Politeknik Manufaktur Bandung Bakal Punya Program Studi Baru

Jakarta:  Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek tengah menyiapkan program studi (prodi) baru di kampus Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung. Rencananya ada 40 prodi yang akan dibuka di Polman Bandung 2 yang akan dibuka di kawasan metropolitan Rebana.
 
Masing-masing prodi nantinya memiliki jenjang pendidikan vokasi, mulai dari sarjana terapan, S2 terapan, hingga D2 fast track yang dikombinasikan dengan Sekolah Menengah Kejuruan. 
 
Dirjen Diksi, Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto menggarisbawahi pentingnya menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA) di Polman. Melalui program kerja sama ini, kurikulum akan disusun bersama dengan industri dan melibatkan kalangan praktisi industri untuk mengajar di kampus.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Wikan mengatakan, penguatan dengan mitra industri juga harus terus didorong melalui pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) dan Teaching Factory (Tefa). Pihaknya, kata Wikan, juga telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pembangunan Kampus 2 Polman, mulai dari program Kedai Reka, Matching Fund,  hingga Kampus Merdeka.
 
“Anggaran itu bisa digunakan untuk melakukan persiapan,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 12 Februari 2022.
 
Baca juga:  Kemendikbudristek Bangun Kampus 2 Politeknik Manufaktur Bandung
 
Ia mengusulkan, program studi baru yang dikembangkan di Polman nantinya tidak hanya sebatas teknik mesin dan manufaktur saja, tapi juga mengarah ke digital.  Misalnya dengan mendirikan program studi digital dan industri kreatif. 
 
“Polman jangan hanya menciptakan tukang, jangan hanya menciptakan lulusan sebagai pekerja, tapi juga menjadi wirausahawan. Karena itu, ketika di kampus mahasiswa harus dikenalkan dengan dunia kewirausahaan dan marketing,” katanya.
 
Ia juga menekankan perlunya keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan nonteknis (soft skills) dalam dunia kerja.
 
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyerahkan lahan seluas 13,9 hektare kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk pembangunan Kampus 2 Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung di Majalengka.  Pembangunan ini untuk mendukung proyek strategis Pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).
 
Utamanya dalam penyediaan ketersediaan calon Sumber Daya Manusia (SDM) yang cakap, terampil, dan unggul.   Pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) telah menjadi Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021.
 
Dalam proyek tersebut, kabupaten Majalengka akan dikembangkan menjadi kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat, bernama Rebana Metropolitan.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.