Berencana Hamil di Usia 40an? Ini 5 Hal yang Harus Dipertimbangkan

Jakarta: Kehamilan yang sukses sangat bergantung pada banyak faktor, salah satunya usia calon ibu. Pasalnya, seiring bertambahnya usia akan ada banyak kekhawatiran tentang kesehatan dan kemampuan tubuh untuk menjalani kehidupan baru.

Oleh karena itu, penting bagi seorang wanita untuk memerhatikan beberapa hal ketika ingin menjalani kehamilan yang sehat dan bahagia di usia 40 tahun. Ingat, perencanaan yang benar dari awal akan memungkinkanmu untuk menjalani proses kehamilan dengan mudah. 

Berikut lima faktor yang perlu dipertimbangkan saat kamu merencanakan di usia 40-an dikutip dari HealthShots, di antaranya:

 

Kesehatan yang optimal adalah kuncinya

Perhatikan siklus tidur dan program dietmu untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi dan istirahat yang dibutuhkan. Juga, pantau siklus menstruasi dan perhatikan setiap ada jeda atau adanya perubahan selama haid.

Hindari aktivitas seperti minum-minuman keras, merokok dan penyalahgunaan obat-obatan. Secara keseluruhan, kamu harus makan sehat, berolahraga secara teratur, mengatur tingkat stres dan memastikan kesehatan yang optimal untuk menjalani kehamilan sampai dengan melahirkan. 

 

IVF dan prosedur eksternal lainnya selalu menjadi pilihan

Seiring bertambahnya usia, kemungkinan pembuahan alami turun secara signifikan. Biasanya, terjadi di usia sekitar pertengahan dan akhir tiga puluhan pada kebanyakan wanita. Setiap pasangan dalam kelompok usia ini atau di atas yang tidak dapat hamil bahkan setelah berupaya terus menerus mungkin menderita ketidaksuburan, di antara kemungkinan rintangan lain untuk pembuahan. 

Melakukan pemeriksaan atau skrining yang dilakukan pada tahap ini dapat membantu menyoroti hambatan yang tepat dalam pembuahan, yang dapat ditindaklanjuti. Dalam beberapa kasus, pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat mengatasi masalah yang mendasarinya, dan pasangan tersebut dapat hamil secara alami sesudahnya.

Namun, ada banyak kasus di mana konsepsi alami mungkin bukan pilihan. Dalam keadaan ini, masih tidak perlu khawatir karena ada banyak pilihan seperti IVF yang tersedia di industri medis untuk membantu pembuahan dan kehamilan.


(Berolahraga secara teratur menjadi salah satu cara yang kamu lakukan agar tubuh tetap bugar selama menjalani kehamilan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

 

Ibu pengganti

Surrogacy adalah pilihan lain yang dapat dilakukan untuk wanita yang lebih tua yang ingin memiliki anak. Yang dimaksud dengan wanita lain yang mengandung dari ibu yang dituju yang tidak dapat mengandung karena beberapa faktor yang membuatnya tidak dapat mengandung anak itu sendiri. Surrogacy bisa menjadi pengalaman yang efisien  jika dijalankan dengan benar.

 

Pembekuan telur

Ini mungkin bisa menjadi pilihan jika kamu belum siap untuk hamil sekarang tetapi ingin mencoba memastikan kamu bisa hamil nanti. Pembekuan telur melibatkan pengambilan beberapa telur dari seorang wanita dan membekukannya pada suhu di bawah nol untuk digunakan nanti. Gagasan utama di balik teknik ini adalah bahwa semakin muda sel telur, semakin sehat telur itu sehingga semakin besar kemungkinan untuk dibuahi. Karena itu, sel telur yang dibekukan pada usia muda dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan bertahun-tahun kemudian.

 

Pembekuan embrio

Dalam pembekuan embrio, telur sudah dibuahi melalui IVF sebelum dibekukan. Jadi, pembekuan embrio membutuhkan sperma sedangkan pembekuan sel telur tidak. Pilihan keduanya dapat dilakukan atas kebijaksanaan individu yang bersangkutan dan alasan mereka di balik memilih prosedur tersebut. 
(yyy) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *