Mengintip Perayaan Idulfitri Rektor IPB: dari Jadi Katib di Sulsel Hingga Pulang Pekalongan

Jakarta: Setelah dua tahun pandemi covid-19, Idulfitri 1443 Hijriah bisa dirayakan dengan pulang kampung. Sudah jauh hari masyarakat kembali ke kampung halaman masing-masing.
 
Tak terkecuali Rektor IPB University Arif Satria. Dia memilih pulang ke Pekalongan.
 
Namun, Lebaran kali ini Arif lebih sibuk dari dua tahun sebelumnya. Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengikuti salat Idulfitri di Makasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Tadi salat dan menjadi katib di Masjid Al Markaz, Makasar,” kata Arif kepada Medcom.id, Senin, 2 Mei 2022.
 
Dalam khotbahnya, Arif memaparkan tujuh hal kemajuan yang mesti dilakukan usai Idulfitri. Yakni pembelajar, masa depan, kualitas kerja dan waktu, integritas, inspirasi dan kolaborasi, berpikir positif, dan nilai-nilai proaktif.
 
Usai salat, Arif sempat bersilaturahmi ke rumah Rektor Universitas Hasanudin, rumah dinas Gubernur Sulsel, dan berjumpa tokoh Sulsel Aksa Mahmud. Arif juga sempat bersilaturahmi dengan pengurus ICMI Sulsel dan alumni IPB.
 
Tak berlama-lama, usai kegiatan di Sulsel, Arif kembali ke Pekalongan. Tak cuma rindu keluarga, Arif juga rindu makanan khas Pekalongan.
 
“Menu favorit lontong sayur Pekalongan yang khas.  Juga nasi megono khas Pekalongan,” tutur dia.
 
Baca: Rektor IPB Sebut Idulfitri Mesti Jadi Momentum Kemajuan 7 Hal
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.