Tujuh kesalahan saat menyimpan telur

Jakarta (ANTARA) – Telur sebagai sumber protein bisa Anda sajikan dengan beragam cara mulai dari merebusnya, menjadikannya bagian salad, sandwich hingga menjadi lauk di semangkuk ramen atau mi instan.

Sebagian orang berpendapat, makanan ini termasuk memerlukan perawatan ekstra dalam penyimpannya, demi menghindari perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan orang yang memakannya menjadi sakit.

Berikut tujuh kesalahan yang umum dilakukan orang saat menyimpan telur menurut Layanan Keamanan dan Inspeksi Makanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), seperti dikutip dari Real Simple, Kamis:

1. Membeli telur yang tidak disimpan dengan benar

Saat berbelanja telur, pastikan telur yang Anda beli disimpan dengan benar di toko. Telur disimpan di bagian berpendingin di toko bahan makanan karena bakteri apa pun yang ada dalam telur dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu kamar, tetapi kecil kemungkinannya untuk berkembang biak jika dalam suhu dingin.

Selanjutnya, usahakan untuk memilih telur Grade A atau AA dengan cangkang yang bersih dan tidak pecah. Saat membeli produk telur, carilah wadah yang tertutup rapat.

2. Tidak mendinginkan telur setelah sampai di rumah

Setelah membeli telur dari toko kelontong setempat atau melalui jasa pengiriman, Anda perlu segera mendinginkannya. Selain itu, setelah telur didinginkan, maka harus tetap seperti itu.

USDA mencatat, telur dingin yang ditinggalkan pada suhu kamar dapat memfasilitasi pergerakan bakteri ke dalam telur dan meningkatkan pertumbuhan bakteri salah satunya Salmonella yang dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut.

Baca juga: Ibu-ibu, ini tips bagaimana memilih telur

3. Tidak mengatur kulkas dalam suhu yang tepat

Telur tidak hanya perlu didinginkan secepatnya, tetapi juga perlu didinginkan pada suhu yang tepat. Pastikan lemari es Anda disetel pada suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah, dan simpan telur di dalam kartonnya. Telur juga harus disimpan di bagian terdingin dari lemari es, dan tidak disimpan di bagian pintu, yang cenderung lebih hangat.

4. Mencuci telur

Mencuci telur tidak diperlukan karena bisa meningkatkan risiko kontaminasi pada pangan ini. Lebih khusus lagi, ketika telur dicuci, airnya bisa masuk ke dalam telur melalui pori-pori di cangkangnya.

Selain itu, tidak ada alasan untuk mencuci telur, karena setiap telur sudah memiliki lapisan pelindung.

5. Menggunakan telur retak

Bakteri dapat masuk ke telur melalui retakan pada cangkangnya, sehingga Anda tidak boleh membeli atau memasak telur yang retak, meskipun retakannya sangat kecil.

Namun, jika Anda melihat satu atau dua telur pecah dalam perjalanan pulang dari toko kelontong, Anda masih bisa menyelamatkan isinya. Cukup pecahkan telur yang retak ke dalam wadah bersih, tutup rapat, simpan dalam lemari es, dan gunakan telur dalam waktu dua hari.

6. Membiarkan telur terlalu lama

Meskipun Anda mungkin ingin menyiapkan semua bahan makanan jauh sebelum Anda berniat memasaknya, pastikan Anda tidak menyimpan telur dari lemari es selama lebih dari dua jam.

7. Membekukan telur

Ada banyak makanan yang dapat Anda bekukan, tetapi membekukan telur utuh atau hanya kuningnya bukanlah hal yang disarankan. Membekukan telur mentah akan merusak cangkangnya, sementara membekukan kuning telur mentah membuatnya tidak dapat digunakan dalam resep.

Baca juga: Kiat “ngemil” tapi tetap sehat

Baca juga: Beralih konsumsi ke telur “cage free”, apa manfaatnya?

Baca juga: Tips masak telur orak arik berbentuk karakter lucu

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.