Penjualan Eceran Desember Ekspansif, Ditopang Sektor Ini

Jakarta: Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia mengindikasikan kinerja periode Desember 2021 berada dalam fase ekspansi baik secara bulanan maupun tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2021 tercatat 216,3, atau secara bulanan tumbuh 7,6 persen (mtm), meningkat dari 2,8 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.
 
Peningkatan penjualan terjadi pada mayoritas kelompok, terutama subkelompok sandang dan kelompok makanan, minuman dan tembakau masing-masing tumbuh sebesar 13,3 persen (mtm) dan 9,0 persen(mtm).
 
“Responden menginformasikan hal tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan selama perayaan HBKN Natal dan libur akhir tahun,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam siaran pers, Senin, 14 Februari 2022.
 
Secara tahunan, penjualan eceran Desember 2021 diindikasikan tumbuh 13,8 persen (yoy), meningkat dari 10,8 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Berikut sektor yang mencatatkan peningkatan kinerja:  

  1. Kelompok makanan, minuman, tembakau naik dari 19,1 persen menjadi 23,9 persen yoy.
  2. Kelompok bahan bakar kendaraan bermotor naik dari 33,8 persen menjadi 37,9 persen yoy.

Pada triwulan IV-2021, kinerja penjualan eceran terindikasi meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Indeks Penjualan Eceran triwulan IV-2021 terakselerasi 10,4 persen (yoy), lebih tinggi dari -2,4 persen (yoy) pada triwulan IlI-2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan terjadi pada seluruh kelompok yang dipantau, terutama bahan bakar kendaraan bermotor (33,7 persen) dan makanan, minuman dan tembakau (19,2 persen) yang tercatat tumbuh positif dan meningkat, sejalan dengan pelonggaran PPKM secara bertahap sejak Oktober 2021, sehingga mendorong aktivitas dan permintaan masyarakat.
 
Penjualan eceran di seluruh kota cakupan survei berada dalam fase ekspansi pada Desember 2021. Pertumbuhan bulanan tertinggi terjadi di Manado sebesar 17,3 persen (mtm), meningkat dibandingkan 5,9 persen (mtm) pada November 2021, diikuti Semarang (termasuk Purwokerto) dan Banjarmasin masing-masing tumbuh 5,8 persen (mtm) dan 4,1 persen (mtm), meningkat dari -2,9 persen (mtm) dan -3,6 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.
 
Secara tahunan, penjualan eceran periode Desember 2021 juga tercatat meningkat di sejumlah kota. Peningkatan tertinggi terjadi di Surabaya dan Medan masing-masing 39,1 persen (yoy) dan 13,1 persen (yoy), lebih tinggi dari 33,2 persen (yoy) dan 11,1 persen (yoy) pada November 2021.
 
“Penurunan tersebut sejalan dengan pola musiman normalisasi permintaan pasca perayaan HBKN Natal dan tahun baru,” tambah Erwin.
 
Penurunan terjadi pada mayoritas kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada subkelompok sandang (-1,4 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau dan kelompok peralatan informasi dan komunikasi yang keduanya tercatat -2,7 persen (mtm).
 
Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Maret dan Juni 2022 menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2022 masing-masing sebesar 129,2 dan 132,0, lebih rendah dari 129,7 dan 140,0 pada bulan sebelumnya. Responden menyatakan penurunan harga didorong oleh ketersediaan pasokan barang dan jasa yang memadai, serta distribusi barang yang semakin lancar.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.