AP II Bidik 20 Bandara Gunakan PLTS di 2025

Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) berkomitmen dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Komitmen itu dengan menargetkan 20 bandara memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 26,34 MWp pada 2025.
 
“Pada 2025, ditargetkan seluruh 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp,” kata President Director AP II Muhammad Awaluddin, dilansir dari Antara, Minggu, 13 Februari 2022.
 
Awaluddin mengatakan, pemanfaatan EBT di lingkungan AP II sangat mendukung implementasi teknologi dalam mewujudkan smart airport sehingga meningkatkan daya saing (competitiveness) bandara-bandara AP II di era Industri 4.0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AP II telah memiliki masterplan pengembangan Eco Airport periode 2021-2030. Eco Airport ini mendukung visi perusahaan menjadi Smart&Connected Airport. Pemanfaatan EBT di bandara di lingkup AP II akan menggunakan teknologi baru yang bisa diintegrasikan dengan teknologi eksisting.
 
Pada fase pertama, yakni 2021 telah diimplementasikan pemanfaatan PLTS yang dipasang di atap bangunan di sejumlah gedung di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu dan Bandara Banyuwangi dengan kapasitas 1,83 MWp (megawatt peak).
 
Fase kedua, yakni tahun ini direncanakan penggunaan PLTS Atap mencapai EBT 3,78 MWp. Pada fase ketiga, yaitu 2023-2025 direncanakan pemanfaatan PLTS di atas tanah (ground mounted) berkapasitas 18,69 MWp dan PLTS terapung (floating) berkapasitas 1,8 MWp.

Memiliki PLTS

Dengan demikian, pada 2025, 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp. Di dalam pemanfaatan EBT ini, AP II mempersiapkan tiga aspek penting, yakni SDM, proses dan teknologi.
 
Ia mengatakan, penggunaan EBT di bandara sejalan dengan kesepakatan antara Airport Council International (ACI) dan seluruh operator bandara di dunia untuk mendukung program global Net Zero Carbon Emission 2050.
 
“Bandara menyumbang sekitar dua persen emisi karbon dari total pangsa global. Sehingga untuk mengurangi emisi karbon tersebut operator bandara harus berkomitmen menggunakan energi baru terbarukan hampir di seluruh aspek operasional dan pelayanan,” ujarnya.
 
Sejalan dengan ini, AP II menanamkan semangat kepedulian lingkungan di industri penerbangan nasional melalui pemanfaatan EBT. “Kami ingin berkontribusi terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan. Penggunaan teknologi dan keunggulan dari sisi biaya membuat pemanfaatan EBT meningkatkan daya saing bandara-bandara AP II di era Industri 4.0,” pungkasnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.