Sepekan: Emas Antam Merekah di Awal tapi Layu di Akhir

Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini pada awalnya terpantau menguat tapi sayangnya di akhir pekan harus ambruk. Logam mulia Antam tak mampu mempertahankan kinerjanya dan menembus kembali level psikologis yakni Rp1 juta per gram.
 
Mengutip Logam Mulia Antam, Sabtu 12 Februari 2022, harga emas Antam di awal pekan atau tepatnya Senin, 7 Februari, berada di level Rp937 ribu per gram. Lalu pada Selasa, 8 Februari, harga emas Antam melonjak ke posisi Rp943 ribu per gram. Kemudian pada Rabu, 9 Februari, harga emas stabil di Rp943 ribu per gram.
 
Sedangkan pada Kamis, 10 Februari, harga emas Antam mampu melonjak ke posisi Rp945 ribu per gram. Namun sayangnya pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 11 Februari, reli emas Antam terhenti dan harus melemah ke posisi Rp941 ribu per gram. Pekan ini varian Omicron terus melonjak di Tanah Air di tengah pemulihan ekonomi yang terus terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Kondisi itu terjadi karena kekhawatiran atas lonjakan inflasi AS dan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina mengangkat permintaan untuk logam safe-haven.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, naik USD4,7 atau 0,26 persen, menjadi USD1.842,10 per ons. Emas berjangka memperpanjang kenaikannya untuk sesi keenam berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak November dan melonjak 3,0 persen di minggu ini.
 
Sehari sebelumnya, Kamis, 10 Februari, emas berjangka terdongkrak 80 sen atau kurang dari 0,1 persen menjadi USD1.837,40, setelah bertambah USD8,70 atau 0,5 persen menjadi USD1.836,60 pada Rabu, 9 Februari, dan naik sebanyak USD6,10 atau 0,3 persen menjadi USD1.827,90 pada Selasa, Februari.
 
Serangan Rusia di Ukraina dapat dimulai kapan saja sekarang dan kemungkinan akan dimulai dengan serangan udara, kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan. Meningkatnya inflasi telah membuat emas menjadi lindung nilai jika bank sentral tidak dapat menahan inflasi, menurut analis pasar.
 
“Emas melihat beberapa arus masuk safe-haven karena kami mendapat risiko geopolitik di luar sana dan kekhawatiran tentang dampak suku bunga yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan global,” kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank Chris Gaffney.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.