AS Akui Jatuhkan Lebih dari Tiga Ribu Bom di Asia Barat

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengakui bahwa pihaknya telah menjatuhkan dan menembakkan lebih dari 3.200 bom dan rudal di Irak, Suriah, dan Afghanistan selama masa kepresidenan saat ini dan sebelumnya saja.

“Militer menembakkan 2.068 bom dan rudal selama masa Presiden Donald Trump, dan 1.178 bom dan rudal ditembakkan di Irak, Suriah, dan Afghanistan sejak Presiden Joe Biden menjabat,” kata Pentagon dalam laporan yang diterbitkan hari Selasa (11/1/2022) seperti dilaporkan IRIB.

Akhir bulan lalu, surat kabar The New York Times melaporkan ribuan warga sipil di Irak, Suriah, dan Afghanistan, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan udara AS yang dilakukan dengan penargetan yang salah dan informasi yang cacat.

Pada 31 Desember 2021, The Wall Street Journal menyebut operasi militer AS selama 20 tahun di Afghanistan sebagai “kegagalan” dan para kontraktor swasta menjadi pemenang utama.

Menurut media tersebut, seorang pengusaha California yang membuka warung kopi di Kirgistan, memulai bisnis bahan bakar di Afghanistan dan mendapatkan pemasukan miliaran dolar.

Sementara itu, Brandon Bryant, mantan operator drone AS yang telah melakukan ratusan ribu misi pengintaian dan serangan di Afghanistan, Irak, dan Afrika, mengatakan baru-baru ini bahwa Pentagon tidak menghukum siapa pun atas kesalahan tragis yang mereka lakukan dalam membunuh warga sipil. (RM)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.