42.165 penumpang lintasi Pelabuhan Bakauheni

Cilegon (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, sebanyak 42.165 penumpang dengan jumlah kendaraan mencapai 8.914 kendaraan telah melintasi Pelabuhan Bakauheni, Lampung sejak Selasa (3/5) pukul 08.00 WIB hingga Rabu pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan rekapitulasi data banding harian Angkutan Lebaran Tahun 2022 Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni yang diterima di Banten, Rabu, terdapat sebanyak 114 perjalanan pada Selasa (3/5), pukul 08.00 WIB hingga Rabu, pukul 08.00 WIB dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Terjadi peningkatan jumlah perjalanan apabila dibandingkan dengan jumlah perjalanan sehari sebelumnya, yakni Senin (2/5) yang sebelumnya berjumlah 97 perjalanan (trip) sehingga terdapat selisih sebesar 17 perjalanan.

Baca juga: Presiden cermati antrean pemudik di Pelabuhan Merak-Bakauheni

Apabila dibandingkan dengan jumlah penumpang, pada Senin (2/5), ASDP mencatat terdapat 29.674 orang penumpang yang melintasi Pelabuhan Bakauheni.

Oleh karena itu, peningkatan penumpang yang terjadi pada hari kedua Lebaran 2022 nyaris mencapai dua kali lipat apabila dibandingkan dengan Senin (2/5).

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia yang melaksanakan mudik untuk kembali lebih awal.

Baca juga: Polda Lampung siapkan skema antisipasi kemacetan di arus balik
Baca juga: Kapolda Lampung imbau pemudik siapkan tiket sebelum ke pelabuhan

Imbauan tersebut bertujuan untuk menghindari kemacetan sehingga para pemudik dapat kembali dengan aman, selamat, dan nyaman selama perjalanan.

Ketika mencermati antrean pemudik di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Jokowi menilai bahwa antrean tersebut diakibatkan volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas di dermaga.

​​​​​​”Kita tahu penyebabnya, yaitu volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas dermaga,” kata Presiden.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.