Iran Aktualita, 15 Januari 2022

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai penegasan Presiden Iran bahwa sanksi dan ancaman tidak akan menghalangi kemajuan negaranya.

Selain itu tentang dinamika terbaru perundingan Wina,  hubungan bisnis Iran dan Malaysia meningkat, produk teknologi nano Iran masuk nominasi penghargaan terbaik WFI Kanada, Gharibabadi menyebut pembunuhan ilmuwan nuklir Iran sebagai pelanggaran HAM berat, dan Iran melanjutkan pengayaan uranium dengan mesin IR 9 buatan lokal.

 


Raisi: Sanksi dan Ancaman Tidak Halangi Kemajuan Iran

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menekankan bahwa sanksi dan ancaman tidak akan bisa menghalangi kemajuan Iran.

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam kunjungan pameran prestasi dan kemampuan Korps Garda Revolusi Islam Iran di provinsi Hormozgan, hari Jumat (14/1/2022) mengatakan bahwa volume pembatasan dan sanksi militer maupun nuklir tidak akan memengaruhi industri lain mana pun.

“Meskipun menghadapi sanksi, kita telah meraih kemajuan besar di bidang ini. Selama spirit revolusioner dan Basij masih menyala, maka musuh tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Raisi.

“Kini, kita merasakan keamanan di dalam negeri di berbagai sektor, karena tidak ada gerakan yang tersembunyi dari mata para pejuang angkatan bersenjata untuk menjaga negara ini,” tegasnya.

Presiden Republik Islam Iran mengunjungi provinsi Hormozgan yang terletak di wilayah selatan negara ini pada hari Kamis yang berlanjut hingga hari ini.

 

 


Perundingan Wina Masuki Tahap Pokja Ketiga

Pertemuan kelompok kerja ketiga tentang langkah-langkah eksekutif JCPOA digelar di Wina dengan partisipasi para ahli dari delegasi Iran, Uni Eropa dan kelompok 4 + 1.

Pertemuan yang berlangsung Rabu (12/1/2022) malam diadakan dengan tujuan untuk mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam kerangka pembicaraan Wina, yang memfokuskan isu pencabutan sanksi terhadap Iran.

Pada hari Rabu, pertemuan bilateral juga diadakan antara Ali Bagheri, Negosiator Senior Republik Islam Iran, dan Enrique Mora, Wakil Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.

Perundingan Wina putaran kedelapan yang berfokus pada pencabutan sanksi yang menindas dan ilegal terhadap Iran, dimulai Senin, 27 Desember 2021, dengan pertemuan Komisi Gabungan yang diketuai oleh Ali Bagheri dan Enrique Mora.

Republik Islam Iran berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah pihak awal yang melanggar JCPOA, maka Washington harus kembali ke kesepakatan internasional ini dengan pencabutan sanksi, dan pemenuhan Komitmen AS tersebut harus diverifikasi oleh Iran.


Hubungan Bisnis Iran dan Malaysia Meningkat

Duta Besar Iran untuk Malaysia mengatakan volume perdagangan antara Iran dan Malaysia meningkat lebih dari 70 persen.

“Tahun lalu, volume perdagangan Iran-Malaysia meningkat lebih dari 70 persen yang bernilai 550 juta dolar,” kata Dubes Ali Asghar Mohammadi dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Malaysia, Mohamed Azmin Ali di Kuala Lumpur, Jumat (14/1/2022) seperti dilaporkan IRIB.

Dalam pertemuan itu, Mohamed Azmin juga memaparkan kondisi terbaru hubungan perdagangan kedua negara, dan menyambut baik perluasan hubungan bisnis antara Tehran dan Kuala Lumpur.

Mengacu pada berbagai peluang yang ada, Mohamed Azmin menyatakan tekad Malaysia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Republik Islam Iran.

Dia berharap dengan diadakannya pertemuan Komisi Ekonomi Bersama Iran-Malaysia dalam waktu dekat, akan tercipta ruang bagi peningkatan hubungan perdagangan.

