Sinopsis & Review Flight, Perjuangan Pilot yang Kecanduan Alkohol

Bekerja dalam waktu yang lama dapat memunculkan rasa bosan. Nggak sedikit orang yang mencari cara untuk menghilangkan kebosanan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti berlibur ke destinasi wisata, staycation atau sekedar beristirahat di rumah. Tapi, ada juga yang tenggelam ke dalam hal-hal negatif untuk sekadar melawan rasa bosan.

Salah satu hal negatif yang menjadi pelarian ketika merasa bosan adalah alkohol. Alkohol yang dapat memabukkan, bisa menjadi lebih berbahaya apabila dikonsumsi dengan berlebihan apalagi dalam waktu yang nggak tepat.

Hal serupa menjadi tema yang diangkat dalam film Flight. Seperti apa sinopsis dan review filmnya? Yuk, baca ulasannya berikut ini!

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Horror Flight 7500 (2014)

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Drama
  • Produksi: Parkes + McDonald Image Nation, ImageMovers
  • Sutradara: Robert Zemeckis
  • Pemain: Denzel Washington, Don Cheadle, Kelly Relly, John Goodman, Melissa Leo

Whip Whitaker menggunakan kokain padahal akan bekerja pada pagi harinya. Dia menjadi pilot untuk pesawat SouthJet Flight 227 dengan tujuan ke Atlanta.

Ketika pesawat mengalami masalah, Whip malah mencampurkan jeruk ke dalam vodka kemudian meminumnya. Ken Evans, co-pilot mengambil alih kendali pesawat selama Whip tertidur.

Ketika terbangun, Whip menemukan bahwa pesawatnya mulai menukik dengan jarak 30.000 kaki. Kesulitan untuk mengendalikan pesawat, Whip dipaksa untuk melakukan tindakan darurat.

Dia pun berusaha mendaratkan pesawat ke sebuah tanah kosong demi menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin. Karena tindakannya itu, kepala Whip terbentur hingga nggak sadarkan diri.

Whip terbangun di rumah sakit di Atlanta. Dia langsung mendapat sambutan hangat dari temannya, Charlie Anderson serta persatuan pilot pesawat terbang.

Charlie mengatakan bahwa Whip berhasil menyelamatkan 96 dari 102 orang, dengan dua kru pesawat dan empat penumpang yang meninggal dunia. Dia menambahkan bahwa co-pilot Whip sedang berada dalam kondisi koma.

Whip sembunyi-sembunyi keluar dari kamarnya menuju tangga darurat untuk merokok. Dia kemudian bertemu dengan Nicole Maggen, seorang pecandu heroin yang baru selamat dari overdosis yang dirawat di rumah sakit yang sama.

Keesokan harinya, Whip dibawa keluar rumah sakit oleh temannya yang seorang bandar narkoba, Harling Mays. Whip menghabiskan waktu di rumah bekas ladang milik ayahnya. Dia ditemui oleh Charlie dan seorang jaksa, Hugh Lang.

Mereka menceritakan bahwa Transportation Safety Board (NTSB) melakukan pengujian pada tubuh Whip ketika berada di rumah sakit untuk mengecek apakah Whip menggunakan narkoba atau nggak. Hasilnya adalah dalam darah Whip ada kandungan alkohol dan narkoba.

Hugh berjanji akan membantu Whip menyelesaikan masalah mengenai tes narkoba. Sementara itu, Whip mulai mengunjungi Nicole yang pernah diantarnya pulang. Nggak lama kemudian, hubungan keduanya memburuk karena Whip yang kecanduan alkohol dan Nicole kesulitan berhenti menggunakan narkoba.

Whip mendatangi pemakaman salah satu kru pesawat yang meninggal, Katerina. Semalam sebelum kejadiaan naas, Whip menghabiskan malam dengannya. Di pemakaman, Whip bertemu Margaret, salah satu kru pesawat yang berhasil selamat.

Dia meminta Margaret untuk memberikan keterangan bahwa Whip berada dalam kondisi yang sadar selama bertugas sebagai pilot pada hari itu.

Baca juga:

Whip mengunjungi Ken yang sudah siuman. Hanya saja, Ken sudah nggak bisa berjalan serta nggak bisa menjadi co-pilot lagi. Walau kecewa, Ken menyatakan bahwa dia nggak memiliki niat untuk melaporkan tindakan Whip pada NTSB.

Perpisahan dengan Nicole membuat Whip rindu akan keluarganya. Dia yang dalam kondisi mabuk, menyetir ke rumah mantan istrinya. Tindakan Whip itu tertangkap kamera media.

