Harga Minyak Dunia Surut Akibat Penguncian di Tiongkok

New York: Harga minyak dunia turun lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Hal itu terjadi karena kekhawatiran permintaan yang berasal dari penguncian covid-19 berkepanjangan di Tiongkok, melebihi prospek embargo Eropa terhadap minyak mentah Rusia.
 
Beijing sedang menguji penduduk secara massal untuk mencegah penguncian yang serupa dengan yang dilakukan Shanghai selama sebulan terakhir. Restoran-restoran di Ibu Kota ditutup, sementara beberapa blok apartemen ditutup rapat.
 
Mengutip The Business Times, Rabu, 4 Mei 2022, minyak mentah Brent turun USD2,61 atau 2,4 persen menjadi USD104,97 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir USD2,7 per barel atau 2,6 persen lebih rendah menjadi USD102,41.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ada kekhawatiran nyata tentang apakah permintaan Tiongkok, yang merupakan faktor besar dalam permintaan global, akan tetap kuat pada 2022,” kata Direktur Tradition Energy Gary Cunningham.
 
Harga tetap tinggi dengan minyak mentah Brent telah mencapai USD139 pada Maret untuk tertinggi sejak 2008 setelah invasi Rusia ke Ukraina memperburuk kekhawatiran pasokan yang sudah mendorong reli.

 
Uni Eropa sedang mengerjakan sanksi putaran keenam terhadap Rusia, dengan para pejabat mengatakan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen diperkirakan menjelaskan rencananya pada Rabu, termasuk larangan impor minyak Rusia pada akhir tahun ini.

Harga kemungkinan tetap fluktuatif

Seorang analis di Grup Price Futures, Phil Flynn, mengatakan aksi harga kemungkinan tetap fluktuatif karena para pedagang mempertimbangkan dampak penguncian Tiongkok terhadap sanksi minyak Barat dan menjelang pertemuan Federal Reserve AS pada Rabu.

“Kami memiliki pasar yang terus berubah dan bereaksi dari headline ke headline dalam rentang perdagangan yang sangat berombak,” kata Flynn.
 
Yang juga menjadi fokus adalah putaran terbaru dari laporan persediaan dan pasokan AS. Sembilan analis yang disurvei memperkirakan rata-rata persediaan minyak mentah turun 800 ribu barel pekan lalu. Kelompok industri American Petroleum Institute mengeluarkan laporan inventarisnya pada 16:30 EDT (20:30 GMT), diikuti oleh angka pemerintah pada Rabu.

 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.