Sinopsis & Review Film Perfume: The Story of a Murderer (2006)

Setiap orang memiliki wangi khas yang berbeda dengan orang lain. Dalam momen-momen tertentu, kita perlu menggunakan parfum untuk membuat wangi khas di tubuh menjadi lebih segar.

Selain memiliki aroma menyegarkan, menggunakan parfum juga bisa membuat kita lebih percaya diri. Bahkan, parfum juga berguna untuk menarik perhatian orang-orang di sekitar kita.

Nggak heran kalau hampir semua orang menyukai wewangian. Tapi bagaimana jika ada orang yang sangat terobsesi dengan wewangian tubuh manusia dan obsesinya itu sampai mengubahnya menjadi pembunuh berantai?

Sinopsis

perfume-story-of-murderer-2_
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Psychological Thriller
  • Produksi: Castelao Productions, Neff Productions, VIP Medienfonds 4
  • Sutradara: Tom Tykwer
  • Pemain: Ben Whishaw, Alan Rickman, Rachel Hurd-Wood, Dustin Hoffman, Sian Thomas

Jean-Baptiste Grenouille dilahirkan di sebuah pasar ikan. Sang ibu menelantarkan Grenouille sehingga ia harus tinggal di panti asuhan. Dia tumbuh berbeda dengan anak-anak lain. Di usia kelima, dia baru bisa berbicara. Tapi dia memiliki kemampuan spesial lewat indera penciumannya. Dia bisa mengenali orang atau barang dari wanginya.

Grenouille dijual untuk bekerja di pabrik penyamakan kulit binatang. Dia mendapat kesempatan untuk mengantar kulit ke Paris. Grenouille terkejut bisa mencium berbagai wewangian di ibu kota Perancis itu.

Biasanya dia hanya mencium bau kulit binatang. Suatu hari, dia mencium wangi yang menarik perhatiannya. Setelah ditelusuri, wangi itu berasal dari gadis penjual bunga. 

Grenouille mengikuti gadis penjual bunga dan berkali-kali mencoba menciumnya. Dia kemudian mencium tangan gadis itu. Sang gadis pun mencoba menjauh karena ketakutan.

Grenouille ingin membujuk sang gadis yang mulai menangis. Dia juga khawatir suara tangisan yang kencang akan mengundang perhatian orang. Grenouille menutup mulut sang gadis sampai sesak nafas dan meninggal.

Menyadari sang gadis meninggal, Grenouille melucuti semua pakaian dan mencium wangi di sekujur tubuhnya. Dia terkejut ketika wangi itu berangsur hilang. Setelah itu, Grenouille memiliki obsesi untuk menciptakan parfum dengan aroma wanita, persis seperti aroma gadis tadi. Masalahnya dia nggak memahami cara membuat parfum.

Setelah mengirim pesanan ke toko parfum, Grenouille terkesima oleh pemilik toko, Giuseppe Baldini. Baldini punya banyak stok parfum. Baldini pun terkesima dengan kemampuan penciuman Grenouille.

Baldini mengungkapkan bahwa dia ingin membuat parfum dengan aroma yang baru tapi nggak tahu aroma apa. Grenouille meminta Baldini menunjukkan cara membuat parfum, Baldini pun setuju.

Grenouille memilih bekerja untuk Baldini tapi dia kecewa dengan cara Baldini menyuling parfum. Baldini terlalu banyak mencampur bahan, tapi wanginya nggak terlalu menonjol.

Baldini kemudian memberitahu Grenouille bahwa ada cara untuk membuat parfum aroma baru. Cara itu hanya bisa dipelajari di Grasse. Baldini pun setuju membantu Grenouille pergi ke Grasse dengan syarat Grenouille harus memberinya 100 aroma parfum baru.

Grenouille berhasil memenuhi persyaratan Baldini dan pergi ke Grasse. Tapi tak lama kemudian Baldini meninggal akibat tertimpa reruntuhan toko parfumnya yang sudah rapuh.

Dalam perjalanan ke Grasse, Grenouille memutuskan untuk memisahkan diri dari masyarakat. Dia memilih untuk tinggal di goa. Tinggal di goa membuatnya berpikir bahwa parfum buatannya kekurangan aroma yang lebih personal. 

Sesampainya di Grasse, Grenouille mencium aroma Laura Richis. Laura adalah anak dari Antoine Richis yang merupakan orang kaya.

Baca juga:

Grenouille lalu memutuskan bahwa aroma Laura akan menjadi aroma parfum personal buatannya. Dia kemudian mencari aroma perempuan yang mendekati obsesinya itu. Untuk mendapatkan aroma yang diinginkan, dia membunuh seorang gadis, kemudian menghafal aromanya.

