Sinopsis & Review The Hate U Give, Melawan Stereotip & Rasisme

Manusia merupakan makhluk sosial yang pasti berhubungan dengan orang lain. Nggak jarang kita harus dihadapkan untuk berinteraksi dengan orang lain yang berbeda suku, bahasa, ras dan agama.

Tapi itu seharusnya nggak menjadi masalah karena sejatinya dengan keragaman yang ada membuat hidup lebih berwarna.

Suatu kelompok masyarakat pasti telah melewati proses panjang sehingga membentuk norma-norma tertentu. Sayangnya terkadang banyak kisah dari jaman dulu yang seharusnya sudah nggak relevan, malah masih dipercaya. Salah satunya adalah perilaku rasis.

Film The Hate U Give mencoba mengangkat tema rasisme. Seperti apa sinopsis dan review filmnya? Simak ulasan berikut ini yuk!

Baca juga: Review & Sinopsis Green Book, Isu Rasisme dalam Kisah Komedi

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Drama
  • Produksi: Fox 2000 Pictures, Temple Hill Entertainment, State Street Pictures
  • Sutradara: George Tillman Jr.
  • Pemain: Amanda Stenberg, Regina Hall, Russell Hornsby, KJ Apa, Sabrina Carpenter

Starr Carter adalah seorang remaja berusia 16 tahun yang hidup di wilayah Garden Heights. Mayoritas penduduk yang tinggal di Garden Heights adalah orang-orang kulit hitam.

Maverick, ayah Starr memilih untuk menyekolahkan Starr ke sekolah dengan mayoritas siswanya kulit putih bernama Williamson Pep.

Starr diajak jalan oleh Khalil, teman masa kecilnya. Mereka berdua kemudian pergi menghadiri sebuah pesta. Ketika sedang asyik menikmati suasana, ada suara tembakan pistol.

Khalil langsung membawa pergi Starr dan berencana untuk langsung mengantarnya pulang. Di jalan, Khalil diberhentikan oleh polisi karena nggak menyalakan lampu sein.

Salah seorang polisi berteriak agar Khalil mau menurunkan jendelanya dan mengecilkan volume musik tapi Khalil menolak. Polisi menyuruh Khalil untuk turun dari mobil.

Khalil turun dari mobil kemudian memberikan SIM-nya untuk diperiksa oleh Polisi. Polisi memerintahkan Khalil untuk menyimpan tangannya di atas kap mobil selama polisi memeriksa kartu identitasnya.

Khalil menunduk untuk melihat kondisi Starr dan berniat mengambil sisir. Polisi malah menembak mati Khalil. Starr histeris, para Polisi menyadari yang diambil Khalil adalah sisir bukan pistol. Kematian Khalil di tangan Polisi langsung menjadi berita nasional.

Status Starr sebagai saksi disembunyikan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dua sahabat Starr, Hailey dan Maya. Begitu juga pacar Starr, Chris, yang nggak diberi tahu sama sekali.

Tindakan Starr itu bukannya tanpa alasan. Garden Heights berisi orang-orang kulit hitam yang berkecimpung di dunia kriminal dan itu bisa menyebabkan tindakan mereka diketahui Polisi.

Merasa tertekan karena ingin menyampaikan keadilan, Starr akhirnya setuju untuk di wawancara di televisi dengan nama samaran.

Keberanian Starr muncul setelah dibantu oleh April Ofrah, seorang pengacara HAM. Ketika menjelaskan kejadian tentang Khalil di televisi, Starr menyebut King Lords, nama gangster di lingkungannya tinggal. Tindakan Starr membuat marah para anggota King Lords.

Mereka mulai memberikan ancaman kepada keluarga Starr. Merasa hidup sekeluarga nggak aman, Starr beserta keluarganya memilih pindah ke rumah Carlos, kakak ibu Starr yang berprofesi sebagai detektif.

Carlos sendiri merupakan figur ayah bagi Starr ketika masih kecil karena Maverick harus mendekam di penjara. Maverick dulunya pernah tergabung di King Lords.

Dia mendekam di penjara karena menciptakan kesaksian palsu agar King, pimpinan King Lords nggak ditangkap. Ketika bebas dari penjara, Maverick diberi keleluasaan untuk keluar dengan mudah.

Baca juga:

Maverick pun memilih melanjutkan hidup dengan membuka toko retail dengan dibantu saudara tiri Starr, Seven. Starr berada dalam posisi yang sulit. Dia ingin menyuarakan kebenaran dan membela kaumnya tapi justru mendapat ancaman dari kaumnya sendiri.

