan seks, Hanna meminta Michael untuk membacakannya sebuah buku. 

Michael yang memang hobi membaca tak keberatan untuk melakukan itu. Buku demi buku ia baca untuk Hanna yang mereka akhiri dengan berhubungan seks.

Hanna sering kali terlarut dalam cerita yang dibaca Michael. Hubungan mereka juga kian dekat, bahkan Michael dan Hanna sempat berlibur bersama. Namun hubungan keduanya juga tak jarang diisi dengan pertengkaran. 

Puncaknya saat suatu hari Hanna pergi dari apartemennya tanpa memberi tahu Michael. Hal itu membuat remaja itu kecewa dan patah hati.

Di tahun 1966, Michael sudah menjadi mahasiswa hukum dan harus mengikuti seminar dengan menonton sebuah kasus persidangan. Persidangan itu adalah dakwaan untuk enam orang wanita mantan anggota SS Nazi yang didakwa atas pembunuhan 300 yahudi. 

Michael kaget saat tahu jika salah satu terdakwa adalah Hanna. Rupanya Hanna menghilang dan memilih bergabung dengan SS.

Hanna juga dituduh menjadi pemimpin dari pembantaian tersebut dan terancam hukuman lebih berat dari yang lain. Saat diminta membuktikan jika laporan pembunuhan itu bukan tulisannya, Hanna menolak dan memilih untuk mengakui perbuatan yang tak ia lakukan. 

Saat itu Michael baru menyadari jika Hanna buta huruf. Dosennya menyarankan Michael untuk menemui Hanna dan mengatakan bukti itu agar meringankan hukumannya.

Namun Michael memilih untuk tidak menemui Hanna. Hanna akhirnya mendapat hukuman penjara seumur hidup. Puluhan tahun kemudian, Michael telah menjadi seorang jaksa. Ia juga memiliki putri bernama Julia. 

Michael bercerai dari istrinya saat Julia masih kecil. Di masa kesepiannya itu, ia teringat Hanna dan memutuskan untuk mengirim kaset yang berisikan rekaman suaranya tengah membacakan buku-buku yang dulu ia bacakan untuk Hanna. Meski awalnya kaget, Hanna cukup terhibur dengan rekaman yang Michael kirimkan secara rutin. 

Dari rekaman itulah Hanna mulai belajar membaca dan menulis. Meski hanya satu kalimat sederhana, Hanna bisa menulis surat yang ia kirim untuk Michael. 20 tahun setelah dipenjara, petugas penjara menghubungi Michael dan menyatakan jika Hanna akan bebas. Petugas penjara meminta Michael untuk membantu Hanna kembali ke masyarakat. 

Michael menyanggupi dan akhirnya mereka kembali bertemu setelah bertahun-tahun terpisah. Keduanya menyepakati untuk kembali bertemu seminggu ke depan saat Hanna bebas.

Baca juga:

Namun beberapa hari setelahnya, Hanna justru memutuskan bunuh diri di selnya. Ia mewariskan sebuah kotak teh berisi uang yang ia titipkan pada Michael untuk diberikan pada anak korban pembunuhan. 

Michael menyampaikan amanat itu pada Nona Mather, anak korban pembunuhan yang kini sudah menjadi penulis kaya raya. Setelah menjelaskan mengenai kisah hidup Hanna, Nona Mather tampak bisa sedikit memaafkan apa yang terjadi di masa lalu. Michael pun mengajak Julia yang kini telah dewasa ke kuburan Hanna untuk menceritakan kisah cinta mereka. 

Kisah Sejarah dalam Balutan Drama yang Emosional 

the reader-2_

Mengikuti kisah cinta antara Michael dan Hanna di sepanjang durasi film The Reader selama 124 menit ini akan membuatmu merasa emosional.

Kita seolah diajak untuk ikut menyaksikan bagaimana sebuah cinta yang tak hilang hingga puluhan tahun lamanya. Namun tak hanya kisah dramanya saja yang terasa begitu emosional, film drama ini juga banyak mengisahkan cerita tentang kekejaman perang. 

Dari cerita Hanna Schmitz yang dikisahkan menjadi anggota SS Nazi, kita akan sedikit mengetahui kisah sejarah mengenai partai SS Nazi dan apa yang mereka lakukan kepada para orang yahudi di sekitar rentang tahun 50-an.

Sebenarnya tak ada visual atau adegan yang memperlihatkan kekejaman perang sama sekali, namun kamu akan ikut merinding membayangkannya. 

Semua kekejaman perang itu hanya disajikan melalui dialog yang disampaikan oleh Hanna dan terdakwa-terdakwa lain di pengadilan.

Mungkin dengan cara ini, sang sutradara ingin penonton juga bisa merasakan pengalaman yang sama seperti si karakter utama, dimana Hanna bisa begitu terhanyut dengan cerita yang dibacakan oleh Michael. 

Nuansa dan Tema Klasik di Sepanjang Film 

the reader-3_

Meski diproduksi tahun 2008, namun film The Reader memang menonjolkan nuansa klasik sesuai dengan setting cerita dari filmnya. Hal ini pun terasa dari berbagai elemen film, mulai dari tone warna, kostum, dan properti yang bisa kita lihat dalam film. Terlebih lagi saat alur cerita mengisahkan adegan kilas balik saat Michael masih berusia 15 tahun. 

Pada setting waktu ini, kita benar-benar merasakan dominasi nuansa yang terasa klasik dalam film. Terlebih lagi dengan sinematografi yang menggunakan tone warna kekuning-kuningan yang terkesan vintage. Hal ini cukup berbeda dengan visual yang diperlihatkan saat alur cerita mengisahkan sosok Michael yang telah dewasa, 

Selain itu, visual-visual seperti trem hingga bangunan-bangunan Eropa tempo dulu pun akan membawamu seolah kembali masuk ke masa lalu di tahun 50-an. 

Totalitas Akting Kate Winslet 

the reader-4_

Aktris Kate Winslet yang memerankan karakter Hanna Schmitz tampaknya menjadi fokus utama dari film The Reader ini. Tak hanya totalitasnya dalam memerankan adegan “panas” dengan lawan mainnya yang patut diapresiasi, namun juga kualitas aktingnya memerankan sosok Hanna di berbagai usia. 

Di pertemuan pertamanya dengan Michael, Kate Winslet sangat cocok memerankan wanita berusia 36 tahun yang masih begitu cantik dan menggoda. Hingga di akhir film, Kate Winslet pun mampu menjelma menjadi sosok nenek tua yang fisiknya semakin melemah, namun tetap mempesona. 

Kualitas aktingnya dalam film ini bahkan berhasil membuat Kate Winslet memenangkan kategori Best Actress di ajang Academy Awards. 

Nah, itu tadi sinopsis dan review dari film The Reader dengan cerita cinta dua tokohnya yang sangat emosional dan mengharukan. Coba tunjuk tangan di kolom komentar kalau kamu juga ikut baper melihat kisah cinta antara Michael dan Hanna ini ya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.