Diganggu Covid-19, Menpora Menyerahkan Kelanjutan BRI Liga 1 2021 — 2022 kepada PSSI dan PT LIB

Jakarta: Menpora Zainudin Amali menyerahkan keputusan pelaksanaan kompetisi BRI Liga 1 2021 — 2022 kepada PSSI dan operator kompetisi PT LIB. Sebab, menurut Amali, penyelenggara paling mengetahui kondisi kompetisi.
 
Hal itu disampaikan Amali saat merespons batalnya Timnas U-23 ke turnamen Piala AFF U-23.
 
“Beberapa waktu lalu untuk kompetisi bola basket sudah diputuskan oleh PERBASI dan IBL untuk dihentikan sementara. Tentu kondisi kompetisi masing-masing cabor yang paling mengetahui adalah pimpinan cabor itu dan pengelola kompetisi masing-masing,” ujar Menpora Amali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Timnas Indonesia U-23 mundur dari Piala AFF U-23 2022 lantaran badai Covid-19 yang melanda tim. Dalam laporannya, PSSI menyebut ada tujuh pemain Timnas U-23 yang terpapar Covid-19. Mereka adalah Ronaldo Joybera R Junior, Muhammad Ferrari, Braif Fatari, Taufik Hidayat, Irfan Jauhari, Ahmad Figo Ramadhani, dan Cahya Supriyadi.
 
Sementara empat pemain lainnya menunggu masa inkubasi karena sekamar dengan mereka yang terpapar Covid-19, yakni Alfeandra Dewangga, Genta Alparedo, Muhammad Kanu Helmiawan, dan Marcelino Ferdinan. Di samping itu, sejumlah pemain mengalami cedera saat memperkuat klubnya masing-masing di BRI Liga 1 di antaranya Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, dan Muhammad Iqbal.
 
Menpora Amali menduga pemain-pemain tersebut tertular saat mereka kembali ke klub masing-masing saat bermain di BRI Liga 1. Meskipun menurut Menpora Amali, penyelenggaran BRI Liga 1 dengan sistem bubble dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
 
“Penerapan protokol kesehatan dengan sistem bubble sangat ketat dan disiplin, itu saya akui waktu saya tinjau di Bali, memang itu berjalan dengan baik. Tetapi tidak mungkin dihindarkan misalnya interaksi dengan petugas hotel dan lainnya,” sambungnya.
 
Menpora menilai PSSI dan LIB sudah menyelenggarakan BRI Liga 1 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Penyelenggaraan BRI Liga 1 dinilai sesuai dengan apa yang mereka paparkan di awal-awal saat izin kompetisi digulirkan. 
 
“Saya melihat bahwa federasi menjalankan kompetisi sesuai dengan apa yang mereka janjikan kepada kami. Apa yang saya saksikan di Bali waktu itu secara jelas seperti yang dijanjikan pada saat mendapatkan izin waktu itu, PSSI sudah menjalankan prokes secara ketat dan displin,” jelasnya.
 
Di sisi lain, bergulirnya BRI Liga 1 juga memberikan dampak positif pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produksi jersey dan merchandise klub yang meningkat menjadi angin segar bagi UMKM di bidang tekstil, sablon, dan industri terkait. Tak hanya itu, berjalannya liga juga turut meningkatkan perekonomian sektor yang terkait dengan sepak bola, semisal hak siar, perhotelan, dan jasa boga (katering). 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.