Ini Motif Pembunuhan di Pesanggrahan

Jakarta: Motif pembunuhan FF alias Ficky Firlana, 23, (sebelumnya Vicky Firlana) di Pemakaman Chober, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terungkap. Pembunuhan dilakukan karena cemburu.
 
Dalang pembunuhan merupakan seorang wanita, LM, 38. LM tidak suka teman dekatnya, HN, dipacari korban.
 
“Pelaku utama LM diduga punya kelainan seksual, yaitu lesbi. Ia cemburu karena korban FF pacaran dengan saksi HN (wanita). Padahal LM mengaku punya hubungan khusus dengan HN,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, di Mapolres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Senin, 14 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dari hasil pemeriksaan sementara, terang Endra, LM mengaku menjalin hubungan dengan HN selama sembilan tahun. LM juga kesal dengan korban karena peminjaman motor.
 
“LM sakit hati karena korban (FF) meminjam sepeda motornya, tetapi dikembalikan dalam kondisi rusak dan tanpa STNK karena ditilang,” terang Endra.
 
Atas dasar itu, LM ingin menghabisi korban. Wanita berambut pendek ini menyuruh DR, 22, dan MYL, 18, untuk membunuh korban dengan iming-imimg dibayar masing-masing Rp1 juta.

Kronologi pembunuhan

Pada pukul 01.30 WIB, Kamis, 10 Februari 2022, LM bersama DR dan MYL menuju Pemakaman Chober, Ulujami, Pesanggrahan, untuk menemui korban. LM, DR, dan MYL mengetahui korban kerap menyambangi rumah HN yang berada di area permakaman.
 
Saat korban yang mengendarai motor melintas di lokasi, MYL dan DR langsung menghabisinya. Tubuh korban ditusuk dengan gunting yang telah dipersiapkan LM.
 
“Korban kemudian jatuh dengan luka tusuk di perut,” ujar Endra.
 
Kemudian, para pelaku meninggalkan lokasi kejadian. DR membawa kabur motor korban.
 
Mayat korban ditemukan tewas sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi menangkap MYL, DR, dan LM dari tiga lokasi berbeda.
 
Baca: Ditangkap, Perempuan Dalang Pembunuhan di Pesanggrahan
 
Dari tangan ketiga pelaku, polisi menyita mobil milik LM, gunting, motor korban, dan uang muka pembunuhan yang diterima MYL dan DR. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Mereka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 ayat ke 4 dan atau Pasal 340 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara 15 tahun hingga seumur hidup.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.