Program ‘Best Pathways’, 4 Jalur untuk Kembangkan Siswa Sesuai Minat dan Bakat

Jakarta:  Sinarmas World Academy (SWA) menerapkan program BEST Pathways untuk membawa warna berbeda dalam kegiatan belajar mengajar bagi para siswanya yang diperkenalkan pihak sekolah saat orientasi siswa dan orang tua baru, Jumat, 5 Agustus 2022.  Program ini memiliki fokus pada empat jalur akademis, yaitu Business, Engineering, Science and Technology, dan Arts.
 
BEST Pathways sendiri merupakan program yang dirancang secara khusus oleh SWA demi mendukung setiap siswa untuk mendapatkan ilmu dan mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakatnya.  Dengan tujuan akhir untuk mempersiapkan lulusan sekolah yang tidak hanya berhasil dari segi akademis, tapi juga memiliki banyak pengalaman yang bisa menjadi bekal di perjalanan mereka berikutnya, yaitu perguruan tinggi dan jenjang karier.
 
“Melalui BEST Pathways, SWA berkomitmen untuk memberikan dukungan sampai ke tingkat personal sehingga setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan bidang yang mereka pilih sendiri,” ungkap General Manager Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria dalam siaran persnya, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Kurikulum Berbasis Permainan 

Dirancang dengan sangat cermat yang memperhatikan banyak aspek pembelajaran dan tumbuh kembang anak, nantinya program ini akan diintegrasikan secara bertahap sehingga memiliki pendekatan yang berbeda antartingkat usia.  Deddy memberi contoh, bahwa di tahap usia dini, pendekatan yang dilakukan akan diintegrasikan dengan kurikulum Early Years Foundation Stage, kurikulum pembelajaran berbasis permainan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di tahap ini, setiap anak akan mendapat kesempatan yang sama untuk mencoba berbagai macam kegiatan yang dihadirkan di dalam kelas.  “Mulai dari pengenalan literasi dan angka, kegiatan menjelajah di alam terbuka, hingga memanfaatkan kecanggihan teknologi dan menggunakannya untuk berkarya, di tahap ini SWA mendorong setiap anak untuk terlibat dalam seluruh aktivitas sembari mencari hal yang menjadi minat dan bakatnya,“ kata Deddy.
 
Berlanjut di tahap sekolah dasar, program ini akan diterapkan dengan cara mempelajari dan menganalisa perkembangan setiap siswa.  Lalu kemudian menjadi basis data yang digunakan tim akademis dalam memberikan dukungan tambahan sesuai dengan apa yang masing-masing siswa butuhkan secara personal.
 
Dukungan tambahan yang dimaksud berupa mata pelajaran akhir setiap harinya, atau yang disebut oleh SWA dengan istilah “9th Period”.  Materinya dapat dipilih oleh setiap siswa secara berbeda sesuai kebutuhannya atau kemahirannya.
 
Untuk 9th Period, pihak sekolah akan memberikan rekomendasi pada orang tua mengenai mata pelajaran terbaik yang sesuai dengan anaknya. Contohnya jika ada anak yang kurang baik di bahasa Inggris, di mata pelajaran terakhir ini, sekolah akan merekomendasikannya untuk mengambil bahasa Inggris.
 
“Sebaliknya jika ada anak yang sangat mahir di matematika, maka sekolah akan merekomendasikannya mengambil matematika tingkat atas untuk olimpiade agar ia bisa mengasah kemampuannya lebih lagi,” terang Deddy.
 

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.