Stellantis Membeli Share Now, Bisnis Sharing Mobil Usaha Kolaborasi Mercedes-Benz dan BMW

Suara.com – Share Now adalah usaha bersama Mercedes-Benz bersama BMW di sektor car sharing atau layanan berbagi mobil. Peminat cukup mencari lokasi parkir kendaraan untuk mendapatkan mobil pinjaman sesuai kebutuhan, lewat aplikasi.

Kekinian layanan berbagi mobil dengan pilihan mesin konvensional serta mobil listrik ini tersedia di beberapa negara, berdasar situsnya antara lain adalah Italia, Prancis, Belanda, dan Jerman.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Selasa (3/5/2022), usaha patungan car sharing atau berbagi mobil Share Now sekarang dijual kepada Stellantis. Sementara harganya tidak diungkapkan ke publik.

Share Now di Prancis menyediakan sharing mobil bertenaga listrik [press room Share Now].
Share Now di Prancis menyediakan sharing mobil bertenaga listrik [press room Share Now].

Penjualan Share Now ini sebelumnya diawali dengan mundurnya perusahaan ini dari pasar car sharing di Amerika Utara pada 2019. Alasannya adalah biaya perawatan yang tinggi.

Baca Juga: Invasi Rusia dan Ukraina Berlanjut, Mercedes-Benz Belum Melihat Dampak dari Penghentian Pengiriman Gas Alam

Penjualan Share Now ke Stellantis juga memperlihatkan adanya tantangan yang dihadapi industri otomotif dalam memanfaatkan sumber pendapatan baru di luar penjualan mobil. Utamanya di bidang layanan mobilitas yang kekinian tengah berkembang.

Akuisisi Share Now nantinya akan membantu Stellantis dalam meningkatkan posisinya sebagai salah satu pemimpin global dalam usaha mobilitas bersama.

Share Now memiliki sekitar 11 ribu mobil dan aktif di 16 kota besar Eropa, serta memiliki 3,4 juta pelanggan.

Stellantis sendiri telah memiliki layanan mobilitas bernama Free2Move yang dibentuk pada 2016.

Setelah menjual Share Now, BMW dan Mercedes-Benz masih memiliki dua bidang kerja sama sebagai fokus bisnis kedua belah pihak. Yaitu Free Now, aplikasi pemesanan mobil, taksi, e-skuter, dan e-bikes. Serta Charge Now, aplikasi pemesanan pengisi daya.

Baca Juga: Invasi Rusia ke Ukraina Belum Rampung, Audi dan BMW Tangguhkan Pengiriman ke China Pakai Kereta Api Trans-Siberia

“Ini memungkinkan kami untuk meningkatkan aktivitas kami lebih cepat dan mencapai pertumbuhan lebih lanjut yang menguntungkan dalam waktu sesingkat mungkin,” jelas Rainer Feurer, Kepala Investasi Perusahaan BMW.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS



Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.