Hari Whip memberi pembelaan akan segera tiba, dia pun memaksakan diri tinggal bersama Charlie supaya nggak mengonsumsi alkohol.

Sepanjang malam, Whip berusaha keras melawan godaan tapi dia akhirnya kalah dan mengonsumsi alkohol. Pagi harinya, Whip ditemukan pingsan dan masih dalam keadaan mabuk. Bisakah Whip lolos dari jeratan hukum?

Dominan Unsur Drama

Dominan Unsur Drama

Flight langsung dibuka dengan adegan pesawat berada dalam kondisi yang darurat. Whip harus melakukan tindakan darurat demi menyelamatkan penumpang yang berada dalam pesawat yang dikemudikannya.

Adegan ini benar-benar terasa mencekam sekaligus menegangkan. Bahkan di tengah adegan itu, pengembangan karakter Whip pun ditunjukan.

Setelah adegan pendaratan darurat yang dilakukan Whip, nyaris nggak ada ketegangan dalam level yang sama. Film ini lebih berfokus pada upaya Whip menghindari tuntutan hukum karena berada dalam pengaruh alkohol serta narkoba dan juga usaha Whip keluar dari pengaruh alkohol.

Alhasil, unsur drama yang lebih dominan muncul dan mungkin mengecewakan bagi yang berharap akan ada adegan yang menegangkan lagi.

Secara sinematografi, Flight menunjukkan tipikal film drama dengan banyak mengandalkan mid shot karena kebanyakan film ini berisikan dialog antar karakter.

Lokasi-lokasi yang dipilih pun cukup mendukung bagaimana gaya hidup Whip membawanya pada kehancuran. Rumah berantakan, emosi yang naik-turun sampai pertengkaran dengan sang mantan istri menjadi bumbunya.

Penggunaan Tempo Pelan

Penggunaan Tempo Pelan

Flight berjalan dengan tempo pelan dari second act sampai akhir. Berbagai masalah yang dihadapi Whip menjadi andalan utama sehingga lebih banyak mengangkat konflik personal dalam diri Whip.

Konflik itu beresiko membuat Whip kehilangan pekerjaan sebagai pilot, satu-satunya pekerjaan yang dia rasa bisa dikuasai dengan baik.

Film garapan sutradara Robert Zemeckis ini lebih memfokuskan pada sosok Whip. Hal itu mengakibatkan orang-orang di sekitar Whip nggak mendapatkan pendalaman karakter yang cukup.

Tapi hal itu bukan berarti film menjadi berjalan nggak menarik karena konflik personal dalam diri Whip cukup untuk meletupkan konflik-konflik yang lain.

Ada subplot hubungan cinta Whip dengan Nicole yang nggak berjalan dalam waktu yang lama di cerita. Subplot yang seharusnya memperdalam betapa sulitnya Whip hidup sebagaimana orang-orang kebanyakan nggak digali dengan porsi yang cukup.

Hasilnya, subplot itu terasa nggak terlalu penting karena secara pribadi, Whip sudah kehilangan keluarganya. Selain itu, sudah ada juga adegan yang menunjukan rusaknya hubungan Whip dengan mantan istri dan anaknya.

Penampilan Apik Denzel Washington

Penampilan Apik Denzel Washington

Flight mungkin berpotensi menjadi film yang membosankan apabila Whip bukan diperankan oleh Denzel Washington. Denzel membuktikan sekali lagi betapa piawainya dia sebagai aktor yang melakukan studi terhadap karakternya.

Dia sama sekali nggak terlihat sedang bekerja sebagai aktor ketika memerankan Whip. Bahkan nggak ada porsi berlebihan yang dia lakukan.

Kita akan disajikan bagaimana sosok Whip yang rapuh, takut akan mendapat hukuman serta kehilangan pekerjaan, keras kepala dan arogan.

Denzel berhasil masuk ke dalam karakter Whip dengan menunjukan berbagai ekspresi sesuai kebutuhan cerita. Salah satu adegan yang layak mendapat apresiasi adalah bagaimana sosok Whip berubah ketika di dalam ruang sidang.

Flight berdurasi selama 138 menit, durasi yang terasa terlalu panjang untuk ukuran film bergenre drama. Tapi panjangnya durasi berhasil diselamatkan oleh penampilan apik Denzel Washington. Cerita berhasil dikemas menjadi menarik dan bikin penasaran.

Siapa yang suka film bertema dunia aviasi? Film ini mungkin akan kamu sukai. Punya rekomendasi film seputar dunia aviasi? Bagikan di kolom komentar, yuk!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.