KSAD Wanti-wanti Masuknya Ajaran Taliban ke Indonesia

Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mewanti-wanti masuknya radikalisme dari Timur Tengah seiring dengan kemenangan Taliban di Afghanistan. Ajaran ekstremisme dari kelompok tersebut bukan tak mungkin sudah masuk ke Tanah Air melalui kecanggihan media sosial.
 
“Dengan kemenangan Taliban, tidak tertutup kemungkinan pengaruh itu akan ada di sini. Oleh karena itu, dalam menyikapi media sosial, kita harus bijak. Jangan hanya karena melihat postingan yang ada ayatnya, kemudian langsung percaya,” kata Dudung dalam acara Coffee Morning di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin, 7 Februari 2022.
 
Dia meminta masyarakat tidak sembarangan dalam mempelajari agama, terutama dari internet. Menurut dia, memperdalam ilmu agama harus didampingi guru atau ustaz yang betul-betul menguasai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam tanpa ada ustaz atau guru. Jangan sampai fanantik berlebihan,” tutur mantan Pangdam Jaya itu.
 
Baca: BNPT Cegah Penyusupan Teroris di Tubuh Kementerian BUMN
 
Dia tidak ingin situasi Indonesia yang damai dan tentram berubah menjadi tegang karena ada pihak-pihak yang sengaja melakukan kekacauan demi memperoleh keuntungan. Persis seperti yang terjadi di Afghanistan, Suriah, Libia, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.
 
“Di sana itu porak poranda. Saya yakin tidak hanya karena faktor internal, pasti ada pengaruh dari luar yang menginginkan sumber daya alam di negara-negara itu. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menyulut konflik,” ucap dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.