Kasus Covid-19 Meningkat, Animo Wisata di Yogyakarta Tidak Surut

Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpantau ramai oleh pelancong dari dalam maupun luar daerah, meski di tengah kenaikan kasus positif covid-19 yang terjadi dalam sepekan terakhir. Penerapan protokol kesehatan masih longgar.
 
“Di tengah naiknya kasus covid-19 di DIY sepekan terakhir ternyata tidak menyurutkan animo masyarakat untuk berkunjung ke Yogyakarta. Hal ini terlihat di beberapa tempat wisata populer di Yogyakarta yang masih dipadati wisatawan,” demikian dilaporkan reporter Metro TV Erwin Hidayat dalam tayangan Metro Pagi, Sabtu, 5 Februari 2022.
 
Padatnya arus lalu lintas yang tidak sedikit diisi oleh kendaraan berpelat nomor luar daerah dan bus-bus pariwisata di kawasan wisata populer di Yogyakarta seperti Malioboro menjadi bukti jika kenaikan kasus covid-19 di Yogyakarta tidak menghentikan para wisatawan berkunjung ke Kota Gudeg itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan sarana protokol kesehatan lengkap yang dapat dengan mudah ditemui dihampir seluruh lokasi wisata. Mulai dari kode scan Peduli Lindungi, penataan tempat duduk dengan jaga jarak sosial, aturan berjalan satu arah, hingga sarana mencuci tangah.
 
Sayangnya, hal-hal tersebut tampak masih diabaikan oleh wisatawan. Penerapan protokol kesehatan di kawasan Malioboro dan kawasan padat wisatawan lain tergolong masih longgar.
 
Sebagian pengunjung sudah menggunakan masker, namun tidak sedikit yang tidak mengenakannya atau masih salah dalam menggunakan masker. Sejumlah wisatawan juga enggan melakukan scan di aplikasi Peduli Lindungi dan berkerumun tanpa menjaga jarak.
 
Penegakan protokol kesehatan dari pihak pengelola wisata pun tidak terlihat.
 
Kendati demikian, pengunjung mengaku masih tertarik berkunjung ke Yogyakarta, meski di tengah bayang-bayang varian omicron. Mereka beralasan dengan menerapkan protokol kesehatan kegiatan berwisata akan aman.
 
“Nggak takut (untuk ke Yogyakarta). Yang penting protokol kesehatan,” ujar salah seorang wisatawan di Yogyakarta.
 
Dari data 4 Februari 2022, kasus terkonfirmasi covid-19 di Yogyakarta sendiri telah tercatat mengalami penambahan sebanyak 273 kasus. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak awal tahun ini, dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan mencapai 11%.
 
Hingga kini Pemprov DIY belum berencana melakukan penutupan tempat wisata maupun fasilitas publik guna mengendalikan angka kasus positif Covid-19, walaupun sudah ditemukan pasien probable varian Omicron di Yogyakarta. (Fatha Annisa)
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.