 


Produk Teknologi Nano Iran Masuk Nominasi Penghargaan Terbaik WFI Kanada

Produk anti-virus buatan Iran dinominasikan untuk penghargaan produk terbaik oleh Waterloo Filtration Institute di Kanada.

IRNA hari Rabu (12/1/2022) melaporkan, Institut Filtrasi Waterloo mengadakan pertemuan tahunan dengan partisipasi perusahaan terkemuka dan aktif di bidang teknologi fitrasi canggih.

Perusahaan berbasis teknologi nano di Iran, Zincoatech yang memproduksi masker anti-virus, masuk nominasi untuk penghargaan produk terbaik tahun ini.

Konferensi ini diikuti oleh 25 produk teknologi dari tujuh negara dengan tema “Leading Technologies in the Post-Corona Filtering Industry” pada 7 dan 8 Desember 2021 di Kanada.

Perusahaan Zincoatech menjadi satu-satunya perwakilan Iran dan kawasan Timur Tengah dalam konferensi ini yang menarik perhatian para peserta dan juri program ini dengan memperkenalkan produknya.

Di antara keunggulan kompetitif produk teknologi ini dibandingkan dengan produk yang sudah ada mengenai kemungkinan produksi industri dengan teknologi lokal dan hemat biaya, serta kemungkinan cakupan yang mudah dari semua jenis tekstil, serta penutup lantai dan dinding.

Selain masker anti virus, teknologi ini dapat digunakan di berbagai aplikasi seperti filter AC rumah sakit, sekolah, transportasi umum, dan rumah.

 


Gharibabadi: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Pelanggaran HAM Berat

Sekretaris Pusat Hak Asasi Manusia Republik Islam Iran menyatakan bahwa kejahatan membunuh ilmuwan nuklir sebagai contoh pelanggaran hak asasi manusia berat yang harus mendapatkan hukuman setimpal.

Kazem Gharibabadi, Sekretaris Pusat Hak Asasi Manusia Republik Islam Iran di laman Twitternya hari Selasa (11/1/2022) mengatakan, “Hari ini menandai peringatan kesyahidan Mostafa Ahmadi Roshan. Beliau adalah ilmuwan nuklir damai, sekaligus pejuang yang tak kenal lelah,”.

“Kejahatan pembunuhan ilmuwan nuklir sebagai contoh pelanggaran hak asasi manusia berat yang tidak akan dibiarkan begitu saja,” cuit Kepala Urusan Internasional Kejaksaan Agung Iran ini.

Syahid Mostafa Ahmadi Roshan termasuk salah satu pendiri situs nuklir Natanz.

Ahmadi Roshan dibunuh hingga gugur pada 2011 di sekitar gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Allameh Tabatabai di Tehran.

 


Iran Lanjutkan Pengayaan Uranium dengan Mesin IR 9 Buatan Lokal

Pengayaan uranium di Iran dilakukan dengan mesin produksi dalam negeri berkat upaya tak kenal lelah dari Syahid Mostafa Ahmadi Roshan.

Sentrifugal IR 2, 4, 5, 6 dan 9, yang dikenal sebagai raksasa Iran, adalah mesin pengayaan generasi baru yang telah memainkan peran efektif dalam mencapai peningkatan kapasitas.

Mesin IR 9 memiliki daya pengayaan 10 kali lebih banyak daripada mesin generasi sebelumnya.

Kematangan proses produksi mesin generasi baru dan manajemen teknologi di bidang tenaga nuklir di Iran tak lepas dari upaya ilmuwan nuklir Syahid Mostafa Ahmadi.

Syahid Ahmadi Roshan adalah salah satu ilmuwan nuklir elit Iran yang memainkan peran kunci dalam melakukan alih teknologi industri nuklir di Iran hingga mencapai pengayaan uranium 20 persen.

Ilmuwan nuklir terkemuka ini  menjadi sasaran teror hingga gugur pada Januari 2012.(PH)

 

     

 

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.