Satgas Waspada Investasi Minta Indra Kenz Setop Promosi Binomo

Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memeriksa crazy rich asal Medan, Indra Kenz, terkait promosi aplikasi Binomo pada Kamis pagi, 10 Februari 2022. OJK meminta Indra Kenz berhenti mempromosikan Binomo.
 
“Benar, kami minta menghentikan semua promosi dan training trading yang dilakukan,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing saat dikonfirmasi, Jumat, 11 Februari 2022.
 
Menurutnya, Indra bersedia untuk tidak lagi mempromosikan Binomo. Indra sependapat aplikasi Binomo itu bodong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Setelah mendengar penjelasan kami, beliau paham dan sependapat dengan Satgas. Sepakat (Binomo bodong),” ujarnya.
 
Aplikasi Binomo yang dipromosikan Indra Kenz dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polisi mengklasifikasikan Binomo masuk golongan judi online.
 
Baca: Binary Option Ilegal! Influencer dan Pihak Terafiliasi Bisa Dipidana
 
“Telah terjadi dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan/atau penipuan/perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh yang diduga dilakukan terlapor IK (Indra Kenz) dan kawan-kawan,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Jumat, 11 Februari 2022.
 
Whisnu menyebut Indra Kenz dan sejumlah orang yang juga dilaporkan ke Bareskrim Polri telah mempromosikan aplikasi Binomo sejak 2020. Indra Kenz menjanjikan keuntungan sebesar 80-85 persen kepada setiap trader.
 
“Pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80-85 persen dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban,” ucap jenderal bintang satu itu.
 
Kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Polisi segera menggelar perkara untuk naik ke tahap penyidikan.
 
“Masih lidik (penyelidikan). Minggu depan kita tingkatkan ke sidik (penyidikan),” kata Whisnu.
 
Laporan terhadap Binomo tersebut terdaftar dengan nomor STTL/29/II/2022/BARESKRIM. Para terlapor diduga melanggar ketentuan dalam Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang perjudian online, Pasal 28 ayat 1 UU ITE tentang berita bohong yang merugikan konsumen, dan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 tentang penipuan dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.