Pembangunan Budaya dan Rekonsiliasi Dinilai Dasar Penyelesaian Konflik Papua

Jakarta: Pendekatan agama dan adat merupakan salah satu cara menyelesaikan perrmasalahan Papua. Unsur adat dan gereja bisa dilibatkan karena punya sinergisitas dalam kehidupan masyarakat Bumi Cenderawasih.
 
“Di Papua ada istilah tiga tungku, yaitu adat, gereja, dan pemerintah, ketiganya ada sinergisitas bagi masyarakat Papua,” kata Koordinator Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pegunungan Tengah Papua, Pendeta Alexsander Mauri, dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Mei 2022.
 
Mauri mengatakan pemuda Papua bisa diberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui budaya, lagu, tari, dan alat musik tifa. Sedangkan, gereja dan adat bisa lebih difasilitasi dan diberikan kewenangan untuk bergerak dan membantu pemerintah menghadapi setiap permasalahan yang terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jika tokoh agama diberikan dukungan dan mandat, dia menjamin masalah akan selesai. Pemerintah perlu melihat peluang memberikan kepercayaan kepada tokoh agama untuk tampil membantu menyelesaikan permasalahan Papua.
 
“Manusia memiliki nurani yang bisa diisi oleh ajaran kebaikan agama, sehingga pendekatan religi dan kultur diperlukan, tokoh agama perlu didukung untuk membantu selesaikan permasalahan Papua“ ujar dia.
 
Baca: KKB Papua Kembali Tembak Anggota TNI-Polri Saat Amankan Gereja
 
Dia menceritakan konflik di Lani Jaya pada 2010-2012 yang banyak memakan korban polisi di Polsek bisa diredam saat gereja masuk dan dilakukan doa bersama dengan pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
 
“Saat itu dijelaskan ke TPN OPM Lani Jaya, yang dilakukan salah dan bertentangan dengan nilai-nilai prinsip ajaran kitab suci, TPN OPM di Lani Jaya mau mengerti dan menerima, dan hingga kini tidak ada lagi kasus penembakan di Lani Jaya,” ujar dia.
 
Di samping itu, dia menjelaskan otonomi khusus (otsus) disusun karena adanya tuntutan untuk menyejahterakan Papua, sebagaimana keinginan dari TPN OPM. Dia menilai ada baiknya kelompok ini ikut disentuh sebagaimana kelompok lainnya.
 
“DOB (daerah otonom baru) juga sesungguhnya baik dan bisa membawa kebaikan untuk OAP (orang asli Papua), walaupun terjadi pro dan kontra terkait DOB tetap harus dihargai dan dihormati”.
 
Menurut dia, rekonsiliasi juga menjadi cara menyelesaikan permasalahan Papua. Rekonsiliasi dapat menyelesaikan luka dan dendam masa lalu karena diterapkannya sistem militer yang justru menjadi masalah berkepanjangan hingga saat ini di Papua.
 
“Rekonsiliasi adalah ajaran agama, bagian ajaran dari Alkitab, yaitu kasih,” ujar dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.