The Economist: Sebagian Warga Saudi Dambakan Sosok seperti Khomeini

Surat kabar Inggris, The Economist dalam salah satu laporannya mengulas upaya pemerintah Arab Saudi untuk mengubah kepercayaan dan budaya masyarakat negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

The Economist (6/1/2022) menulis, perubahan sosial di Saudi dimulai sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman secara de facto memimpin negara itu, dan beberapa pejabat Riyadh berusaha menegakan “ammar makruf nahyi munkar”.

Menurut The Economist, setidaknya ada tiga lapisan masyarakat Saudi yang marah dengan perubahan yang dilakukan Bin Salman, namun mereka tidak memberontak hanya karena takut dipersekusi.

Koran Inggris tersebut menambahkan, baru-baru ini sekitar 700.000 pemuda Saudi menghadiri konser musik yang digelar selama empat hari tanpa memperhatikan protokol kesehatan, padahal berkumpul di masjid dilarang karena pandemi COVID-19.

Sekarang, katanya, saat azan toko-toko tidak lagi harus tutup, perempuan dan laki-laki bisa berkumpul bersama di satu tempat, di Salat Jumat hanya boleh satu khutbah, dan di media sosial, ulama hanya boleh memuji Raja dan Putra Mahkota Saudi, tidak boleh mengkritiknya.

The Economist menjelaskan, “Beberapa orang bertanya apakah langkah Bin Salman akan menciptakan gelombang anti-Putra Mahkota Saudi itu ? Dalam hal ini harus dikatakan, hanya sedikit orang yang percaya ulama agama akan terus berdiam diri. Sebagian orang bertanya apakah mungkin sosok seperti Rohullah Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam di Iran juga muncul di Saudi ?”

The Economist menegaskan, sekarang Saudi sudah berubah menjadi sebuah negara yang rakyatnya sangat dikontrol, dan seiring dengan kemajuan teknologi spionase, sepertinya revolusi atau kudeta tidak akan terjadi di negara itu. (HS)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *