Pemerintah siapkan Pelabuhan Ciwandan urai kepadatan Merak

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah berencana untuk menyiapkan Pelabuhan Ciwandan di Banten sebagai dermaga penyeberangan menuju Sumatera demi mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak, demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa.

Menurut Budi, rencana itu menjadi salah satu rencana tindak lanjut hasil Rapat Kabinet Terbatas Evaluasi Mudik Lebaran 1443 Hijriah/2022 Masehi yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, dan menemukan bahwa arus penyeberangan Merak-Bakauheni masih menemui kendala.

“Karena Ciwandan berjarak hanya 4-5 kilometer dari Merak, sehingga mampu untuk menampung jumlah ada 3-4 dermaga yang dilaksanakan (penyeberangan) di sana,” kata Menhub dalam keterangan pers selepas ratas yang disiarkan langsung kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Baca juga: Pemerintah berencana tambah 10 “rest area” di jalur darat mudik

Pelabuhan Ciwandan selama ini berfungsi sebagai pelabuhan niaga milik PT Pelindo, tetapi pada arus mudik Lebaran lalu juga sempat difungsikan untuk penyeberangan penumpang dalam jumlah terbatas demi mengurai kepadatan Merak.

Menhub menyatakan alih fungsi tersebut nantinya akan diterapkan secara berkelanjutan untuk keperluan arus perjalanan hari-hari besar keagamaan maupun akhir pekan.

“Kita akan berikan izin kepada Pelindo untuk mengoperasikan kendaraan-kendaraan berat, tetapi pada saat hari-hari besar, Sabtu-Minggu itu bisa digunakan oleh penumpang. Sehingga jumlah tujuh dermaga yang ada di Merak itu akan ditambahkan paling tidak 3-4 dermaga di Ciwandan,” katanya.

Tak hanya menambahkan penggunaan dermaga penyeberangan penumpang, Menhub juga menuturkan rencana untuk memberikan aspek perjalanan yang berbeda bagi penyeberangan dari Pelabuhan Ciwandan yang diarahkan ke Pelabuhan Panjang di Lampung, bukan Bakauheni.

Menhub mengharapkan dengan waktu tempuh yang lebih lama, yakni tujuh jam, para penumpang mendapatkan hiburan dari para penyedia jasa penyeberangan sepanjang perjalanan.

“Dari Ciwandan ke Panjang itu tujuh jam, tapi justru masyarakat senang untuk menggunakan kapal itu, tidak berlama-lama mengendarai kendaraan, tapi mereka mendapatkan hiburan. Jadi pada saat Lebaran nanti ada yang cuma 2,5 jam, ada yang tujuh jam tapi ada additional kegiatan yang ada di sana,” kata Budi.

Di sisi lain, guna mengantisipasi berulangnya penumpukan antrean di Pelabuhan Merak pada H-4 dan H-3 arus mudik lebaran yang lalu, Menhub juga mengatakan rencana pembuatan satu kantung rest area bagi pemudik yang mengarah ke Merak.

“Di situ akan di-filter, kalau nanti setelah longgar baru bisa dijalankan. Yang lain kita akan minta jalannya dilebarkan dan secara jangka panjang bahkan kita minta ada jembatan yang ada di situ,” ujarnya.

Ratas evaluasi mudik lebaran yang dipimpin Presiden Jokowi turut dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Baca juga: Menhub: Pelabuhan Panjang jadi alternatif penyeberangan tiap tahun
Baca juga: Pelabuhan Ciwandan beroperasi amankan arus balik Sumatera-Jawa

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.