Selain itu, dia pasti akan mendapat reaksi beragam di sekolahnya yang mayoritas siswanya adalah kulit putih. Apakah cara yang akan dipilih Starr? Akankah dia mau berjuang lebih keras dan mengambil resiko?

Stereotip dan Rasisme

Stereotip dan Rasisme

Kasus rasisme masih sering terjadi di berbagai negara. Ketika zaman sudah maju sedemikian rupa, perilaku nggak terpuji itu entah bagaimana caranya masih dilakukan oleh sebagian orang.

Amerika yang pernah mengalami periode buruk dengan adanya segregasi pun kesulitan untuk menekan angka rasisme. The Hate U Give muncul mengangkat tema tersebut.

Korban rasisme kebanyakan adalah orang-orang kulit hitam yang dianggap sebagai masyarakat kelas dua. Parahnya rasisme ini juga diperparah dengan adanya anggapan bahwa orang-orang kulit hitam merupakan anggota gangster atau pengedar narkoba.

Oleh karena itulah, sebagian Polisi dengan entengnya melakukan tindakan brutal karena stereotip yang sudah terbentuk.

The Hate U Give mengambil cerita berdasarkan buku dengan judul serupa karya Angie Thomas. Kita akan disuguhkan bagaimana perjuangan Starr dalam menghadapi berbagai rintangan hanya karena dia berkulit hitam.

Tema rasisme benar-benar dieksplor selain peristiwa yang menimpa Khalil, ada juga komentar rasis dari sahabat Starr sendiri. Hal itu menunjukan bahwa rasisme itu ada secara turun-menurun.

Pendalaman Karakter yang Kuat

Pendalaman Karakter yang Kuat

Kehebatan The Hate U Give adalah pendalaman karakternya yang kuat pada Starr. Ada sebuah adegan ketika Starr mengobrol dengan ayahnya.

Maverick memberi tahu Starr apabila dia diberhentikan Polisi di jalanan, maka dia harus menuruti permintaan Polisi dan mengangkat tangan walaupun nggak memahami apa kesalahan yang diperbuat.

Maverick tahu betul lingkungan tempatnya tinggal berpotensi membawa pengaruh buruk pada Starr. Oleh karena itulah, dia rela membayar lebih mahal supaya sang anak nggak banyak berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dengan kehidupan kelam.

Terlebih Maverick pernah terjerumus ke dalam dunia kelam. Maverick pernah berjualan narkoba dan menjadi gangster bahkan harus mendekam di penjara selama tiga tahun. Dinamika hubungan rumah tangga Maverick dan sang istri pun ikut memperkuat cerita.

Keduanya diceritakan sebagai orang tua yang memiliki cara pandang berbeda tentang membesarkan anak. Secara sinematografi, film ini memberi pengalaman tersendiri dalam menampilkan visualisasi Garden Heights dan Williamson.

Garden Heights dibuat begitu terasa hangat sementara Williamson dibuat lebih pucat. Mungkin hal itu ditujukan untuk menguatkan karakter Starr yang sebenarnya lebih cocok di Garden Heights dan merasa terasing di Williamson.

Penampilan Amandla Stenberg

Penampilan Amandla Stenberg

The Hate U Give benar-benar mengandalkan karakter Starr. Kita akan melihat perubahan yang terjadi pada Starr. Dimulai dari siswa sekolahan biasa, getirnya menjadi saksi pembunuhan sampai menjadi orang yang menggerakan massa untuk menuntut keadilan atas tewasnya Khalil.

George Tillman Jr. sebagai sutradara tahu betul bagaimana caranya membuat momen-momen penting dalam film sehingga penonton bisa merasakan kedekatan emosional dengan Starr.

Amandla Stenberg yang berperan sebagai Starr berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Perubahan karakter Starr sepanjang cerita menjadi cara yang efektif untuk mengajak penonton melihat bagaimana perjuangan seorang aktivis.

Alurnya cukup mengalir dari awal kejadian sampai Starr menemukan alasan yang menggerakannya. Kehebatan Stenberg dalam berakting dapat dilihat ketika Starr merasa trauma harus terjebak dalam situasi yang nggak dia inginkan.

The Hate U Give nggak muluk-muluk dalam membeberkan ceritanya. Tema rasisme, stereotipe dan kebrutalan Polisi secara lantang berani diangkat. Durasi cukup panjang yaitu 133 menit nggak akan terasa lama.

Kita akan terbawa secara emosional menyaksikan perjuangan Starr yang ingin menegakan keadilan dan menghilangkan kebencian. Kalau kamu punya rekomendasi film lain yang mengangkat tema rasisme, kamu bisa berbagi di kolom komentar, teman-teman!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.