Tujuan Lawatan Menlu Iran ke Oman dan Qatar

Pemerintah Iran sedang mempercepat pembicaraan di bidang hubungan luar negeri dengan tujuan untuk pengembangan hubungan dengan negara-negara tetangga.

Sejalan dengan tujuan itu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian memimpin sebuah delegasi tingkat tinggi, berkunjung ke Oman dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Qatar.

Kunjungan itu dilakukan di tengah berlangsungnya pembicaraan nuklir di Wina dengan agenda untuk mencabut sanksi ilegal terhadap Iran. Pembicaraan ini mencapai beberapa kemajuan meskipun ada tekanan dan upaya untuk menggagalkannya.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat dari negara-negara tetangga, termasuk Turkmenistan dan Tajikistan, bertemu dengan para pejabat Iran. Tetangga Iran di wilayah Teluk Persia juga mengirim pesan yang menyerukan hubungan yang lebih erat dengan Republik Islam Iran.

Delegasi politik Iran dan Arab Saudi juga melakukan beberapa putaran pertemuan di Irak untuk menyelesaikan kesalahpahaman pada batas tertentu.

“Pembicaraan putaran kelima Iran-Saudi, yang diselenggarakan oleh Irak, ada dalam agenda. Terlepas dari perselisihan antara kedua negara, pembicaraan tetap berlanjut atas dasar kebijaksanaan, keterbukaan, dan hubungan yang stabil,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada Senin (10/1/2022).

Tidak diragukan lagi bahwa para aktor asing di kawasan menentang hubungan yang bersahabat antara Iran dan negara-negara tetangga. Strategi bersama Amerika Serikat dan Israel dalam menyulut perpecahan adalah mempromosikan Iranophobia untuk menggairahkan pasar senjata.

Kampanye tekanan maksimum AS terhadap Iran tetap dipertahankan dengan maksud untuk menghancurkan hubungan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Jelas, Iran mengupayakan terciptanya hubungan yang baik dengan tetangganya. Mempertahankan hubungan yang mesra dengan Muscat dan Doha juga sangat penting bagi Tehran.

Menlu Amir-Abdollahian membawa misi untuk mempererat hubungan Iran dengan negara-negara yang berbatasan dengan Teluk Persia.

Oman dan Qatar telah bekerja sama dengan Iran dalam banyak masalah regional. Selama ini, kedua negara tersebut mengadopsi posisi yang sama dengan Iran tentang perlunya mematuhi perjanjian nuklir JCPOA. Para pejabat Oman dan Qatar dalam berbagai pertemuan mereka dengan pejabat Iran menekankan bahwa semua negara harus sepenuhnya mematuhi JCPOA.

Pemerintah Oman selalu mengejar kemajuan diplomasi dengan berpijak pada itikad baik. Sikap ini menciptakan keselarasan yang lebih besar antara Muscat dan Tehran dalam memandang isu-isu politik.

“Kerajaan Oman mengambil posisi netral dalam menyikapi perselisihan antara negara-negara Teluk Persia,” tulis lembaga riset Stratfor yang berbasis di AS dalam sebuah laporan baru-baru ini.

Stratfor mencatat bahwa Muscat mampu memainkan diplomasi yang sangat baik dan menjalin hubungan khusus yang memungkinkannya menjadi mediator yang baik dalam banyak konflik.

Oleh sebab itu, hubungan antara Iran dan Oman merupakan sebuah interaksi yang terus berlanjut, stabil, dan berkembang. Para pejabat kedua negara selalu bertukar pandangan tentang masalah bilateral dan regional.

Kunjungan Menlu Iran ke Oman dan Qatar sangat penting untuk meningkatkan level pembicaraan, membuat keputusan, dan menetapkan sebuah peta jalan untuk memperkuat hubungan regional. (RM)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.