BPJS Ketenagakerjaan Diminta Transparan Kelola Dana Pekerja

Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan diminta transparan mengelola dana pekerja. Hal tersebut merespons polemik terkait aturan pencairan jaminan hari tua (JHT).
 
“Kenapa JHT baru bisa cair pada usia 56 tahun? BPJS Ketenagakerjaan harus transparan,” kata Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta (HIPMI Jaya) Muhammad Alipudin melalui keterangan tertulis, Minggu, 13 Februari 2022.
 
Menurut dia, Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 itu perlu didukung transparansi pengelolaan dana pekerja. Sebab, sebelumnya Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 menyebutkan JHT dapat dicairkan pekerja yang mengundurkan diri maupun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jangan ada kesan aturan JHT baru bisa cair pada usia 56 tahun itu hanya mengulur waktu BPJS Ketenagakerjaan dalam menunaikan kewajibannya untuk memberikan manfaat JHT. Dan mereka (peserta yang berhenti bekerja di bawah usia 56 tahun) dipaksa menunggu,” kata Alipudin.
 
Baca: Belum Usia 56 Tahun Ingin Klaim JHT? Bisa, tapi Tidak 100%
 
Dia mengatakan pekerja tentu mempunyai harapan dapat mencairkan dana ketika berhenti bekerja. Mereka tak bisa terlalu lama menunggu hingga berusia 56 tahun. Sebab, uang tersebut dimanfaatkan untuk modal usaha.
 
Alipudin mengatakan kebijakan itu dapat menghambat bertambahnya wirausahawan. Sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan pemerintah untuk menciptakan pengusaha baru.
 
“Indonesia butuh pengusaha muda baru dan dana JHT yang dicairkan lebih awal dapat digunakan sebagai modal usaha maka HIPMI Jaya menyarankan kebijakan tersebut ditinjau ulang ” kata Alipudin.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.