Lintasan Sejarah 12 Januari 2022

Hari ini Rabu, 12 Januari 2022 bertepatan dengan 9 Jumadil Tsani 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 22 Dey 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Farah Ashbili Wafat

744 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Tsani 699 HQ, Ibnu Farah Ashbili, sastrawan dan ahli hadits terkenal abad 7 hijriah meninggal dunia.

Ibnu Farah dilahirkan di Ashbiliah, sebuah desa di kawasan bernama Andalusia, Spanyol selatan. Saat tentara Spanyol menyerang Ashibiliah, Ibnu Farah termasuk di antara warga Ashbili yang ditawan. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, Ibnu Farah berhasil melarikan diri dan pergi ke Kairo, Mesir.

Di kota pusat ilmu itu, Ibnu Farah mempelajari ilmu-ilmu agama dari sejumlah ulama terkenal saat itu. Kemudian, Ibu Farah hijrah ke Damaskus, Suriah untuk melanjutkan studinya. Setelah selesai menamatkan pelajarannya,  Ibnu Farah menetap di Damaskus dan mengajar ilmu hadits di kota itu.

Ibnu Farah meninggalkan karya tulis yang sangat berharga buat kaum muslimin berupa kumpulan penjelasan atas hadits-hadits Nabi. Karya tulisnya ini juga dikenal memiliki nilai sastra yang sangat tinggi.

Dewan Revolusi Iran Berdiri

43 tahun yang lalu, tanggal 22 Dey 1357 HS, pada situasi yang sangat krusial, yaitu ketika AS memberikan dukungan terang-terangan dan dari segala segi kepada Rezim Shah Pahlevi, Imam Khomeini mengeluarkan instruksi sangat berani kepada para pengikutnya, berupa pembentukan sebuah lembaga penggerak revolusi bernama Dewan Revolusi.

Imam Khomeini ra

Dewan ini dibentuk untuk menjadi wadah koordinasi di antara kelompok-kelompok revolusioner,  pemusatan agenda-agenda revolusi, serta bertugas untuk membentuk pemerintahan sementara. Dalam pesannya saat memberikan instruksi tersebut, Imam Khomeini mengatakan,

“Yang dikehendaki oleh rakyat Iran tidak hanya sekedar perginya Shah atau runtuhnya pemerintahan despotik. Yang diinginkan oleh rakyat Iran adalah berdirinya sebuah pemerintahan Islami yang kelak akan menjamin terciptanya keadilan, kebebasan, dan independensi bangsa”.

Segera setelah jatuhnya Shah, Dewan Revolusi memainkan peranan sebagai pembuat sejumlah undang-undang sampai terbentuknya Majlis Syura Islami atau parlemen Iran.

Gempa Besar Hancurkan Haiti

12 tahun yang lalu, tanggal 12 Januari 2010, gempa bumi berkekuatan 7 pada skala Richter menghancurkan Haiti yang terletak di Kepulauan Karibia.

Gempa tersebut merupakan yang terbesar di wilayah tersebut selama lebih dari 200 tahun terakhir. Sebanyak 200 ribu penduduk tewas dan 895 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Peristiwa itu dimulai pada pukul 16.53 waktu setempat.

Ibu kota Hati Port-au-Prince merupakan kota terpadat yang merasakan guncangan paling besar karena pusat gempa hanya berjarak sekitar 24 kilometer. Gedung-gedung pusat pemerintahan, rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah hancur, termasuk tempat tinggal presiden dan penjara.

Gempa tersebut menambah kesulitan yang dihadapi Haiti setelah 80% dari 9 juta penduduknya dinyatakan miskin. Korupsi, kekerasan, penyakit, kekurangan gizi, dan akses rendah terhadap pendidikan menjadi kenyataan yang harus dihadapi penduduk Haiti sehari-hari.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.