Grenouille menyewa dan membunuh PSK untuk mencari tahu aroma dari wanita itu. Namun setelah itu, Grenouille mendapat kesimpulan bahwa aroma buatannya hanya bisa didapat dari gadis yang belum pernah berhubungan seks.

Dia kemudian mulai mencari cara untuk mendapatkan aroma parfum yang mirip dengan wangi Laura. Bagaimana akhir kisah Grenouille sang pembunuh yang digerakkan obsesi?

Membahas Teknik Pembuatan Parfum

perfume-story-of-murderer-3_

Perfume: The Story of a Murderer seakan-akan nggak ingin memberikan sajian yang setengah-setengah. Maka film ini menampilkan cara membuat parfum. Ada adegan ketika Baldini memberi tahu cara menyuling parfum pada Grenouille. Baldini mengatakan bahwa 10.000 mawar wanginya setara dengan satu ons parfum murni. 

Ada juga adegan ketika Baldini menunjukkan campuran dari bahan dasar parfum. Wangi itu akan dicampur dengan alkohol kemudian dipanaskan.

Adegan-adegan berguna menguatkan narasi bahwa teknik yang digunakan Baldini nggak sesuai dengan hasil yang diinginkan Grenouille. Teknik membuat parfum bukan hanya melibatkan Baldini, tapi juga melibatkan karakter Madame Arnulfi. 

Madame Arnulfi adalah pemilik toko parfum di Grasse yang juga menjadi tempat kerja Grenouille. Ia memperlihatkan teknik untuk menghasilkan aroma yang unik. Caranya adalah dengan mengoleskan lemak hewan pada aroma inti parfum. Grenouille kemudian meniru cara itu setelah membunuh korbannya.

Pendalaman Karakter yang Kuat

perfume-story-of-murderer-4_

Film ini berfokus pada sosok Grenouille. Maka dari itu, karakternya diberi pendalaman yang solid. Kita akan dibawa menyaksikan kehidupan Grenouille sejak lahir, dibuang, ibunya meninggal, lalu tinggal dan besar di panti asuhan. Dia nggak tumbuh seperti anak normal. Maka dari itu anak-anak lain nggak mau berbicara dengannya.

Grenouille memiliki masa lalu yang kelam. Hal itu membuat dirinya nggak bisa bersosialisasi dengan orang lain. Bisa mencium aroma perempuan membangkitkan gairah hidupnya.

Hal itulah yang menumbuhkan obsesi untuk membuat parfum sesuai keinginannya. Grenouille merasa obsesi itu yang membuat dia punya semangat hidup. Bahkan, meski dia harus menjadi pembunuh.

Ben Whishaw berhasil masuk ke dalam karakter Grenouille dengan nyaris sempurna. Sorot mata, caranya berbicara dan mengendus benar-benar terasa mengerikan. Sang aktor berhasil menunjukkan bahwa karakter yang dimainkannya bukanlah orang normal yang bisa bersosialisasi. Terutama dalam adegan-adegan yang melibatkan karakter perempuan.

Visualisasi Unik

perfume-story-of-murderer-5_

Film bergenre Thriller ini mengambil cerita dari buku berjudul Perfume karya Patrick Suskind. Dalam buku, deskripsi tentang aroma bisa dijelaskan dengan detail. Hal itu ditransformasikan secara visual dengan cara yang unik. Kamera akan menyoroti sumber wewangian dan membiarkan kita berimajinasi seperti apa wanginya.

Kamera akan menyoroti tempat sampah supaya kita berimajinasi tentang bau busuk. Kamera menyoroti perempuan lalu membiarkan kita berimajinasi seperti apa wanginya.

Hal itu dikuatkan dengan reaksi karakter mencium wangi sesuatu. Nuansa vintage di sepanjang film pun berhasil disajikan dengan baik. Pengalaman seperti ini jarang kita temui di film-film lain. 

Film yang diadaptasi dari buku selalu punya masalah yang sama. Ada beberapa adegan penting di dalam buku yang dianggap sulit untuk diadaptasi ke film. Salah satunya adalah adegan pesta seks.

Dalam sebuah adegan, orang-orang yang mencium parfum Grenouille kemudian terlibat pesta seks. Untungnya, sang sutradara berhasil mengeksekusi adegan ini dengan baik. 

Perfume: The Story of a Murderer nggak berjalan cepat tapi efektif dalam membangun suasana menegangkan. Cerita tentang pembunuh berantai yang memiliki obsesi unik dikupas secara tuntas.

Durasi selama 147 menit nggak akan bikin bosan karena denyut cerita terjaga sampai akhir. Film tentang pembunuh berantai favorit kamu apa nih? Tulis judulnya di bawah, yuk!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.