Jumlah Kru MotoGP Jadi Lima Kali Lipat di Hari Balapan Sirkuit Mandalika, Penyelenggara Perkuat Sistem Travel Bubble

Suara.com – Komandan Lapangan MotoGP Mandalika Marsekal TNI (Purnawirawan) Hadi Tjahjanto memaparkan penerapan sistem “travel bubble” untuk balapan kelas dunia yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022. Yaitu sesudah tes pramusim MotoGP 2022 yang berlangsung akhir pekan lalu (11-13/2/2022).

Travel bubble sendiri, seperti dikutip dari Civil Aviation Govt India adalah Pengaturan Perjalanan Udara sementara antara dua negara atau lebih yang bertujuan untuk memulai kembali layanan penumpang komersial ketika penerbangan internasional reguler ditangguhkan sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

Dikutip dari kantor berita Antara, ia menyampaikan, “Kru jumlahnya bertambah dari tes pramusim. Jumlah 500 menjadi 2.500 orang, nantinya kami akan perkuat sistem travel bubble, khususnya di area paddock,” jelasnya pada Senin (14/2/2022).

“Tidak berbeda sebenarnya dengan tes pramusim kemarin. Sistem travel bubble kami terapkan mulai dari keberangkatan, di hotel, dan paddock area,” ungkap Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto usai mengikuti rapat koordinasi persiapan balap MotoGP 2022 di Kantor Dinas Perhubungan NTB hari ini.

Baca Juga: Terima Kasih Rider MotoGP yang Ikut Promosikan Pariwisata Kita, Pengamat Sebut Ini Angin Segar

Namun, ada peningkatan pengamanan dari penerapan sistem travel bubble pada ajang MotoGP 2022 mendatang, khususnya di areal paddock para rider.

Penerapan serupa juga juga akan ditingkatkan di kawasan hotel tempat para kru pembalap MotoGP menginap.

Marc Marquez mendarat di Bandara Internasional Lombok [Instagram @MotoGP].
Situasi antisipasi saat rider Repsol Honda, Marc Marquez mendarat di Bandara Internasional Lombok. Sistem travel bubble akan diperkuat [Instagram @MotoGP].

“Tentu hal ini (pengawasan sistem travel bubble) nantinya akan kami laksanakan bersama TNI, Polri, untuk jumlahnya akan kami koordinasikan kembali,” tandas Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto.

Tidak terkecuali lokasi objek wisata maupun tempat yang bisa disinggahi para kru dan rider MotoGP. Ia memastikan bahwa pihaknya sudah siap dengan memperluas jangkauan dengan tetap menerapkan sistem travel bubble.

“Teknisnya kami buatkan panel-panel atau lorong dari hotel atau sirkuit langsung ke objek wisata. Kami sudah monitor lokasi mana dari objek wisata yang bagus dan pantas untuk mereka singgahi,” ujar Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto.

Baca Juga: Lihat Gaya Motoran Alex Rins di Luar Trek Pakai Suzuki NEX II, Salfok ke Ornamen Batik

Sementara itu Kepala Polda NTB Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto turut menambahkan bahwa penerapan sistem travel bubble bagi para kru dan pembalap tetap akan didahului dengan tahapan karantina.

“Mereka akan menjalani karantina lima hari,” jelas Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto.

Dan ia memastikan bahwa pihaknya bersama seluruh pihak terkait akan melaksanakan sistem travel bubble dengan cara yang tepat.

“Pastinya ada penyempurnaan dari tes pramusim kemarin. Pada intinya bagaimana nanti mereka bisa menikmati balap dengan sistem travel bubble. Tidak ada perasaan berbeda dari biasanya, teknisnya akan kami bahas selanjutnnya,” pungkas Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.