Mengganti Santan dengan Susu, Apakah Bisa Lebih Menyehatkan?

Jakarta: Lebaran identik dengan makanan-makanan yang mengandung santan. Jika mengonsumsinya secara berlebihan bisa menyebabkan kenaikan kadar kolesterol.

Makanan berkolesterol tinggi berisiko menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah. Sehingga pembuluh darah mengeras, kaku, dan menyempit.

Hal ini dapat mengganggu aliran darah, jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras agar dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Namun, mengganti santan dengan susu apakah menjadi pilihan yang tepat?

“Jadi sebenarnya kalau kita mengganti susu dengan santan, tapi kalau susu yang digunakan adalah susu full cream justu bisa menambahkan kolesterol dan lemak jenuh ke dalam makanan,” ujar Dokter Spesialis Gizi Klinik Dr. Juwalita Surapsari, dalam OMRON Virtual Media Briefing.

Menurut Dr. Juwalita, santan ataupun susu yang full cream itu sama saja karena tetap bisa menambahkan kalori. Jika susu full cream malah memiliki kalori dan kolesterol. Sementara santan tidak ada kolesterol, karena dia terbuat dari bahan nabati.

“Tapi memang kalau santan itu ada kandungan lemak jenuhnya. Susu juga bisa saja ada kandungan lemak jenuhnya. Jadi sebenarnya bukanlah solusi, mengganti santan dengan susu. Kalau memang masakan itu harus pakai santan ya tidak apa-apa kalau mau pakai santan,” kata Dr. Juwalita.

Akan tetapi memang, Dr. Juwalita menyarankan agar santan yang digunakan bisa diencerkan terlebih dahulu ketika akan digunakan. Sehingga kepadatan kalori dalam santan itu akan menurun.

“Selain itu, kalau memang mau pakai santan juga boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Dan santan yang digunakan tidak perlu terlalu kental,” tutupnya.
(FIR)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.